- Istimewa
Mengapa Memuliakan Anak Yatim Begitu Istimewa? Simak 7 Keutamaannya
Rasulullah SAW bersabda (HR Muslim dari Abu Hurairah):
“Jika manusia mati, maka terputuslah amalnya, kecuali tiga perkara: sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang selalu mendoakannya.”
Menjadi “orang tua” bagi anak yatim berarti membuka pintu aliran pahala yang akan terus mengalir melalui doa-doa mereka hingga akhir hayat.
Ketujuh, Perisai dari Siksa Neraka yang Pedih
Siksaan neraka adalah sesuatu yang sangat ditakuti oleh setiap mukmin. Memelihara anak yatim dengan penuh kasih sayang dan kelembutan adalah pelindung yang tangguh di hari kiamat.
Rasulullah Saw bersumpah (HR Thabrani dari Abu Hurairah):
“Demi Yang mengutusku dengan hak, Allah tidak akan menyiksa pada hari kiamat nanti orang yang menyayangi anak yatim, lemah lembut pembicaraan dengannya, menyayangi keyatiman dan kelemahannya.”
Sering kali kita berpikir bahwa menyantuni anak yatim hanya soal materi atau uang.
Namun, tujuh kemuliaan tersebut mengingatkan bahwa menyantuni bisa dilakukan dengan memberikan ilmu, mencurahkan tenaga, hingga sekadar memberikan perhatian dan kasih sayang yang tulus.
Mari ulurkan tangan dan sisihkan rezeki kita untuk anak yatim melalui digital.dompetdhuafa.org/donasi/bestianyatim. (dpi)