- Kolase tim tvOnenews
Hot News: Viral MC LCC Kalbar Dipecat Wedding Planner, Dedi Mulyadi Mau Hapus Pajak Kendaraan, Rekam Jejak Juri MPR RI Disorot
Ketika peserta menyampaikan keberatan, Indri Wahyuni menjelaskan bahwa artikulasi menjadi salah satu aspek penting dalam penilaian.
“Begini ya, sudah diingatkan dari awal, artikulasi itu penting ya. Jadi, biasakan menjawab itu dengan artikulasi yang jelas ya,” ujar Indri.
Ia juga menambahkan bahwa dewan juri memiliki hak untuk memberikan pengurangan nilai apabila jawaban dinilai tidak terdengar jelas.
Pernyataan tersebut kemudian viral dan memancing berbagai reaksi publik. Banyak warganet mempertanyakan mekanisme penilaian dalam lomba tersebut, sementara lainnya mulai menelusuri profil Indri Wahyuni.
Berdasarkan informasi dari laman resmi MPR RI, Indri saat ini menjabat sebagai Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR RI. Ia memiliki latar belakang pendidikan di bidang pemerintahan dan administrasi dengan gelar Sarjana Ilmu Pemerintahan (S.I.P) serta Magister Administrasi (M.A).
Kariernya di lingkungan aparatur sipil negara dimulai sejak awal 2000-an. Ia dikenal memiliki pengalaman panjang dalam bidang administrasi, perencanaan, dan kegiatan sosialisasi kebangsaan.
Menanggapi polemik yang terjadi, Sekretariat Jenderal MPR RI akhirnya mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan dewan juri dan MC dalam kegiatan tersebut.
“Terkait ramainya pemberitaan di media sosial tentang Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat, panitia pelaksana dari Sekretariat Jenderal MPR RI telah menonaktifkan Dewan Juri dan MC,” tulis MPR RI dalam pernyataan resminya.
MPR RI juga memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem penilaian, mekanisme verifikasi jawaban, hingga tata kelola keberatan agar pelaksanaan lomba berikutnya lebih transparan dan akuntabel. (udn)