Isu Penundaan Pemilu dan Desakan Sistem Tertutup, Surya Paloh: Kami Percaya Kewarasan Itu Masih Ada
- Syifa Aulia/tvOnenews.com
Jakarta, tvOnenews.com - Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh angkat bicara soal isu penundaan Pemilu 2024 dan desakan sistem pemilu proporsional tertutup.
Dia masih meyakini dan percaya bahwa Pemilu 2024 berjalan sesuai jadwal pada 14 Februari 2024 dan tetap memakai sistem pemilu terbuka.
“Ya dinamika, tapi kita yakin dan percaya kewarasan itu masih ada,” kata Paloh di NasDem Tower, Jakarta Pusat, Jumat (10/3/2023).
Dia menyebut kedua hal tersebut menjadi konsekuensi karena semakin banyak pihak yang berpartisipasi di Pemilu 2024.
“Semakin banyak kompetitor, semakin banyak dinamika itu sendiri,” imbuhnya.
Menurut Paloh, pihak yang berwenang menentukan uji materi sistem pemilu serta yang memutuskan jadwal pelaksanaan pemilu harus mempertimbangkan kehendak publik.
“Objektivitas panggilan nurani representasi pada kehendak masyarakat luas, itulah bagian-bagian yang harus dipertimbangkan,” jelasnya.
Adapun isu penundaan pemilu kembali muncul setelah PN Jakpus mengabulkan gugatan Partai Prima. Amar putusan PN Jakpus memerintahkan KPU RI untuk menunda Pemilu 2024 dan mengulang tahapan pemilu dari awal.
Sedangkan, desakan sistem pemilu tertutup datang dari sejumlah pihak yang mengajukan uji materi UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu ke Mahkamah Konstitusi (MK).
PDI-P menjadi partai politik di Parlemen yang mendukung sistem pemilu tertutup atau hanya coblos partai. Sementara 8 partai di Parlemen mendukung sistem pemilu terbuka. (saa)
Load more