News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Postingannya Viral, Ibu Balita Pasien RS Hikmah Belopa Buat Klarifikasi

Bania, ibu balita pasien RS Sejahtera Belopa, Kabupaten Luwu, klarifikasi. Dia menyebut balitanya tidak disandera, melainkan hanya tak punya cukup biaya
Selasa, 28 Desember 2021 - 14:39 WIB
Keluarga Balita Pasien RS Hikmah Belopa di Luwu yang Viral di Medsos
Sumber :
  • Haswadi

Luwu, Sulsel - Bania, ibu balita pasien RS Sejahtera Belopa, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, membuat klarifikasi soal balitanya yang diduga disandera pihak rumah sakit karena tidak punya biaya. 

Bania menyebut balitanya tidak disandera, melainkan hanya tak punya cukup biaya jika masih dirawat di rumah sakit. Sehingga kondisi itu dia posting di sosial media Facebook dengan harapan ada yang tergerak untuk membantu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Mohon maaf dan perlu klarifikasi bahwa tidak ada penyanderaan dari pihak RS Hikmah Belopa, masalahnya saya hanya tidak punya biaya jika berlama-lama di rumah sakit, sementara kondisi anak saya sudah membaik," kata Bania dalam keterangannya yang diterima redaksi tvOnenews.com, Selasa (28/12/2021).

Bania juga berterima kasih kepada pihak RS Hikmah Belopa yang telah memberikan keringanan biaya perawatan anaknya, juga kepada donatur yang telah ikut membantunya.

"Intinya tidak ada penyanderaan. Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami," ujarnya.

Sebelumnya seorang balita pasien RS Hikmah Sejahtera Belopa, Bania menyebut anaknya disandera karena tidak punya cukup biaya untuk menebus biaya perawatan dan terdaftar sebagai pasien umum.

Ibu pasian tadi memposting kondisi anaknya saat berada di rumah sakit yang tak punya biaya. Postingan ini kemudian viral dan banyak netizen yang ikut membantu.

Menanggapi itu, Direktur RS Hikmah Sejahtera Belopa, dr Fatmawati Zainuddin memastikan tidak ada penyanderaan pada pasien. Pihaknya juga baru mengetahui postingan itu Senin (27/12/2021).

"Tidak ada penyanderaan karena memang pasiennya belum diizinkan pulang oleh dokter yang tangani," kata dr Fatmawati Zainuddin.

Pihak rumah sakit kata dr Fatmawati baru mengetahui postingan ibu pasien hari ini, sementara postingan tersebut sudah tersebar sejak Minggu kemarin.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kalau kami tahu kondisinya seperti itu, pasti kami bantu. Dan sudah cukup banyak kasus seperti ini dan alhamdulillah semuanya bisa kami selesaikan dengan baik," ujarnya.

Rumah Sakit Hikmah Sejahtera Belopa kata dia, mengutamakan pelayanan. Prinsipnya menolong nyawa dinomorsatukan, sementara terkait biaya akan diselesaikan belakangan. (Haswadi/act) 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

136 Siswa di Blora Diduga Keracunan MBG, Tempe Disimpan di Depan Toilet SPPG

136 Siswa di Blora Diduga Keracunan MBG, Tempe Disimpan di Depan Toilet SPPG

Para siswa mengalami sejumlah keluhan, mulai dari lemas, diare, muntah, mual hingga pusing.
Jadwal MotoGP San Marino 2026: Jorge Martin Dibayang-bayangi Kebangkitan Marc Marquez yang Siap Mengkudeta

Jadwal MotoGP San Marino 2026: Jorge Martin Dibayang-bayangi Kebangkitan Marc Marquez yang Siap Mengkudeta

Jadwal MotoGP San Marino 2026 yang menjadi momentum penting dalam perebutan gelar juara dunia antara Jorge Martin dan Marc Marquez.
Detik-detik Penumpang Kereta Panik Akibat Powerbank Terbakar Hingga Gerbong Dipenuhi Asap, KAI Beri Tanggapan

Detik-detik Penumpang Kereta Panik Akibat Powerbank Terbakar Hingga Gerbong Dipenuhi Asap, KAI Beri Tanggapan

Sebuah rekaman CCTV yang menampilkan suasana di dalam gerbong kereta yang diwarnai kepanikan akibat sebuah powerbank terbakar. PT KAI memberikan penjelasannya
Polisi Selidiki Dugaan Penipuan Lowongan Kerja di Jakut, Pelamar Diminta Isi Saldo Rp2 Juta

Polisi Selidiki Dugaan Penipuan Lowongan Kerja di Jakut, Pelamar Diminta Isi Saldo Rp2 Juta

Kanit Reskrim Polsek Kelapa Gading Iptu Rizki Ardiza Prawira mengatakan polisi turun ke lokasi setelah informasi mengenai dugaan penipuan tersebut ramai beredar di media sosial.
Soal Anggaran Rp 11 Triliun untuk Pembukaan Rekening Massal, Purbaya Ungkap Perhitungannya

Soal Anggaran Rp 11 Triliun untuk Pembukaan Rekening Massal, Purbaya Ungkap Perhitungannya

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, anggaran untuk rencana pembukaan rekening massal bagi masyarakat belum final karena penghitungannya belum rampung.
Sejajar Cristiano Ronaldo dan Lewandowski, Harry Kane Ukir Rekor Baru dan Perkuat Kans Ballon d'Or

Sejajar Cristiano Ronaldo dan Lewandowski, Harry Kane Ukir Rekor Baru dan Perkuat Kans Ballon d'Or

Harry Kane semakin memperkuat statusnya sebagai kandidat Ballon d'Or setelah kembali tampil gemilang bersama Bayern Munich. Satu gol dan satu assist ke gawang.

Trending

Seorang Peneliti Anthropic Mundur Karena Khawatir AI Dapat Musnahkan Umat Manusia

Seorang Peneliti Anthropic Mundur Karena Khawatir AI Dapat Musnahkan Umat Manusia

Seorang peneliti asal Inggris mengundurkan diri dari perusahaan pengembang kecerdasan buatan (AI) asal AS, Anthropic.
Indonesia dan 7 Negara Desak Dunia Ikuti Jejak Inggris Larang Impor dari Permukiman Israel Ilegal

Indonesia dan 7 Negara Desak Dunia Ikuti Jejak Inggris Larang Impor dari Permukiman Israel Ilegal

Indonesia bersama tujuh negara lainnya mendorong masyarakat internasional memperluas tekanan terhadap aktivitas permukiman Israel ilegal di Wilayah Pendudukan Palestina.
Sekda Muara Enim Diperiksa KPK Terkait Kasus Bupati Edison

Sekda Muara Enim Diperiksa KPK Terkait Kasus Bupati Edison

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Sekretaris Daerah (Sekda) Muara Enim, Yulius, Kamis (10/9/2026).
Seret Anggota Polri Terkait Kasus Suap Proyek di Bekasi, KPK Keluarkan Sprindik Baru

Seret Anggota Polri Terkait Kasus Suap Proyek di Bekasi, KPK Keluarkan Sprindik Baru

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeluarkan surat perintah penyidikan (sprindik) baru terkait kasus suap ijon proyek di Kabupaten Bekasi.
Kasus Suap di Kabupaten Bekasi, Anggota Polri Diperiksa KPK

Kasus Suap di Kabupaten Bekasi, Anggota Polri Diperiksa KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa seorang anggota Polisi bernama Yayat Sudrajat, Kamis (10/9/2026).
Bea Cukai Sumbagbar Musnahkan 44,6 Juta Batang Rokok Ilegal Senilai Rp68,8 Miliar

Bea Cukai Sumbagbar Musnahkan 44,6 Juta Batang Rokok Ilegal Senilai Rp68,8 Miliar

Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Sumatera Bagian Barat (Sumbagbar) & Bea Cukai Bandar Lampung musnahkan barang kena cukai (BKC) berupa 44.698.060 batang rokok
BAP Aliran Uang Rp40 Miliar Kasus TPPU Eks Jampidsus Dinilai Lemah Pembuktian

BAP Aliran Uang Rp40 Miliar Kasus TPPU Eks Jampidsus Dinilai Lemah Pembuktian

Isu terkait dugaan pemberian uang Rp40 miliar dari pengusaha properti Tan Kian kepada sejumlah pejabat di Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait dugaan TPPU yang menyeret eks Jampidsus, Febrie Adriansyah tengah menjadi sorotan.
Selengkapnya

Viral