Teknologi Digital, AI, dan Media Sosial Mengubah Demokrasi, Indonesia-Australia Soroti Ancaman bagi Generasi Muda
- Laman resmi
tvOnenews.com - Perkembangan teknologi digital membawa peluang besar, tetapi juga menghadirkan tantangan yang semakin kompleks bagi demokrasi. Penyebaran informasi keliru, ancaman penipuan digital, hingga penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk memengaruhi opini publik menjadi persoalan yang perlu diantisipasi.
Di tengah situasi tersebut, perlindungan anak di ruang digital dan peningkatan literasi masyarakat semakin penting untuk menjaga kualitas kehidupan demokrasi.
Persoalan itu turut menjadi perhatian dalam pertemuan Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono dengan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Australia, Milton Dick MP, di Parliament House, Canberra, Australia, pada 15 Oktober 2026.
Keduanya bertukar pandangan mengenai kebijakan perlindungan anak di media sosial, tata kelola AI, penanganan kejahatan siber, serta upaya mendorong partisipasi generasi muda dalam demokrasi.
Pertemuan tersebut menunjukkan bahwa hubungan Indonesia dan Australia tidak hanya berkaitan dengan perdagangan atau keamanan kawasan. Kedua negara juga memiliki kepentingan untuk menghadapi dampak transformasi digital terhadap masyarakat.
Melalui diplomasi parlemen, pengalaman dalam merumuskan kebijakan, meningkatkan literasi demokrasi, dan melindungi warga dari ancaman teknologi dapat menjadi bahan pertukaran untuk memperkuat kerja sama kedua negara.
Perlindungan Anak dan Tata Kelola AI Jadi Tantangan Demokrasi Digital
Dalam pertemuan tersebut, Edhie Baskoro Yudhoyono, mengangkat kebijakan Australia mengenai pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun sebagai salah satu pengalaman yang relevan untuk dipelajari Indonesia.
Kemajuan teknologi perlu diimbangi dengan kebijakan yang mampu melindungi masyarakat, terutama anak-anak dan generasi muda. Media sosial memberikan ruang untuk memperoleh informasi, berkomunikasi, dan mengembangkan kreativitas.
Namun, penggunaan platform digital juga membawa risiko paparan konten yang tidak sesuai usia, penyebaran misinformasi, serta pembentukan opini publik melalui informasi yang menyesatkan.
Ketua DPR Australia Milton Dick menjelaskan bahwa kebijakan pembatasan media sosial di negaranya menempatkan tanggung jawab pada perusahaan platform digital untuk memenuhi kewajiban sesuai ketentuan undang-undang.
Perlindungan anak menjadi salah satu perhatian dalam mengatur akses terhadap konten yang tidak sesuai dengan usia mereka.
Pembahasan juga mencakup perkembangan kecerdasan buatan. Menurut Milton Dick, dampak AI tidak terbatas pada kemajuan teknologi, tetapi turut memengaruhi perekonomian, kehidupan sosial, dunia kerja, dan kualitas demokrasi.
Load more