Jakarta Makin Gerah, BMKG Ungkap Ancaman Cuaca Ekstrem dan Lonjakan Titik Panas di Sejumlah Wilayah
- Gambar ilustrasi AI / Gemini
Aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Rossby Ekuatorial, Gelombang Kelvin, dan Gelombang Mixed Rossby-Gravity (MRG), bersama pertemuan serta perlambatan angin, masih dapat memicu pertumbuhan awan hujan.
Pada 16–18 Oktober 2026, hujan lebat hingga sangat lebat tercatat dengan curah hujan mencapai 105 milimeter per hari di Papua, 66 milimeter per hari di Sumatera Utara, dan 51 milimeter per hari di Kalimantan Tengah.
BMKG memperkirakan sebagian besar wilayah Indonesia masih berpotensi mengalami curah hujan rendah hingga menengah, yakni 0–150 milimeter per dasarian, mulai dasarian III Oktober hingga dasarian II November 2026. Namun, kondisi umum yang kering tidak menutup kemungkinan terjadinya hujan signifikan dalam skala lokal. (udn)
Load more