Konflik AS-Venezuela Otomatis Dongkrak Harga Minyak Dunia? Begini Kata Pengamat
- ANTARA
“Produksi minyak Venezuela itu terus turun, yang tadinya itu 3,15 juta barrel per day (hari) itu menjadi hanya pada tahun 2019 itu sekitar 0,85 juta barrel per day,” ujarnya.
Meski produksi sempat meningkat pada 2024 melalui kerja sama dengan Repsol dan Eni, Yayan menilai potensi gangguan akibat transisi politik di Venezuela hanya akan berdampak jangka pendek.
Yayan menegaskan, pasar minyak global saat ini lebih dipengaruhi oleh kebijakan strategis Amerika Serikat dibandingkan konflik bilateral AS-Venezuela. Dengan produksi Venezuela yang terbatas, gejolak politik di negara tersebut dinilai tidak cukup kuat untuk mendorong lonjakan harga minyak dunia.
Sebelumnya, AS melakukan penangkapan terhadap Maduro dan istrinya. Keduanya lalu dikeluarkan dari Venezuela.
Trump juga mengklaim bahwa operasi tersebut sangat presisi dan tidak menimbulkan korban dari pihak AS.
Kementerian Luar Negeri Venezuela pun telah mengumumkan akan mengajukan banding ke organisasi internasional terkait tindakan AS.
Mereka juga meminta supaya Dewan Keamanan PBB menggelar rapat darurat untuk membahas serangan AS tersebut.
"Hanya ada satu presiden di negara ini, namanya Nicolas Maduro Moros," kata Wapres Venezuela.
Selain itu, di Caracas juga terjadi ledakan besar. Diduga hal ini berkaitan dengan aksi pasukan elite AS. (agr/iwh)
Load more