Mengenal Jason Chang, Pengungsi yang Jadi Miliarder Industri Chip dengan Harta Rp347 Triliun
- Kolase ASE Global & Kreatif tvOnenews.com
Latar belakang keluarganya juga memberikan pengaruh terhadap perjalanan bisnisnya. Ayah Chang menjalankan usaha berskala kecil, sedangkan ibunya, Chang Yao Hung-Ying, memiliki pengalaman bisnis di bidang properti sehingga dikenal sebagai pendiri Hung Ching Development & Construction.
Di Taiwan, Chang melanjutkan pendidikan tinggi di National Taiwan University dengan mengambil bidang teknik elektronik. Ia kemudian memperdalam pengetahuannya melalui program magister di Illinois Institute of Technology, Amerika Serikat (AS).
Setelah menyelesaikan pendidikan, Chang memperoleh pengalaman melalui berbagai proyek teknik sekaligus mengikuti perkembangan teknologi internasional.
Bekal pendidikan dan pengalamannya inilah membantu Jason Chang memahami peluang bisnis yang belum banyak digarap perusahaan lain pada masa itu.
Ketika Taiwan mulai berkembang sebagai pusat teknologi pada dekade 1980-an, Chang melihat kesempatan pada segmen pengemasan dan pengujian chip. Kedua proses itu kerap berada di belakang layar, tetapi memiliki peranan besar dalam memastikan produk semikonduktor siap digunakan.
Mendirikan ASE dengan Bantuan Modal Sang Ibu
Pada 1984, Jason Chang bersama adiknya, Richard Chang mendirikan Advanced Semiconductor Engineering (ASE) di Kaohsiung, Taiwan. Perusahaan itu bermula dari fasilitas produksi sederhana yang berfokus pada layanan pengemasan chip.
Modal awal menjadi salah satu tantangan terbesar dalam membangun usaha tersebut. Ibunya memberikan dukungan finansial yang menentukan, bahkan bersedia menjual sejumlah aset properti untuk membantu membiayai operasional perusahaan pada masa awal.
Meski memperoleh dukungan keluarga, perjalanan ASE tetap dipenuhi hambatan. Pada tiga tahun pertama, perusahaan menghadapi tekanan keuangan, keterbatasan teknologi, serta keraguan pasar terhadap kemampuan pemain baru dalam industri semikonduktor.
Chang berusaha mengatasi situasi tersebut dengan menyesuaikan strategi bisnis terhadap kebutuhan pelanggan. Ia menempatkan kualitas sebagai prioritas utama, mengingat kesalahan dalam proses pengemasan maupun pengujian dapat berdampak pada kinerja chip yang digunakan dalam berbagai perangkat.
Pendekatan tersebut menjadi salah satu fondasi bagi pertumbuhan ASE. Perusahaan tidak hanya berupaya meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga mengembangkan proses kerja agar mampu memenuhi tuntutan industri yang terus berubah.
Load more