Mengenal Jason Chang, Pengungsi yang Jadi Miliarder Industri Chip dengan Harta Rp347 Triliun
- Kolase ASE Global & Kreatif tvOnenews.com
Langkah penting ASE terjadi pada 1989 ketika perusahaan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Taiwan. Pencatatan tersebut membuka peluang untuk memperkuat permodalan dan mendukung pengembangan bisnis.
Memasuki dekade 1990-an, ASE mulai memperluas cakupan layanan dari pengemasan chip menuju pengujian semikonduktor. Perubahan ini menjadi keputusan strategis karena pengujian membantu memastikan kualitas komponen, sementara penggunaan jasa perusahaan eksternal memungkinkan produsen chip menekan biaya operasional.
ASE juga memperluas jangkauan bisnisnya ke pasar internasional, termasuk Malaysia. Perusahaan tersebut turut mengambil langkah ekspansi melalui pembelian fasilitas yang sebelumnya dimiliki Motorola di Taiwan dan Korea Selatan.
Perkembangan berikutnya ditandai dengan pencatatan saham ASE di bursa NASDAQ, Amerika Serikat. Langkah ini memperluas akses perusahaan terhadap investor internasional sekaligus meningkatkan pengenalannya di antara pelaku industri teknologi global.
Dari perusahaan yang awalnya mengoperasikan fasilitas sederhana, ASE berkembang menjadi pemain utama dalam layanan manufaktur semikonduktor independen. Pengembangan teknologi pengemasan, termasuk copper wire bonding, turut mendukung kemampuan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan pelanggan.
Di bawah kepemimpinan Chang bersaudara, ASE memperluas operasinya ke berbagai kawasan di Asia, Eropa, dan Amerika Serikat. Perusahaan tersebut menjadi bagian penting dari rantai pasok semikonduktor yang mendukung pertumbuhan industri elektronik dunia.
Kekayaan, Kehidupan Pribadi, dan Tanggung Jawab Perusahaan
Di luar pencapaiannya dalam bisnis chip, Chang juga menghadapi persoalan yang berkaitan dengan tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan.
Pada 2013, pemerintah kota Kaohsiung menjatuhkan denda kepada ASE setelah fasilitasnya diketahui membuang air limbah tanpa pengolahan yang memadai sehingga mencemari lingkungan sekitar.
Chang merespons persoalan tersebut dengan tampil di hadapan publik dan menyampaikan permintaan maaf. Peristiwa itu menjadi bagian dari perjalanan perusahaan dalam menghadapi konsekuensi operasional industri manufaktur.
Meskipun ASE berpusat di Taiwan, Chang memilih Singapura sebagai tempat tinggal. Negara tersebut juga menjadi salah satu basis strategis bagi pengelolaan kekayaan dan pengembangan jaringan bisnisnya di kawasan Asia Tenggara.
Dalam kehidupan pribadi, Chang menikah dengan Ching Ping Chang, seorang desainer interior. Keduanya dikaruniai tiga anak, yaitu Danielle, Rutherford, dan Madeline.
Load more