News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Saka Tatal Bongkar Perilaku Polisi, Diperlakukan Seperti Binatang sampai Dipaksa Minum Air Kencing saat Pemeriksaan Kasus Pembunuhan Vina

Salah satu terpidana kasus pembunuhan Vina dan Eky, Saka Tatal mengungkapkan saat pemeriksaan ia sempat disiksa dan dianiaya oleh polisi di Polresta Cirebon.
Senin, 27 Mei 2024 - 09:20 WIB
Saka Tatal salah satu terpidana pembunuhan Vina dan Eky di Cirebon
Sumber :
  • tvOne

Jakarta, tvOnenews.com - Salah satu terpidana pembunuhan Vina, Saka Tatal mengkisahkan pengalamannya saat pemeriksaan oleh polisi, mengaku diperlakukan seperti binatang.

Saka Tatal adalah salah satu terpidana pembunuhan Vina dan kekasihnya Eky yang terjadi pada tahun 2016 di Cirebon.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saka Tatal bersama 7 tersangka lainnya saat itu diperiksa sebagai tersangka pembunuhan Vina dan Eky di Polresta Cirebon.

Saat itu, Saka Tatal masih di bawah umur, berbeda dengan 7 tersangka pembunuhan Vina dan Eky lainnya.

Kini, Saka Tatal telah bebas setelah divonis hukuman 8 tahun penjara dan mendapat remisi sehingga ia hanya mendekam di jeruji besi selama 3 tahun 8 bulan.

Setelah bebas, ia pun menegaskan bahwa dirinya adalah korban salah tangkap dan tidak pernah merasa melakukan pembunuhan terhadap Vina dan Eky di Cirebon tahun 2016.

Ia terpaksa mengaku sebagai pembunuh pada saat itu karena mendapatkan siksaan yang sangat tak wajar dari pihak kepolisian.

"Saya waktu itu ditangkap, saya dipukulin sama polisi, diinjak-injak, disiksa, disetrum," kata Saka Tatal, saat hadir di program Catatan Demokrasi, tvOne, Minggu (26/5/2024).

Ia mengatakan, saat itu dirinya memang diberi makan. Namun, caranya sangat tidak layak.

Saka mengaku, oleh polisi di Polresta Cirebon, dirinya dilempari nasi dan dipaksa memakannya berserakan di lantai.

"Dikasih makan kayak binatang. Dilempar nasi di lantai. Nasi itu acak-acakan di lantai, suruh dimakan. Kalau nggak dimakan, dipukulin lagi. Yang melakukannya polisi. Polresta Cirebon," kata Saka menegaskan.

Tidak berhenti sampai di situ, berdasarkan pengakuan Saka ia dan sejumlah tahanan lainnya dipaksa minum air kencing.

"Sampai suruh minum air kencing, disuruh minum semua yang ada di situ, termasuk saya dan teman-teman saya juga," kata dia lagi.

Pria tersebut masih tegas mengatakan bahwa dirinya adalah korban salah tangkap polisi. 

Saka menyebut saat kejadian pembunuhan Vina yakni 27 Agustus 2016, ia sedang berada di rumah.

Ia juga menambahkan, alibinya berada di rumah dikuatkan oleh saksi.

"Pada malam kejadian saya ada di rumah, saya juga ada saksi," kata Saka.

Meski mengaku tak terlibat pembunuhan terhadap Vina dan Eky, dirinya waktu itu terpaksa mengaku di hadapan polisi.

Menurutnya, siksaan dari polisi sangat keterlaluan dan tidak bisa ditahan.

"Saya mengaku karena udah nggak kuat. Sekuat-kuatnya orang dipukulin, disetrum, disiksa, saya udah nggak kuat. Saya juga udah pasrah," kata dia lagi.

Polisi sebut para tersangka dipukuli tahanan lainnya

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jawa Barat (Jabar) Surawan mengatakan memang benar ada penganiayaan yang dialami para tahanan.

Namun, yang melakukan penganiayaan adalah tahanan lainnya terhadap para tersangka.

"Memang ramai di Facebook bahwa mereka disiksa, tapi pada saat pemeriksaan muncul bahwa itu juga dilakukan sesama tahanan," kata Surawan, dalam konferensi pers pembunuhan Vina dan Eky, Minggu.

Terkait hal tersebut, pihak polisi telah mendisiplinkan 15 orang penyidik yang lalai hingga terjadi penganiayaan terhadap para tersangka.

"Dilakukan proses terhadap anggota (polisi) yaitu 15 orang penyidik diproses akibat kelalaian yang mereka lakukan," kata dia menambahkan.

Menurut Surawan, setelah ramai para tersangka dianiaya di Polresta Cirebon, kasus tersebut langsung dilimpahkan ke Polda Jabar. (iwh)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Gol Kilat 33 Detik dan Drama! Napoli Gagal Menang, Scudetto Terancam?

Gol Kilat 33 Detik dan Drama! Napoli Gagal Menang, Scudetto Terancam?

Napoli harus puas berbagi poin setelah ditahan imbang Parma dengan skor 1-1 dalam lanjutan Serie A, Minggu (12/4/2026).
Sosok Ini Ikut Ramaikan Caketum BPP HIPMI

Sosok Ini Ikut Ramaikan Caketum BPP HIPMI

Bursa calon Ketua Umum BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) mulai menggeliat jelang Munas ke-XVIII.
El Preman Beraksi, Justin Hubner Singgung NAC Breda Sebagai Awal Mula Skandal Paspor Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia

El Preman Beraksi, Justin Hubner Singgung NAC Breda Sebagai Awal Mula Skandal Paspor Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia

Usai pertandingan, Justin Hubner yang dikenal sebagai El Preman pun menyinggung NAC Breda sebagai awal mula pencetus skandal paspor pada para pemain naturalisasi Timnas Indonesia. 
Persib Bandung Makin Dekat Juara, Bung Harpa Ungkap Analisis: Kalau Bisa Sampai di Ujung

Persib Bandung Makin Dekat Juara, Bung Harpa Ungkap Analisis: Kalau Bisa Sampai di Ujung

Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Liga 1 Indonesia 2025/2026 setelah terus menjaga posisi puncak klasemen. Pengamat Bung Harpa menilai peluang.
10 Pemain Persib Menang Susah Payah Lawan Bali United, Frans Putros: Yang Penting Tiga Poin

10 Pemain Persib Menang Susah Payah Lawan Bali United, Frans Putros: Yang Penting Tiga Poin

Kemenangan dengan skor 3-2 dibukukan dalam laga di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Minggu (12/4/2026). Tampil dengan sepuluh pemain, Maung Bandung tetap sukses menjaga keangkeran GBLA.
Comeback Thailand Hancurkan Indonesia di Final Futsal ASEAN 2026

Comeback Thailand Hancurkan Indonesia di Final Futsal ASEAN 2026

Timnas futsal Indonesia harus mengubur mimpi mempertahankan gelar juara setelah kalah 1-2 dari Thailand national futsal team pada partai final Kejuaraan ASEAN Futsal 2026 yang digelar di Nonthaburi Hall, Minggu (12/4/2026).

Trending

Kades Tak Terima Pungli Dihapuskan di Jembatan Cirahong, Begini Kata Dedi Mulyadi

Kades Tak Terima Pungli Dihapuskan di Jembatan Cirahong, Begini Kata Dedi Mulyadi

Kades tak terima pungli di sekitar Jembatan Cirahong dihapuskan karena berdampak pada relawan yang bertugas. Begini kata Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Publik Soroti Prestasi Kepala Samsat Bandung yang Dinonaktifkan KDM, Ida Hamidah Pernah Sabet Penghargaan

Publik Soroti Prestasi Kepala Samsat Bandung yang Dinonaktifkan KDM, Ida Hamidah Pernah Sabet Penghargaan

Ida Hamidah, nama yang kini menjadi perbincangan warga Jabar, khususnya di Kota Bandung. Pasalnya, ia sebagai Kepala Samsat Soekarno-Hatta Kota Bandung yang
Jadwal Final Four Proliga 2026, Minggu 12 April: Megawati Hangestri Cs Siap Balas Dendam Demi Lolos ke Grand Final

Jadwal Final Four Proliga 2026, Minggu 12 April: Megawati Hangestri Cs Siap Balas Dendam Demi Lolos ke Grand Final

Jadwal Final Four Proliga 2026, di mana Megawati Hangestri dan skuad Jakarta Pertamina Enduro siap balas dendam demi bisa lolos ke babak grand final.
Reaksi Para Pemain Timnas Indonesia Setelah Sandy Walsh Antar Buriram United Juara Liga Thailand

Reaksi Para Pemain Timnas Indonesia Setelah Sandy Walsh Antar Buriram United Juara Liga Thailand

Para pemain Timnas Indonesia ramai-ramai memberikan reaksinya setelah rekan setim mereka Sandy Walsh antarkan Buriram United juara Liga Thailand 5 kali beruntun
Klasemen Final Four Proliga 2026 Putri: Jakarta Pertamina Enduro Tertahan, Megawati Hangestri Cs Gagal Langsung Lolos ke Grand Final

Klasemen Final Four Proliga 2026 Putri: Jakarta Pertamina Enduro Tertahan, Megawati Hangestri Cs Gagal Langsung Lolos ke Grand Final

Klasemen Final Four Proliga 2026 setelah pertandingan penutup seri Solo antara Jakarta Pertamina Enduro yang diperkuat Megawati Hangestri melawan Jakarta Electric PLN.
Ipswich Town Menang Lagi di Championship, Bek Timnas Indonesia Elkan Baggott Justru Didepak Pelatih Kieran McKenna

Ipswich Town Menang Lagi di Championship, Bek Timnas Indonesia Elkan Baggott Justru Didepak Pelatih Kieran McKenna

Bek Timnas Indonesia Elkan Baggott tersisih dari skuad Kieran McKenna ketika Ipswich Town raih kemenangan meyakinkan atas Norwich City di Championship Inggris.
Mengenal Eksel Runtukahu, Striker Persija Jakarta yang Sedikit Menit Bermain, tapi Sudah Cetak 6 Gol

Mengenal Eksel Runtukahu, Striker Persija Jakarta yang Sedikit Menit Bermain, tapi Sudah Cetak 6 Gol

Nama Eksel Runtukahu tengah menjadi perbincangan hangat. Penyerang asal Sulawesi Utara ini baru saja menunjukkan taringnya dengan mencetak brace untuk Persija.
Selengkapnya

Viral