News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kasus Vina Cirebon Diungkap Ternyata Ada Permainan Polisi, DPR: Pak Mahfud Sudah Game Over, Jangan Banyak Omong Kosong

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman merespons komentar eks Menko Polhukam Mahfud MD terkait kasus pembunuhan Vina Cirebon yang belakangan sempat viral.
Rabu, 12 Juni 2024 - 20:09 WIB
Mahfud MD.
Sumber :
  • Dok tvOnenews.com

Jakarta, tvOnenews.com - Wakil Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman merespons komentar eks Menko Polhukam Mahfud MD terkait kasus pembunuhan Vina.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu meminta Mahfud tidak usah banyak berkomentar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebab, Mahfud sudah tidak lagi menjabat sebagai Menko Polhukam.

Habiburokhman juga menyebut komentar Mahfud sebagai omong kosong.

“Omong kosong lah Pak Mahfud, sudah game over lah, jangan banyak komentar lagi,” kata Habiburokhman di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (12/6/2024).

Sebelumnya, Mahfud menilai kasus pembunuhan Vina memang ada permainan hukum dari aparat penegak hukum.

tvonenews

Sebab, konstruksi kasusnya waktu itu ada 10 atau 11 orang yang ditetapkan tersangka.

Kemudian, sebanyak 10 atau 11 orang yang sudah dinyatakan sebagai tersangka diajukan ke pengadilan dan ada berita acaranya.

Sebanyak delapan orang sudah ditangkap, sedangkan tiga orang lainnya dinyatakan sebagai buronan.

Namun, setelah film berjudul “Vina: Sebelum 7 Hari” tayang di bioskop, tiga orang tersangka yang diumumkan menjadi buron, tiba-tiba dinyatakan salah sebut.

"Beda loh, unprofessional itu mungkin ada orang yang kurang cakap, kurang hati-hati, itu tidak profesional. Tapi, kalau ada permainan untuk melindungi seseorang atau mendapat bayaran dari seseorang untuk mengaburkan kasus, itu sebenarnya sebuah permainan yang jahat. Nah, saya cenderung ini lebih dari unprofessional," kata Mahfud dalam akun YouTube-nya, Selasa (11/6/2024).

Eks Ketua Mahkamah Konstitusi itu mengatakan hukum di Indonesia seringkali dimain-mainkan jika sudah berkaitan dengan pejabat atau uang.

"Betapa hukum kita itu sering bisa dimain-mainkan. Saya tidak ingin katakan selalu dimain-mainkan, tapi sangat sering dimain-mainkan kalau sudah menyangkut pejabat atau mungkin menyangkut duit," ujar Mahfud.

Atas hal itu, Pakar Hukum Tata Negara itu merasa kasus pembunuhan Vina memang ada permainan.

Sebab, tiga orang yang menjadi buronan seolah dilupakan begitu saja selama delapan tahun terakhir.

Kemudian, muncul lagi pencarian kepada buronan-buronan itu setelah film “Vina: Sebelum 7 Hari” tayang dan menjadi perbincangan publik.

Diketahui, kasus Vina kembali jadi perhatian masyarakat setelah diangkat ke layar lebar pada 2024 dengan judul "Vina Sebelum 7 Hari, A True Story Revealed by Vina's Spirit". 

Kasus terjadi pada Sabtu 27 Agustus 2016 dini hari.

Vina dan kekasihnya Muhammad Risky Rudiana atau Eki, tewas akibat dikeroyok anggota geng motor di Jalan Perjuangan depan SMP 11 Kali Tanjung Cirebon.

Bahkan sebelum dihabisi secara brutal dan keji, dikabarkan Vina diperkosa oleh para pelaku yang berjumlah 11 orang.

Jasad korban Vina, warga Kampung Samadikun, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon dan kekasihnya Eki, ditemukan pada Minggu 28 Agustus 2016 pagi.

Kasus pembunuhan dan pemerkosaan ini ditangani oleh Polres Cirebon Kota.

Setelah melakukan serangkaian penyelidikan intensif, polisi berhasil menangkap 8 dari 11 pelaku.

Kedelapan pelaku sudah diadili dan dijatuhi hukuman.

Mereka antara lain, Jaya, Supriyanto, Eka Sandi, Hadi Saputra, Eko Ramadhani, Sudirman, Rivaldi Aditya Wardana, dan Saka Tatal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebanyak 7 dari 8 pelaku dewasa divonis hukuman penjara seumur hidup.

Sedangkan satu tersangka yang saat kejadian masih di bawah umur, divonis 8 tahun penjara.(saalkf)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Betapa Kagetnya Orang Tua Temukan Uang Ratusan Ribu dalam Tas Anak Gadisnya, Ternyata Ia Bekerja Jadi PSK

Betapa Kagetnya Orang Tua Temukan Uang Ratusan Ribu dalam Tas Anak Gadisnya, Ternyata Ia Bekerja Jadi PSK

Kasus dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang melibatkan anak di bawah umur kembali mengguncang Kota Blitar. 
KDM Tolak Keras Ajakan Bupati Bogor Bertemu Para Pengusaha Tambang, KDM Tegas Hindari Konflik Kepentingan

KDM Tolak Keras Ajakan Bupati Bogor Bertemu Para Pengusaha Tambang, KDM Tegas Hindari Konflik Kepentingan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi soroti aksi unjuk rasa ribuan eks pekerja tambang di Kantor Pemkab Bogor, Cibinong, pada Senin (4/5/2026) lalu. Sebut kalau...
Punya Tunggakan PBB-P2? Pemprov DKI Jakarta Beri Keringanan pada 2026

Punya Tunggakan PBB-P2? Pemprov DKI Jakarta Beri Keringanan pada 2026

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali memberikan insentif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan atau PBB-P2 tahun 2026. 
Cetak 22 Gol di Liga Inggris, Mimpi AC Milan Datangkan Igor Thiago dari Brentford Hampir Mustahil karena Mahalnya Biaya Transfer

Cetak 22 Gol di Liga Inggris, Mimpi AC Milan Datangkan Igor Thiago dari Brentford Hampir Mustahil karena Mahalnya Biaya Transfer

AC Milan dihadapkan pada tantangan besar dalam upaya memperkuat lini serang mereka musim depan. Salah satu nama yang masuk radar Rossoneri adalah Igor Thiago.
Utang Pemerintah Tembus Rp9.920 Triliun Akhir Maret 2026, Setara 40,75% PDB

Utang Pemerintah Tembus Rp9.920 Triliun Akhir Maret 2026, Setara 40,75% PDB

Dalam laporannya, DJPPR menegaskan strategi pengelolaan utang tetap dilakukan secara hati-hati untuk menjaga keseimbangan portofolio pembiayaan negara.
Warga Jabar Berbondong-bondong Minta Dedi Mulyadi Fokus Atasi Kendala Akses SMKN 1 Rancabali, Bukan'Status' Sekolah

Warga Jabar Berbondong-bondong Minta Dedi Mulyadi Fokus Atasi Kendala Akses SMKN 1 Rancabali, Bukan'Status' Sekolah

Polemik terkait SMKN 1 Rancabali ramai menjadi perbincangan publik. Warga Jabar minta Dedi Mulyadi beri solusi soal masalah jarak tempuh, bukan status sekolah.

Trending

Komitmen Gubernur Malut Sherly Tjoanda, bakal Bangun Rumah Layak Huni untuk Suku Togutil: Ini Bukan Modernisasi

Komitmen Gubernur Malut Sherly Tjoanda, bakal Bangun Rumah Layak Huni untuk Suku Togutil: Ini Bukan Modernisasi

Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda Laos berkomitmen Pemprov Malut akan melakukan pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat adat Suku Togutil.
Bukan Tanam Sayur, Dedi Mulyadi Kasih Upah Rp2 Juta ke Petani Cianjur Buat Lakukan Hal Ini

Bukan Tanam Sayur, Dedi Mulyadi Kasih Upah Rp2 Juta ke Petani Cianjur Buat Lakukan Hal Ini

Banjir yang melanda kawasan dataran tinggi seperti Puncak dan Cipanas, Kabupaten Cianjur, memicu keprihatinan serius Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM). 
TRENDING: Sherly Tjoanda Tahan Tawa Dengar Permintaan Pejabat, hingga Kades Hoho Mengaku Tertekan ke Dedi Mulyadi

TRENDING: Sherly Tjoanda Tahan Tawa Dengar Permintaan Pejabat, hingga Kades Hoho Mengaku Tertekan ke Dedi Mulyadi

Sejumlah video pejabat daerah kembali ramai diperbincangkan publik di media sosial. Mulai dari Gubernur Malut Sherly Tjoanda hingga Gubernur Jabar Dedi Mulyadi.
Dikabarkan Ada Bocah Dibully karena Ngomong Bahasa Inggris, Gubernur Malut Sherly Tjoanda: Just Ignore Them

Dikabarkan Ada Bocah Dibully karena Ngomong Bahasa Inggris, Gubernur Malut Sherly Tjoanda: Just Ignore Them

Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda Laos menemui Altaf, bocah asal Ternate yang dicemooh teman-temannya efek kerap bicara bahasa Inggris dengan turis.
Kelewat Jujur, Celetukan Gubernur Sherly Tjoanda saat Cicipi Kenari Sebelei Bikin Warganet Tertawa

Kelewat Jujur, Celetukan Gubernur Sherly Tjoanda saat Cicipi Kenari Sebelei Bikin Warganet Tertawa

Kelewat jujur, celetukan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda saat cicipi buah kenari Desa Sebelei langsung viral di medsos dan sukses bikin warganet tertawa.
Gubernur Sherly Tjoanda Kaget Anak-anak Tak Bisa Jawab Satu Tambah Satu, Soroti Peran Orang Tua: Mana Mamanya?

Gubernur Sherly Tjoanda Kaget Anak-anak Tak Bisa Jawab Satu Tambah Satu, Soroti Peran Orang Tua: Mana Mamanya?

Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda Laos geleng-geleng kepala anak-anak terdiam saat dikasih pertanyaan perhitungan dasar matematika viral di medsos.
Tepati Janji Kampanye, Sherly Tjoanda Kunjungi Suku Togutil, Perjuangkan Hunian untuk Masyarakat Adat

Tepati Janji Kampanye, Sherly Tjoanda Kunjungi Suku Togutil, Perjuangkan Hunian untuk Masyarakat Adat

Tepati janji kampanye, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda kunjungi Suku Togutil, perjuangkan hunian untuk masyarakat adat.
Selengkapnya

Viral