GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Densus 88 Imbau Para Orang Tua Periksa Ponsel Anak Guna Cegah Terorisme

Densus 88 Antiteror Polri mendorong orang tua untuk mengecek ponsel anak demi mencegah anak menjadi korban rekrutmen jaringan terorisme.
Selasa, 18 November 2025 - 15:38 WIB
Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri AKBP Mayndra Eka Wardhana (tengah) berbicara dalam konferensi pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (18/11/2025).
Sumber :
  • ANTARA/Nadia Putri Rahmani.

Jakarta, tvOnenews.com - Densus 88 Antiteror Polri mendorong orang tua untuk mengecek ponsel anak demi mencegah anak menjadi korban rekrutmen jaringan terorisme.

Hal itu diungkap langsung oleh Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri AKBP Mayndra Eka Wardhana dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (18/11/2025).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Orang tua punya kendali terhadap anaknya. Ambil handphone (ponsel) putra-putrinya, secara sidak seperti itu,” katanya. 

Ia mengungkapkan, perekrutan anak-anak ke dalam jaringan terorisme menggunakan latar belakang ideologi kanan, seperti agama.

“Mungkin ada pertanyaan seperti ini, ‘Manakah yang lebih baik antara Pancasila dengan kitab suci?’, itu salah satu jebakan pertama,” katanya.

Padahal, ujar dia, Pancasila dan kitab suci bukanlah dua hal yang bisa dibandingkan karena memiliki posisi yang berbeda.

Ia melanjutkan, jika anak menjawab kitab suci lebih baik daripada Pancasila, kemudian akan ditanya kembali mana yang lebih baik antara negara Indonesia dengan negara berdasarkan agama.

Apabila menjawab agama, maka anak akan direkrut masuk ke dalam grup jaringan terorisme.

Mayndra juga mengungkapkan, ada fenomena di mana anak sudah keluar dari grup, tetapi diundang masuk kembali oleh admin.

Maka dari itu, ia mendorong orang tua untuk mengecek ponsel anak untuk mencegah menjadi korban rekrutmen terorisme.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan bahwa Polri merekomendasikan empat langkah utama guna mencegah anak menjadi korban rekrutmen jaringan terorisme.

Langkah pertama adalah adanya kajian regulasi terkait pembatasan dan pengawasan pemanfaatan media sosial untuk anak di bawah umur.

Kedua, pembentukan tim terpadu lintas kementerian/lembaga untuk deteksi dini, edukasi, intervensi pencegahan, penegakan hukum, pendampingan psikologis, serta pengawasan pascaintervensi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketiga, penyusunan standard operating procedure (SOP) teknis bagi seluruh pemangku kepentingan agar penanganan dilakukan secara cepat, seragam, dan sesuai pada mandat serta tupoksi pada masing-masing institusi.

Terakhir, Polri meminta agar seluruh elemen masyarakat untuk peduli dengan fenomena ini dan dapat terus ikut serta dalam menghentikan mata rantai rekrutmen online.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Eks Pelatih Timnas Asal Brasil Putar Arah, Kini Kembangkan Talenta Sepak Bola Putri Indonesia

Eks Pelatih Timnas Asal Brasil Putar Arah, Kini Kembangkan Talenta Sepak Bola Putri Indonesia

Eks pelatih Timnas Indonesia asal Brasil Jacksen Tiago kini fokus mengembangkan talenta sepak bola putri lewat program usia dini di berbagai kota.
Heboh Wanita 20 Tahun Coba Bunuh Diri di Depan Istana Merdeka, Polisi Ungkap Kondisinya Sekarang

Heboh Wanita 20 Tahun Coba Bunuh Diri di Depan Istana Merdeka, Polisi Ungkap Kondisinya Sekarang

Polisi ungkap kondisi terkini seorang wanita berinisial J (20) yang diduga akan melakukan aksi bunuh diri di depan Istana Merdeka, Minggu (22/3/2026) lalu.
Sherly Tjoanda Laos Kembali Disorot, Harta Nyaris Rp1 Triliun hingga Dugaan Tambang Ilegal Jadi Sorotan

Sherly Tjoanda Laos Kembali Disorot, Harta Nyaris Rp1 Triliun hingga Dugaan Tambang Ilegal Jadi Sorotan

Sherly Tjoanda Laos kembali disorot, dari kekayaan Rp972 miliar hingga dugaan tambang ilegal dengan denda Rp500 miliar.
Anggota Polisi Bernama Brigadir Fajar Meninggal Dunia saat Jalankan Tugas di Arus Mudik, Gubernur Jabar Kang Dedi Mulyadi Beri Pesan Menyentuh

Anggota Polisi Bernama Brigadir Fajar Meninggal Dunia saat Jalankan Tugas di Arus Mudik, Gubernur Jabar Kang Dedi Mulyadi Beri Pesan Menyentuh

Baru-baru ini Dedi Mulyadi menyampaikan kabar duka cita atas meninggalnya anggota kepolisian.
Derby Persita di Level Internasional Gagal Terjadi Akibat Konflik Timur Tengah

Derby Persita di Level Internasional Gagal Terjadi Akibat Konflik Timur Tengah

Adalah dua punggawa Persita, pemain Kirgistan, Tamirlan Kozubaev yang akan melawan pemain Guinea Khatulistiwa, Pablo Ganet yang gagal berpartisipasi dalam laga uji coba yang berlangsung di Antalya, Turki, pada Rabu (25/3/2026). 
Putri KW Naik Level di Eropa, Dua Faktor Ini Jadi Evaluasi PBSI Usai Belum Bawa Gelar Juara

Putri KW Naik Level di Eropa, Dua Faktor Ini Jadi Evaluasi PBSI Usai Belum Bawa Gelar Juara

Putri KW jadi salah satu pebulutangkis tunggal putri tumpuan Indonesia untuk meraih gelar juara.

Trending

Terima Kasih FIFA! Timnas Indonesia Ketiban Untung Jelang Hadapi Saint Kitts and Nevis, Garuda Kini Melejit

Terima Kasih FIFA! Timnas Indonesia Ketiban Untung Jelang Hadapi Saint Kitts and Nevis, Garuda Kini Melejit

Jelang laga kontra Saint Kitts and Nevis, Timnas Indonesia mendapat kabar menggembirakan dari FIFA. Peringkat dunia skuad Garuda dipastikan mengalami kenaikan.
Dipecat Red Sparks, Wipawee Srithong Tampil Gemilang di Final Four Liga Voli Thailand 2026

Dipecat Red Sparks, Wipawee Srithong Tampil Gemilang di Final Four Liga Voli Thailand 2026

Wipawee Srithong mampu tampil gemilang di final four Liga Voli Thailand 2026 usai dipecat oleh Red Sparks beberapa waktu lalu.
Maarten Paes dan Ole Romeny Sudah Gabung, 15 Pemain di Latihan Perdana Timnas Indonesia

Maarten Paes dan Ole Romeny Sudah Gabung, 15 Pemain di Latihan Perdana Timnas Indonesia

Sebanyak 15 pemain telah bergabung dalam latihan terbuka untuk media ini. Seluruh pemain dari Super League dan beberapa pemain Timnas Indonesia abroad pun telah bergabung. 
Megawati Hangestri Gagal Comeback, Pesan Tegas PSSI, Keputusan John Herdman Pilih Cahya Supriadi Dipertanyakan

Megawati Hangestri Gagal Comeback, Pesan Tegas PSSI, Keputusan John Herdman Pilih Cahya Supriadi Dipertanyakan

3 berita sport terpopuler: Megawati Hangestri jadi sorotan di Korea, PSSI kirim pesan tegas untuk fans Garuda, hingga keputusan John Herdman dipertanyakan.
Tak Mau Pendam Lagi, Patrick Kluivert Akhirnya Buka Suara soal Kegagalannya Bersama Timnas Indonesia

Tak Mau Pendam Lagi, Patrick Kluivert Akhirnya Buka Suara soal Kegagalannya Bersama Timnas Indonesia

Patrick Kluivert akhirnya buka suara soal kegagalannya bersama Timnas Indonesia. Singgung soal target ke Piala Dunia 2026 sangat berat.
Agen Megawati Hangestri Bocorkan Red Sparks Bukan Satu-satunya Tim yang Incar Megatron untuk Liga Voli Korea Musim Depan

Agen Megawati Hangestri Bocorkan Red Sparks Bukan Satu-satunya Tim yang Incar Megatron untuk Liga Voli Korea Musim Depan

Nama bintang voli Idnoensia yang berasal dari Jember, Megawati Hangestri, belakangan mendadak kembali menjadi perbincangan hangat di Korea Selatan.
Jelang FIFA Series 2026, Ivan Kolev Beri Prediksi Strategi John Herdman: Dia Akan Andalkan

Jelang FIFA Series 2026, Ivan Kolev Beri Prediksi Strategi John Herdman: Dia Akan Andalkan

Ivan Kolev memprediksi debut John Herdman bersama Timnas Indonesia di FIFA Series 2026 akan beri lebih banyak kesempatan kepada pemain lokal untuk bersinar.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT