Tak Cuma Angka, Kemendagri Kembangkan Instrumen Ukur Kinerja Penurunan Pengangguran
- Kemendagri
Menurutnya, tanpa indikator yang tepat, pengukuran kinerja daerah berpotensi tidak mampu menangkap akar persoalan ketenagakerjaan secara menyeluruh.
"Ada indikator-indikator yang perlu menjadi perhatian sehingga tantangan ketenagakerjaan dapat terjawab dengan tepat," ungkapnya.
Pandangan serupa disampaikan perwakilan Kementerian Ketenagakerjaan M. Mustafa Sarinanto. Ia menyebut tren pengangguran nasional mulai menunjukkan perbaikan setelah pandemi, meski masih menyisakan tantangan terkait kualitas pekerjaan.
“Memang pengangguran sempat meningkat sejak pandemi COVID-19, namun saat ini sudah mulai melandai. Dari 2021 hingga 2025, jumlah pengangguran menunjukkan tren penurunan. Namun, sebagian besar penyerapan tenaga kerja masih terjadi di sektor informal dengan tingkat upah yang relatif rendah,” jelas Mustafa.
Ia menambahkan, tingginya dominasi sektor informal yang cenderung stagnan menunjukkan pasar kerja belum sepenuhnya bergerak ke arah yang lebih produktif.
Karena itu, pengukuran kinerja dinilai tidak cukup hanya mengandalkan data Sakernas, melainkan perlu pendekatan yang lebih luas dan terintegrasi.
“Ini menandakan kita tidak hanya berbicara soal penurunan angka pengangguran, tetapi juga kualitas pekerjaan. Karena itu, pengukuran tidak bisa hanya mengandalkan data Sakernas (Survei Angkatan Kerja Nasional), melainkan perlu pendekatan yang lebih luas dan terintegrasi,” pungkasnya. (rpi)
Load more