Maruarar Sirait Tancap Gas Bangun Rumah Rakyat, Tegas: Lahan Negara Harus Kembali untuk Rakyat
- Tim tvOnenews/Abdul Gani Siregar
Jakarta, tvOnenews.com - Komitmen pemerintah dalam menghadirkan hunian layak bagi masyarakat semakin nyata. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, menegaskan langkah tegas untuk mengoptimalkan lahan negara demi pembangunan rumah rakyat, termasuk di kawasan strategis seperti bantaran rel kereta.
Langkah ini merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong pemanfaatan aset negara secara maksimal untuk kepentingan masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah.
Negara Harus Hadir, Lahan untuk Rakyat
Dalam inspeksi di kawasan Tanah Abang, Jakarta, Maruarar menyoroti banyaknya lahan milik negara, khususnya milik PT Kereta Api Indonesia (KAI), yang saat ini dikuasai pihak lain.
Menurutnya, jika secara hukum lahan tersebut merupakan milik negara, maka tidak boleh ada pihak yang menghalangi pemanfaatannya untuk kepentingan publik.
Ia menegaskan bahwa pembangunan di kawasan tersebut bukan untuk kepentingan pengembang, melainkan sepenuhnya untuk rumah rakyat.
“Kalau ini milik negara dan punya kekuatan hukum, tidak boleh kalah. Negara harus hadir dan digunakan untuk kepentingan rakyat,” tegasnya.
Pendekatan Persuasif, Utamakan Dialog
Meski bersikap tegas, pemerintah tetap mengedepankan pendekatan persuasif kepada pihak-pihak yang saat ini menempati lahan negara.
Maruarar menyebut, tidak semua pihak yang menguasai lahan berasal dari kelompok tertentu, tetapi juga masyarakat umum. Oleh karena itu, komunikasi dan dialog menjadi langkah awal sebelum penataan dilakukan.
Dalam kunjungannya, Maruarar juga sempat berdialog dengan tokoh masyarakat, termasuk Hercules, yang menyatakan kesediaannya untuk menyerahkan lahan kepada negara jika dibutuhkan untuk pembangunan rumah rakyat.
Hal ini menjadi sinyal positif bahwa kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat tetap terbuka untuk mendukung program strategis nasional.
Inventarisasi Lahan untuk Percepatan Program
Pemerintah kini tengah melakukan inventarisasi besar-besaran terhadap lahan negara yang tersebar di berbagai daerah. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat realisasi program perumahan rakyat secara nasional.
Selain Jakarta, temuan serupa juga ditemukan di Bandung dan sejumlah kota lain, di mana lahan milik negara memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi hunian.
Maruarar menegaskan, seluruh lahan negara harus dimanfaatkan secara optimal sesuai arahan Presiden.
Load more