Strategi Cerdik Dedi Mulyadi: Libatkan Toko Bangunan Lokal, Anggaran Bedah Rumah Warga Justru Bisa Sisa dan Lebih Hemat
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi (KDM) menetapkan target ambisius untuk memperbaiki sekitar 40.000 unit Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di seluruh wilayah Jabar pada tahun 2026.
Bekerja sama dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), program ini mengedepankan efisiensi melalui skema unik yang disebut "tender rakyat".
Gubernur Dedi Mulyadi mengungkapkan bahwa Jawa Barat mendapatkan porsi bantuan terbesar dari total target nasional yang mencapai 400.000 unit tahun ini.
Sebagai titik awal, renovasi dilakukan pada 10 rumah di Kampung Kiaraeunyeuh, Desa Banyusari, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung.
Program ini menarik perhatian karena menggunakan mekanisme Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang memberdayakan UMKM atau toko bangunan setempat.
"Melalui tender rakyat, kelompok penerima manfaat mengundang tiga toko bangunan terdekat untuk berkompetisi memberikan harga material paling kompetitif," ujar Dedi Mulyadi dalam keterangannya di Bandung, Kamis (16/4).
Keunggulan sistem ini sudah terlihat di Desa Banyusari. Dari total anggaran material sebesar Rp175 juta untuk 10 unit rumah, pemenang tender dari UMKM lokal mampu menyanggupi pengerjaan hanya dengan biaya Rp164 juta.
Sisa dana dari hasil penghematan tersebut tidak hangus, melainkan dikembalikan kepada warga untuk semakin meningkatkan kualitas bangunan mereka.
Menteri PKP, Maruarar Sirait, yang hadir langsung dalam peluncuran simbolis pada Senin (13/4) malam, menjelaskan bahwa tiap unit rumah mendapatkan kucuran dana Rp20 juta yang diperuntukkan bagi upah tukang dan bahan bangunan.
Maruarar optimis model kolaborasi ini akan memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat bawah.
"Program bedah rumah ini berpotensi mendorong perputaran ekonomi di berbagai daerah serta menghadirkan keadilan bagi masyarakat berpenghasilan rendah," kata Maruarar.
Ada momen menyentuh saat Dedi Mulyadi berdialog dengan salah satu penerima bantuan, Lis Mulyani.
Selain rumahnya diperbaiki oleh negara, Lis yang sehari-hari bekerja sebagai penjahit mendapatkan kejutan berupa modal usaha tambahan secara pribadi dari sang Gubernur.
"Dari Menteri PKP sebesar Rp20 juta, insyaallah dari saya ada tambahan Rp20 juta lagi. Buat tambah modal usaha menjahitnya," ucap Dedi.
Load more