Pembangunan Papua Jadi Perhatian, Infrastruktur hingga Pendidikan Terus Didorong
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Pakar komunikasi sosial politik Universitas Padjadjaran, Rusdin Tahir, menegaskan bahwa pembahasan mengenai Papua perlu dilihat secara utuh, objektif, dan berbasis data agar masyarakat memperoleh gambaran yang berimbang mengenai kondisi di wilayah tersebut.
Menurut Rusdin, narasi tentang Papua tidak seharusnya hanya berfokus pada satu sisi persoalan, melainkan juga memperhatikan berbagai capaian pembangunan yang telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir.
“Jika kita berbicara tentang Papua, maka pijakannya harus data. Pemerintah telah mengalokasikan dana dalam jumlah triliunan rupiah untuk mendukung pembangunan daerah, mulai dari infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujar Rusdin Tahir, Rabu (13/5/2026).
Papua Disebut Mengalami Berbagai Perkembangan
Rusdin menjelaskan bahwa pembangunan di Papua mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari infrastruktur dasar hingga peningkatan kualitas layanan publik.
Menurutnya, pembangunan tersebut bertujuan membuka akses masyarakat di wilayah terpencil sekaligus mendorong pemerataan kesejahteraan.
Ia menilai kebijakan Otonomi Khusus Papua menjadi salah satu langkah penting dalam mempercepat pembangunan daerah dan memberikan ruang yang lebih besar bagi masyarakat Papua dalam proses pembangunan.
Kebijakan tersebut diatur dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 dan diperbarui melalui Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2021.
“Otonomi Khusus bukan sekadar kebijakan administratif, melainkan instrumen afirmatif negara untuk memberikan ruang yang lebih besar bagi masyarakat Papua dalam proses pembangunan,” jelasnya.
Pembangunan Papua Dinilai Perlu Kolaborasi
Rusdin menambahkan bahwa pembangunan Papua memerlukan dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak agar berjalan berkelanjutan dan tepat sasaran.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga terkait, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mendorong pemerataan pembangunan di Papua.
“Pembangunan Papua tidak bisa dilakukan secara terpisah. Diperlukan sinergi agar pemerataan pembangunan dapat benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya komunikasi publik yang objektif dalam membahas Papua.
Menurut Rusdin, penyampaian informasi yang seimbang penting agar masyarakat dapat melihat Papua secara lebih komprehensif, termasuk memahami capaian pembangunan yang telah berjalan dan tantangan yang masih perlu diselesaikan bersama.
“Papua harus dilihat secara objektif dan komprehensif. Ada capaian pembangunan yang nyata, tetapi juga masih terdapat tantangan yang perlu diselesaikan bersama. Keduanya harus disampaikan secara proporsional,” tegasnya.
Tantangan Pembangunan Masih Perlu Dibenahi
Selain menyoroti perkembangan pembangunan, Rusdin juga mengingatkan masih adanya sejumlah tantangan yang dihadapi di beberapa wilayah Papua.
Menurutnya, tantangan tersebut perlu direspons melalui pendekatan yang mengedepankan perlindungan masyarakat dan keberlanjutan pembangunan.
Ia menilai pembangunan yang konsisten dan berkelanjutan menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua di berbagai sektor.
“Negara harus tetap hadir untuk memastikan masyarakat terlindungi dan pembangunan tidak terhenti,” ujarnya.
Rusdin berharap pembahasan mengenai Papua di ruang publik dapat semakin mengedepankan data, objektivitas, dan semangat membangun bersama demi mendorong kemajuan wilayah tersebut secara menyeluruh. (nsp)
Load more