GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dipanggil KPK di Kasus Haji, Segini Harta Kekayaan Muhadjir Effendy yang Kini Jadi Penasihat Khusus Presiden

Muhadjir Effendy dipanggil KPK sebagai saksi kasus korupsi kuota haji. Berikut profil, perjalanan karier, hingga total harta kekayaannya.
Senin, 18 Mei 2026 - 16:01 WIB
Penasihat Khusus Presiden Bidang Urusan Haji Muhadjir Effendy ditemui di Surabaya, Kamis (30/4).
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy sebagai saksi dalam penyidikan kasus dugaan korupsi kuota haji.

Pemanggilan dilakukan karena Muhadjir pernah menjabat sebagai Menteri Agama ad interim pada tahun 2022.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan pemeriksaan terhadap Muhadjir dijadwalkan berlangsung pada Senin (18/5/2026).

“Dalam lanjutan penyidikan perkara terkait kuota haji, hari ini penyidik menjadwalkan pemeriksaan terhadap saksi Saudara MHJ selaku Menteri Agama ad interim tahun 2022,” kata Budi kepada wartawan.

Namun, Muhadjir diketahui meminta penjadwalan ulang pemeriksaan tersebut.

“Yang bersangkutan sudah konfirmasi dan mengajukan penundaan pemeriksaan. Penyidik akan menjadwalkan ulang untuk pemeriksaannya,” lanjut Budi.

KPK Sudah Tetapkan Empat Tersangka

Dalam kasus dugaan korupsi kuota haji ini, KPK telah menetapkan empat tersangka.

Mereka adalah:

  1. Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas

  2. Mantan staf khusus Menag, Ishfah Abidal Azis alias Gus Alex

  3. Ismail

  4. Ketua Umum Asosiasi Kesthuri Asrul Azis Taba

KPK menduga terjadi pemberian uang kepada Yaqut melalui perantara mantan staf khususnya, Gus Alex.

Ismail disebut memberikan uang sebesar USD 30 ribu kepada Gus Alex. Selain itu, Ismail juga diduga menyerahkan USD 5.000 kepada mantan Dirjen PHU Kemenag Hilman Latief.

KPK menyebut kerugian negara dalam kasus ini mencapai Rp622 miliar berdasarkan hasil penghitungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Profil Muhadjir Effendy

Muhadjir Effendy lahir di Madiun, Jawa Timur, pada 29 Juli 1956. Ia dikenal sebagai akademisi, tokoh Muhammadiyah, sekaligus politikus yang pernah menduduki sejumlah jabatan penting di pemerintahan.

Saat ini, Muhadjir menjabat sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Urusan Haji di era Presiden Prabowo Subianto.

Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada periode 2016–2019, lalu dipercaya menjadi Menko PMK pada periode 2019–2024 di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Muhadjir juga sempat menjadi Pelaksana Tugas Menteri Sosial pada 2020 dan 2024 serta Plt Menteri Pemuda dan Olahraga pada 2023.

Sebelum masuk kabinet, Muhadjir dikenal luas di dunia pendidikan sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) selama tiga periode, yakni 2000–2016.

Pendidikan dan Karier Akademik

Muhadjir mengawali pendidikan tinggi di IAIN Malang sebelum melanjutkan studi sarjana di IKIP Negeri Malang yang kini menjadi Universitas Negeri Malang.

Ia kemudian meraih gelar Magister Administrasi Publik (MAP) di Universitas Gadjah Mada pada 1996.

Pendidikan doktoralnya diselesaikan di Universitas Airlangga pada bidang sosiologi militer pada tahun 2008.

Selain aktif di dunia akademik, Muhadjir juga dikenal aktif di organisasi Muhammadiyah.

Dalam struktur PP Muhammadiyah periode 2022–2027, ia dipercaya membidangi ekonomi, bisnis, dan industri halal.

Pernah Aktif Sebagai Wartawan

Tak banyak yang mengetahui bahwa Muhadjir juga memiliki latar belakang di dunia jurnalistik.

Saat muda, ia aktif sebagai wartawan di sejumlah media mahasiswa dan media lokal di Jawa Timur.

Ia pernah menjadi reporter di koran kampus MIMBAR Universitas Brawijaya hingga ikut mendirikan sejumlah media kampus seperti KOMUNIKASI dan BESTARI.

Muhadjir juga pernah menjabat Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Perwakilan Malang Raya.

Selain itu, ia aktif menulis buku, di antaranya Muhammadiyah dan Pendidikan di Indonesia, Profesionalisme Militer dan Profesionalisme TNI, hingga Paedagogi Kemanusiaan.

Total Harta Kekayaan Muhadjir Effendy

Di tengah sorotan kasus haji, total harta kekayaan Muhadjir Effendy turut menjadi perhatian publik.

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan pada 22 Januari 2025, Muhadjir tercatat memiliki kekayaan mencapai puluhan miliar rupiah.

Dalam laporan tersebut, Muhadjir tercatat memiliki aset tanah dan bangunan senilai Rp32,96 miliar.

Mayoritas aset properti tersebut berada di Malang dan Madiun, Jawa Timur.

Beberapa aset yang tercatat dalam LHKPN antara lain:

  • Tanah dan bangunan seluas 828 meter persegi di Malang senilai Rp5 miliar

  • Tanah dan bangunan 68 meter persegi di Malang senilai Rp2 miliar

  • Tanah 2.330 meter persegi di Malang senilai Rp1 miliar

  • Tanah 1.690 meter persegi di Madiun senilai Rp600 juta

  • Tanah 1.533 meter persegi di Madiun senilai Rp250 juta

Selain properti, Muhadjir juga diketahui memiliki sejumlah aset lain yang dilaporkan dalam LHKPN sebagai pejabat negara.

Dilantik Prabowo Jadi Penasihat Khusus Presiden

Pada Oktober 2024, Presiden Prabowo Subianto melantik Muhadjir Effendy sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Urusan Haji di Istana Kepresidenan Jakarta.

Pelantikan tersebut menandai kelanjutan kiprah Muhadjir di pemerintahan setelah sebelumnya menjabat di kabinet Presiden Jokowi selama hampir satu dekade.

Di lingkungan Muhammadiyah, Muhadjir juga masih aktif dalam berbagai bidang strategis, termasuk pengembangan ekonomi dan industri halal nasional. (nsp)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pramono Anung: 3.362 CCTV Jakarta Kini Dikelola Polda Metro Jaya Lewat Integrasi Sistem

Pramono Anung: 3.362 CCTV Jakarta Kini Dikelola Polda Metro Jaya Lewat Integrasi Sistem

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan sebanyak 3.362 CCTV di Jakarta dikelola oleh Polda Metro Jaya. Hal itu disampaikan usai penandatangan nota
KPK Datangi Rumah Warga di Pacitan, Diduga Lakukan Penggeledahan

KPK Datangi Rumah Warga di Pacitan, Diduga Lakukan Penggeledahan

Rombongan petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendatangi sebuah rumah di Desa Bangunsari, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.
John Herdman Yakin Jepang dan Qatar 'Ketakutan' Lawan Timnas Indonesia: Saya Punya Pengalaman dengan Kanada

John Herdman Yakin Jepang dan Qatar 'Ketakutan' Lawan Timnas Indonesia: Saya Punya Pengalaman dengan Kanada

John Herdman percaya Jepang dan Qatar tak akan mudah menghadapi Timnas Indonesia di Piala Asia 2027. Pelatih asal Inggris itu akui punya pengalaman saat menangani Kanada.
Sekolah Maung Diprotes DPRD Jabar, Maulana: Selalu di Luar dari Skema

Sekolah Maung Diprotes DPRD Jabar, Maulana: Selalu di Luar dari Skema

Anggota Komisi V DPRD Jabar, Maulana Yusuf Erwinsyah protes soal Sekolah Maung. Protes ini terkait kebijakan Pemerintah Provinsi Jabar dalam dalam mengeksekusi
Waspada Modus Penipuan, BRI Tegaskan Pengajuan KUR Tidak Ditawarkan secara Online

Waspada Modus Penipuan, BRI Tegaskan Pengajuan KUR Tidak Ditawarkan secara Online

BRI memastikan bahwa setiap pengajuan KUR hanya dilakukan melalui petugas BRI dan diproses melalui Kantor BRI. Jika ada yang menawarkan secara online, sudah dipastikan bahwa itu merupakan penipuan.
Tak Cuma Jadi Pusat Pemerintahan, IKN Kini Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Berkelanjutan

Tak Cuma Jadi Pusat Pemerintahan, IKN Kini Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Berkelanjutan

Otorita IKN menegaskan ibu kota baru tidak hanya menjadi pusat administrasi negara, tetapi juga dikembangkan sebagai destinasi wisata berkelanjutan.

Trending

Terpopuler Kemarin: Sherly Tjoanda Kirim 100 Ekor Sapi, KDM Minta Ubah Pandangan soal Situs Sunda, Sikap Tegas SMAN 1 Pontianak

Terpopuler Kemarin: Sherly Tjoanda Kirim 100 Ekor Sapi, KDM Minta Ubah Pandangan soal Situs Sunda, Sikap Tegas SMAN 1 Pontianak

Terpopuler kemarin: Sherly Tjoanda kirim 100 ekor sapi, KDM minta ubah pandangan soal situs Sunda, hingga reaksi warganet atas sikap tegas SMAN 1 Pontianak.
Melanie Subono Sentil Sikap Dewan Juri LCC Kalbar yang Enggan Minta Maaf: Anak Kecil Aja Tahu, Bukan Urusan Instansi

Melanie Subono Sentil Sikap Dewan Juri LCC Kalbar yang Enggan Minta Maaf: Anak Kecil Aja Tahu, Bukan Urusan Instansi

MPR RI memberikan pernyataan untuk menanggapi desakan publik kepada dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) di Kalimantan Barat untuk memberikan permintaan maaf.
KDM Tiba-Tiba Minta Maaf ke Warga Jawa Barat usai Puncak Kirab Mahkota Binokasih di Bandung: Saya Mohon Maaf

KDM Tiba-Tiba Minta Maaf ke Warga Jawa Barat usai Puncak Kirab Mahkota Binokasih di Bandung: Saya Mohon Maaf

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) tiba-tiba minta maaf ke warga Jawa Barat usai puncak Kirab Mahkota Binokasih di Kota Bandung. Ada apa?
Trend Terpopuler: Pengakuan Josepha Alexandra Dipanggil ke Istana, hingga Cerita Sherly Tjoanda Jatuh Cinta Pada Benny Laos

Trend Terpopuler: Pengakuan Josepha Alexandra Dipanggil ke Istana, hingga Cerita Sherly Tjoanda Jatuh Cinta Pada Benny Laos

pengakuan siswi SMAN 1 Pontianak setelah dipanggil ke Istana. kisah Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda pertama kali jatuh cinta dengan mendiang Benny Laos
Dedi Mulyadi Kaget Tiba-tiba Didatangi Pendeta dan Akademisi Papua, KDM: Saya Gubernur Jabar, Bukan Menteri

Dedi Mulyadi Kaget Tiba-tiba Didatangi Pendeta dan Akademisi Papua, KDM: Saya Gubernur Jabar, Bukan Menteri

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi kaget karena tiba-tiba didatangi pendeta dan akademisi dari Papua. Dedi Mulyadi heran padahal dirinya bukan menteri, hanya gubernur
News Terpopuler: Klien Wedding Jadi Korban Shindy Lutfiana MC LCC Kalbar, hingga Josepha Alexandra Mendapat Ancaman

News Terpopuler: Klien Wedding Jadi Korban Shindy Lutfiana MC LCC Kalbar, hingga Josepha Alexandra Mendapat Ancaman

Pemilik WO pernah kecewa dengan sikap Shindy Lutfiana, MC Lomba Cerdas Cermat di Kalimantan Barat. Kondisi Josepha Alexandra setelah diduga mendapat ancaman
Shindy Lutfiana Angkat Bicara Usai Diserang Netizen Imbas Lomba Cerdas Cermat Kalbar: DM-nya Bawa-bawa Fisik dan Anak

Shindy Lutfiana Angkat Bicara Usai Diserang Netizen Imbas Lomba Cerdas Cermat Kalbar: DM-nya Bawa-bawa Fisik dan Anak

Buntut polemik Lomba Cerdas Cermat yang digelar di Kalimantan Barat masih menjadi perhatian publik. Pernyataan yang dilontarkan MC dinilai memperkeruh suasana
Selengkapnya

Viral