Paparkan Strategi Perekonomian Indonesia, Presiden Prabowo Cetak Sejarah Baru
- YouTube tvOne
“Presiden Prabowo hari ini menegaskan bahwa ekspor kelapa sawit sampai batu bara wajib melalui BUMN. Ini adalah langkah yang sangat berani dan patriotik. Negara hadir langsung mengelola komoditas strategis bangsa agar manfaatnya benar-benar kembali kepada rakyat Indonesia,” ujarnya.
Menurut Nasarudin, kebijakan tersebut sejalan dengan amanat Pasal 33 UUD 1945 bahwa bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya harus dikuasai negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
“Hari ini Presiden menyampaikan langsung di depan parlemen bahwa negara harus hadir dalam pengelolaan sumber daya alam. Kami sebagai rakyat sangat bangga ketika beliau menegaskan pengaturan ekspor batu bara dan CPO akan dikelola langsung oleh BUMN. Ini langkah luar biasa agar Indonesia benar-benar menjadi tuan di negeri sendiri,” lanjutnya.
Ia juga menilai kebijakan tersebut akan menutup celah praktik-praktik penyalahgunaan ekspor komoditas yang selama ini merugikan negara.
“Kita tahu dalam beberapa waktu terakhir banyak persoalan ekspor CPO yang disalahgunakan demi keuntungan kelompok tertentu. Karena itu kami percaya Presiden Prabowo sedang membuat kebijakan besar demi kepentingan bangsa dan negara,” katanya.
Selain itu, Nasarudin mengapresiasi sikap tegas Presiden Prabowo terhadap birokrasi yang lambat, praktik pungli, serta komitmen pemberantasan korupsi dan reformasi tata kelola pemerintahan.
Menurutnya, semangat yang disampaikan Presiden dalam pidato tersebut sangat selaras dengan momentum Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2026.
“Jiwa patriotisme Presiden Prabowo benar-benar terasa pada Hari Kebangkitan Nasional ini. Beliau ingin Indonesia berdiri tegak, mandiri, dan tidak bisa diintervensi oleh kepentingan mana pun. Semangat kebangkitan nasional hari ini adalah semangat agar Indonesia menjadi tuan di negeri sendiri,” katanya.
Nasarudin turut serta mengajak seluruh elemen bangsa, mulai dari rakyat, akademisi, pengamat, hingga dunia usaha untuk bersama-sama mendukung kebijakan pemerintah demi kepentingan nasional.
“Kami berharap seluruh rakyat, ilmuwan, pengamat, dan pengusaha bersama-sama mendukung langkah Presiden. Meskipun mungkin ada sebagian pengusaha nakal yang merasa terganggu dengan kebijakan ini, tetapi bangsa ini harus dibangun untuk kepentingan rakyat Indonesia," ungkapnya.(raa)
Load more