News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kemenkes Godok Standarisasi Kemasan, Pelaku Industri Rokok Sebut Ancaman PHK Masif

Rencana pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berupa penyeragaman kemasan rokok terus menuai polemik.
Senin, 25 Mei 2026 - 21:53 WIB
Ilustrasi industri tembakau
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Rencana pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berupa penyeragaman kemasan rokok terus menuai polemik.

Bahkan, penolakan wacana tersebut turut dilontarkan dari berbagai elemen yang bergerak pada sektor industri tembakau diantaranya Forum Masyarakat Industri Rokok Seluruh Indonesia (Formasi).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Diketahui wacana tersebut semakin dekat terealisasi usai Kemenkes menggelar Konsultasi Publik Rancangan Peraturan Menteri Kesehatan (RPMK) tentang Pencantuman Peringatan Kesehatan sebagai turunan dari Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 (PP No. 28/2024) pada Senin (25/5/2026).

Ketua Harian Formasi, Heri Susianto menilai RPMK tentang Pencantuman Peringatan Kesehatan melanggar azas kepastian hukum, manfaat dan keadilan.

"Ego sektoralnya Kemenkes tinggi sekali. Tolonglah, jangan membuat peraturan yang menyesatkan. Amanah PP No. 28/2024 yang harusnya tentang peringatan kesehatan ini melebar sampai ke standardisasi kemasan. Selama ini masukan kami tidak dihargai, ruwet sekali. Jangan lah Kemenkes semena-mena," ujar Heri usai pertemuan.

Heri mengaku kecewa atas jalannya RPMK terlebih kebujakan Kemenkes yang dinilai tak menerima sudut pandang kubunya.

Ia mengungkap jika Indonesia merupakan negara produsen tembakau yang kedudukannya tak dapat disampaikan dengan Singapura ataupun Thailand.

"Indonesia ini produsen tembakau, jangan disamakan dengan Singapura dan Thailand yang dianggap telah menerapkan standardisasi kemasan yang ketat. Kemenkes juga jangan lupakan ada hak atas kekayaan intelektual yang dilanggar dengan di RPMK ini," tegasnya. 

Sementara, Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan dan Minuman Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP RTMM-SPSI), Henry Wardhana turut bmemberi pandangannya terkait dampak sosial ekonomi dari rencana tersebut.

Ia mengingatkan masyarakat akan merasakan secara langsung dampak sosial ekonomi terkait rancangan aturan standardisasi kemasan yang digagas Kemenkes.

"Perubahan-perubahan yang dibuat oleh Kemenkes atas pasal-pasal RPMK tentang Peringatan Kesehatan sama sekali tidak mengantisipasi dampak sosial ekonomi. Perubahan yang dibuat justru makin ketat. Pemerintah saat ini berupaya agar ekonomi tumbuh, kami minta Kemenkes jangan main-main. Tolong pertimbangkan dampak sosial ekonomi," kata Henry.

Henry juga memaparkan bahwa ekosistem pertembakauan menjadi sumber penghidupan bagi 6 juta tenaga kerja. 

Menurutnya jika pasal-pasal RPMK yang ada saat ini tetap memaksakan standardisasi kemasan maka dapat berdampak terhadap PHK masif sektor pekerja industri tembakau. 

"Sudahilah pembodohan publik ini, buatlah aturan yang bermanfaat bagi masyarakat. Sekali lagi, kami menolak RPMK yang tidak melibatkan pandangan, pendapat dari sektor lain karena memiliki dampak sosial ekonomi yang sangat besar," ungkapnya.(raa)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Masih 14 Tahun, Zayn Neymar Jadi Juara Nasional ITCR 1500 Non Seeded Termuda di Mandalika Festival of Speed 2026

Masih 14 Tahun, Zayn Neymar Jadi Juara Nasional ITCR 1500 Non Seeded Termuda di Mandalika Festival of Speed 2026

Pembalap muda asal Makassar, Ananda Zayn Neymar, mencetak sejarah di dunia balap mobil Indonesia setelah meraih gelar juara nasional ITCR 1500 Non Seeded.
Viral Video CCTV Anak Diperlakukan Kasar oleh Orang Tua di Dalam Lift, Ini 5 Dampak Buruk Sering Memarahi Anak

Viral Video CCTV Anak Diperlakukan Kasar oleh Orang Tua di Dalam Lift, Ini 5 Dampak Buruk Sering Memarahi Anak

Viral video CCTV anak diperlakukan kasar oleh orang tua di dalam lift, ini 5 dampak buruk sering memarahi anak.
Polda Jatim Luncurkan Polisi Jogo Sekolah, Perkuat Perlindungan Bagi Pelajar 

Polda Jatim Luncurkan Polisi Jogo Sekolah, Perkuat Perlindungan Bagi Pelajar 

Polisi Jogo Sekolah akan berkolaborasi dengan masyarakat, pihak sekolah, orang tua, masyarakat, serta pemangku kepentingan terkait.
Jay Idzes Absen, Sassuolo Tak Menang 3 Laga Beruntun: Media Italia Ungkap Dampak Besar Kapten Timnas Indonesia

Jay Idzes Absen, Sassuolo Tak Menang 3 Laga Beruntun: Media Italia Ungkap Dampak Besar Kapten Timnas Indonesia

Absennya Jay Idzes akibat cedera membuat Sassuolo gagal menang dalam tiga laga Serie A. Media Italia menyoroti peran kapten Timnas Indonesia di lini belakang.
Kasus Pneumonia di RSUD Jombang Tembus 1.056 Pasien, 90 Meninggal Dunia

Kasus Pneumonia di RSUD Jombang Tembus 1.056 Pasien, 90 Meninggal Dunia

Panas terik, angin kencang, dan banyaknya debu diduga turut memperburuk kondisi kesehatan masyarakat.
Karhutla Gunung Ciremai, Pemadaman di Darat Terkendala Medan

Karhutla Gunung Ciremai, Pemadaman di Darat Terkendala Medan

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai, Jawa Barat. Pemadaman di darat terkendala karena sejumlah titik api berada di ketinggian lebih dari 1.000 meter di atas permukaan laut dan medannya sulit dijangkau.

Trending

Kronologi Eks Kopassus Dibacok Tetangga Rumah di Cakung, Langsung Balas Banting Pelaku

Kronologi Eks Kopassus Dibacok Tetangga Rumah di Cakung, Langsung Balas Banting Pelaku

Seorang mantan anggota Kopassus inisial MF (49) menjadi korban pembacokan oleh tetangganya sendiri, JB (57), hanya karena masalah sepele terkait renovasi rumah.
Mantan Anggota TNI Dibacok Tetangga Gegara Renovasi Rumah di Cakung, Alami Luka di Kepala

Mantan Anggota TNI Dibacok Tetangga Gegara Renovasi Rumah di Cakung, Alami Luka di Kepala

Eks anggota TNI berinisial MF (49) luka-luka usai dibacok tetangganya, akibat masalah renovasi rumah di Perumahan JGC, Cakung, Jakarta Timur, Kamis (22/10).
Jadwal KRL Hari Ini 23 Oktober 2026 Rute Bogor-Jakarta Kota, Cek Dulu Sebelum Berangkat

Jadwal KRL Hari Ini 23 Oktober 2026 Rute Bogor-Jakarta Kota, Cek Dulu Sebelum Berangkat

Cek jadwal KRL hari ini 23 Oktober 2026 rute Bogor-Jakarta Kota sebelum berangkat. Perlu dicatat, jadwal KRL bisa berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan operasional.
Park Hang-seo Ungkap Alasan Thailand Terus Kalah dari Vietnam, Pernyataannya Picu Kontroversi

Park Hang-seo Ungkap Alasan Thailand Terus Kalah dari Vietnam, Pernyataannya Picu Kontroversi

Pemilik Kanchanaburi FC menegaskan dukungannya kepada Park Hang-seo di tengah kontroversi akibat kritik keras terhadap wasit Thailand. Ia memastikan posisi.
Diakui 11 Negara ASEAN, Wamen Investasi Raih Honorary Fellow Award di CAFEO 44 atas Kontribusi Hilirisasi

Diakui 11 Negara ASEAN, Wamen Investasi Raih Honorary Fellow Award di CAFEO 44 atas Kontribusi Hilirisasi

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu, menerima penghargaan Honorary Fellow Award dalam ajang 44th CAFEO 44 yang digelar di Bandung. 
Peringati Hari Santri Nasional, 1 Juta Liter Air Disalurkan ke Daerah Terdampak Kekeringan dan Karhutla

Peringati Hari Santri Nasional, 1 Juta Liter Air Disalurkan ke Daerah Terdampak Kekeringan dan Karhutla

Momentum Hari Santri Nasional yang jatuh pada Kamis (22/10) diperingati dengan cara yang berbeda oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (BEM PTNU) Se-Nusantara. 
Bukan Megatron, Megawati Hangestri Lagi-lagi Dapat Julukan Baru dari Media Korea

Bukan Megatron, Megawati Hangestri Lagi-lagi Dapat Julukan Baru dari Media Korea

Megawati Hangestri kembali mendapat julukan baru dari media Korea setelah mencetak 29 poin bersama Hyundai Hillstate di KOVO Cup 2026.
Selengkapnya

Viral