Motif Pembunuhan Wanita di Simpang Yasmin Bogor Terbongkar, Pelaku Sakit Hati Hingga Ancam dengan Sajam
- Kolase tvOnenews.com/ Tim tvOne - Apa Kabar Indonesia Malam
tvOnenews.com - Kasus pembunuhan terhadap seorang wanita yang jasadnya ditemukan di Simpang Yasmin, Jalan Sholeh Iskandar, Kecamatan Tanah Sareal, Bogor, akhirnya menemui titik terang.
Pihak kepolisian membuka tabir ini dengan menggelar konferensi pers di Polres Bogor, pada Senin (25/5/2026).
TRIGGER WARNING: Berita ini berpotensi memicu perasaan tidak nyaman bahkan mengganggu terutama bagi penyintas trauma dan penderita stres pasca trauma (PTSD) karena mengandung deskripsi mengenai kekerasan dan penganiayaan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, Kapolres Bogor Kombes Rio Wahyu Anggoro mengatakan pertemuan antara pelaku dan korban ini bukan yang pertama kali.
Korban dan pelaku merupakan teman saat masih bersekolah di SMK di daerah Bogor. Setelah lama tak bertemu, keduanya bertemu lagi pada 2 Mei 2026.
Pelaku bernama M Febryan alias Ambon (26) mengaku kesal dengan ucapan korban yang menyebut dirinya tidak memiliki orang tua saat ditemuinya 2 Mei lalu.
Berawal dari perasaan sakit hati, kemudian Febryan merencanakan pertemuan kedua pada 22 Mei 2026.
“Korban menanyakan kepada tersangka ‘dimana orang tuamu?’. Ini menurut pemeriksaan tersangka, kemudian tersangka menyampaikan ‘saya sudah tidak punya orang tua’ sehingga ada kalimat-kalimat yang membuat tersangka sakit hati,” ungkap Kapolres Bogor Kombes Rio Wahyu Anggoro pada konferensi pers, Senin (25/5/2026).
- istimewa
Saat pertemuan berikutnya, pelaku telah menyiapkan senjata tajam berupa golok dan mengancam korban akan melakukan pembunuhan.
Lalu, Febryan menawarkan jalan damai dengan meminta korban untuk memberi uang tetapi korban tidak mau melakukannya.
“Pada saat pertemuan kedua, korban tidak tahu bahwa tersangka sudah menyiapkan peralatan-peralatan. Kemudian tersangka memperlihatkan golok lalu mengancam akan melakukan pembunuhan,” jelas Kombes Rio.
“Tapi terjadilah si tersangka menyampaikan kalau mau damai ataupun mau aman, minta uang. Si korban tidak mau, di dalam mobil eksekusi di daerah Pakansari,” sambungnya.
Lebih lanjut, korban dijerat menggunakan dasi hingga tidak sadarkan diri dan dibawa berkeliling dengan menggunakan mobil.
“Korban dijerat dengan menggunakan dasi yang sudah dibawa oleh si tersangka. Setelah dijerat sudah pingsan, korban dibawa muter-muter dalam keadaan tidak sadarkan diri,” ujarnya.
Load more