Soal Rencana Mahasiswa Gelar Aksi Reformasi Jilid 2, Kapolri Imbau Konstruktif dan Terukur
- tvOnenews.com/Adinda
Jakarta, tvOnenews.com - Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo buka suara soal rencana aksi unjuk rasa bertajuk “Reformasi Jilid 2”, yang telah beredar di media sosial.
Salah satunya yaitu diunggah dalam akun X @buahlil_ku, dengan keterangan “Unjuk Rasa: Mahasiswa beri tenggat 18 hari, ancam demo reformasi jilid 2.
Mahasiswa BEM SI Jateng memberi tenggat 18 hari kepada pemerintah untuk menguatkan rupiah. Jika gagal, mereka mengancam menggelar Reformasi Jilid 2”.
Beberapa akun juga menyerukan aksi Reformasi Jilid II, yang beberapa aksinya akan digelar di Jawa Tengah.
Kapolri mengimbau kepada masyarakat agar dapat melakukan kegiatan yang bersifat konstruktif atau memiliki sifat untuk membangun.
“Tentunya yang pertama terkait dengan kegiatan di masyarakat, tentu kita selalu mengimbau agar semua kegiatan dilaksanakan dalam bentuk yang konstruktif,” kata Sigit, di Mabes Polri, Rabu (10/6/2026).
Kemudian, Jenderal Polisi Bintang Empat ini berkomitmen untuk terus menjaga kegiatan dan aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat.
“Dan kami, Polri, tentunya akan terus menjaga agar apapun bentuk kegiatan dan aspirasi dari masyarakat semuanya dalam kondisi yang konstruktif dan terukur,” ungkap Sigit.
Hal ini menurut Sigit menjadi imbauan di tengah situasi di Indonesia yang terjadi.
“Dan itu menjadi imbauan kita bersama di tengah situasi yang ada,” ucap Sigit. (Ars/rpi)
Load more