Dukung Pembahasan RUU HAM, Komisi XIII DPR Tekankan Pentingnya Literasi Hukum dan Refleksi Sejarah Pergerakan
- DPR RI
tvOnenews.com, Yogyakarta – Upaya memperkuat kerangka perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia terus mendapatkan dorongan positif. Ketua Komisi XIII DPR RI Willy Aditya menilai bahwa pemahaman sejarah dan nilai-nilai pergerakan kemanusiaan merupakan modal penting dalam membangun regulasi hukum yang adil dan berorientasi pada masa depan.
Hal tersebut disampaikannya dalam diskusi literasi HAM melalui bedah novel Mereka yang Ditelan Malam karya Ilham Oktafian di Ruang Literasi Kaliurang, Yogyakarta, Selasa (3/11/2026) malam.
Menurut Willy, ikatan sejarah antara gerakan mahasiswa dan perjuangan rakyat di masa lalu membuktikan bahwa aspirasi kemanusiaan selalu menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan bangsa.
Karya sastra pun menjadi salah satu medium efektif untuk merawat ingatan kolektif tersebut secara bijak.
“Jadi suatu hal yang benar-benar memiliki benang merah bagaimana spirit gerakan mahasiswa di masa itu tidak terpisah dengan gerakan rakyatnya. Memahami masa lalu menjadi salah satu modal penting untuk merajut masa depan yang lebih menghargai nilai-nilai kemanusiaan,” ujar Willy.
![]()
Dorongan untuk menyempurnakan perangkat hukum HAM juga disampaikan oleh Ketua Solidaritas Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi (SMID) Kota Yogyakarta 1996 Yul Amrozi.
Yul menekankan bahwa pembahasan Rancangan Undang-Undang Hak Asasi Manusia (RUU HAM) sangat krusial agar negara memiliki instrumen hukum yang responsif terhadap perkembangan zaman, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika relasi sosial modern.
“RUU HAM harus mampu membaca zaman. Tantangan HAM hari ini tentu berbeda dengan 20 atau 30 tahun lalu. Karena itu, perangkat hukumnya juga harus berkembang agar negara benar-benar hadir memberikan perlindungan kepada warga,” tegas Yul.
Ia menambahkan, penyusunan RUU HAM perlu melibatkan partisipasi bermakna dari berbagai elemen masyarakat sipil, akademisi, hingga kelompok rentan agar regulasi yang dihasilkan dapat berfungsi secara optimal dan inklusif.
Sejalan dengan hal tersebut, pengarang novel Mereka yang Ditelan Malam, Ilham Oktafian, menyampaikan bahwa refleksi atas pengalaman pergerakan masa lalu dapat menjadi fondasi kuat dalam melahirkan kebijakan hukum yang komprehensif.
Ilham berharap DPR RI bersama Pemerintah dapat terus bersinergi dalam mengawal proses pembentukan RUU HAM demi menghadirkan payung hukum yang mampu melindungi seluruh hak-hak dasar warga negara secara berkelanjutan.
Load more