Promo Miras Holywings, Kecaman dan Pelaporan Hingga Aksi Konvoi. Akhirnya Enam Orang Jadi Tersangka dan Jeratan Pidana
- tim tvOne
Sekretaris Majelis Syuro PA 212, Slamet Maarif mengatakan bahwa yang telah dilakukan Holywings sangat tidak santun dan kurang ajar. Dia menegaskan, Holywings harus minta maaf secara terbuka kepada umat muslim.
Selain itu, PP Muhammadiyah juga menegaskan cara promisi Holywings dinilai tidak etis dan keterlaluan. "Itu cara promosi yang tidak etis dan sudah keterlaluan. Pada level tertentu, ada nuansa menyindir kelompok agama," kata Sekjen PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti. Semestinya Holywings berhati-hati jika ingin mencari popularitas lewat promosi.
(Ratusan Pasukan Ansor dan Banser Saat Bersiap Geruduk Holywings di Jakarta, Sumber: ist)
Tak hanya kecaman, GP Ansor DKI Jakarta bahkan melakukan konvoi menggeruduk kafe Holywings. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah KH Cholil Nafis bahkan mengatakan dirinya mendukung langkah itu. "Saya setuju atas unjuk rasa damai yang dilakukan oleh teman-teman Banser," kata Cholil melalui Twitter pribadinya @cholilnafis, Sabtu (25/6/2022).
Cholil menilai Holywings sudah sangat keterlaluan dalam melecehkan dan merendahkan umat islam. Sebab merupakan nama Nabi yang sangat dijunjung tinggi dan dihormati. Apalagi Holywings berjanji akan memberikan minuman alkohol yang diproduksinya itu secara gratis kepada pemilik nama .
"Sudah keterlaluan tingkahnya dan menghinanya. Sudah tahu haram bagi kami kok diumumin gratis," ucapnya.
Kemenag Angkat Bicara
Wakil Menteri Agama (Wamenag RI) Zainut Tauhid Sa'adi menyesalkan adanya kasus promo minuman beralkohol bagi pengunjung Holywings yang bernama Muhammad dan Maria. Ia meminta masyarakat tidak tersulut atas peristiwa tersebut.
"Meminta kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan tindakan anarkis. Menyerahkan semua proses hukumnya kepada pihak yang berwenang. Saya yakin polisi, jaksa dan hakim akan bertindak secara profesional, proporsional dan menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan," kata Zainut kepada wartawan, Sabtu (25/6/2022).
Dia berharap kasus tersebut bisa dijadikan pelajaran, khususnya para pengusaha agar dalam melaksanakan bisnisnya tetap mengindahkan nilai-nilai kesakralan agama. Zainut juga mengingatkan agar para pengusaha tak hanya mengejar keuntungan bisnis atau sekedar untuk meningkatkan promosi produknya, berani menabrak dan melanggar hukum dan mencederai kesucian agama.
Load more