News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Gawat, Hasil Survei Sebut Banyak Korban Pelecehan Tempat Kerja Pilih Tidak Melapor

Sebanyak 47,72 persen mengaku bercerita kepada teman atau keluarga di luar tempat kerja dan 42,55 persen diam dan tidak tahu harus berbuat apa. Hanya 10,94 persen dari responden yang melapor kepada SDM atau manajemen
Rabu, 28 September 2022 - 18:22 WIB
Imelda Riris dari Never Okay Project (ujung kiri) berbicara memaparkan hasil Survei Kekerasan dan Pelecehan di Dunia Kerja Indonesia 2022 di acara yang diadakan di Jakarta, Rabu (28/9/2022)
Sumber :
  • ANTARA

Jakarta - Survei yang dilakukan oleh Never Okay Project (NOP) menunjukkan bahwa mayoritas pekerja dapat mengidentifikasi kekerasan dan pelecehan di tempat kerja meski kebanyakan korban memilih tidak melaporkan secara formal.

Dalam pemaparan hasil survei pada acara Organisasi Buruh Internasional (International Labour Organization/ILO) di Jakarta, Rabu (28/9/2022), Imelda Riris dari NOP menjelaskan bahwa survei dilakukan secara daring kepada 1.173 responden di seluruh Indonesia dengan 852 orang atau 70,93 persen di antaranya mengaku pernah mengalami kekerasan dan pelecehan di dunia kerja.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam survei yang dilakukan 12 Agustus sampai 13 September 2022 itu menemukan bahwa mayoritas bisa mengidentifikasi bentuk-bentuk kekerasan dan pelecehan di tempat kerja seperti perundungan, disentuh atau dipeluk tanpa persetujuan, mendapatkan gestur seksual dan makian atau olokan serta kekerasan fisik.

"Kebanyakan responden bisa mengidentifikasi bentuk-bentuk ini, semuanya di atas 70 persen. Ini suatu hal yang kami apresiasi karena untuk menghapus kekerasan dan pelecehan di dunia kerja kita harus memastikan semua pekerja tahu apa yang termasuk pelecehan dan kekerasan," kata Imelda.

Dari responden yang mengaku pernah mengalami salah satu atau lebih bentuk kekerasan atau pelecehan di tempat kerja sebanyak 47,72 persen mengaku bercerita kepada teman atau keluarga di luar tempat kerja dan 42,55 persen diam dan tidak tahu harus berbuat apa.

Hanya 10,94 persen dari responden yang melapor kepada SDM atau manajemen, 16,25 persen melapor ke rekan kerja, 3,61 persen melapor kepada lembaga masyarakat atau lembaga bantuan hukum, dan 1,8 persen melapor kepada kepolisian.

Kabar baiknya, kata Imelda, sebanyak 34,50 persen responden menegur dan berbicara kepada pelaku mengenai ketidaknyamanan dan kesalahan dari perbuatannya.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Hubungan Kerja dan Pengupahan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Dinar Titus Jogaswitani mengatakan pemerintah berkomitmen untuk melakukan pencegahan pelecehan dan kekerasan seksual salah satunya di tempat kerja.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Beberapa langkah sudah diambil termasuk lahirnya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) untuk memastikan pencegahan kekerasan seksual termasuk di tempat kerja.

"UU TPKS tidak hanya menetapkan orang per orang sebagai pelaku kekerasan seksual namun juga menetapkan korporasi sebagai pelaku kekerasan seksual yang dapat dijatuhi hukuman atau sanksi," kata Dinar. (ant/ito)
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Polemik Keterlibatan TNI-Polri Pada Mega Proyek MBG, BGN Jawab Menohok

Polemik Keterlibatan TNI-Polri Pada Mega Proyek MBG, BGN Jawab Menohok

Ramai pembahasan publik mengenai keterlibatan TNI-Polri dalam mega proyek Makan Bergizi Gratis (MBG).
Respons Ketua DPRD Ciamis Usai Dedi Mulyadi Hapus Pungli di Jembatan Cirahong, Minta Tambahan CCTV

Respons Ketua DPRD Ciamis Usai Dedi Mulyadi Hapus Pungli di Jembatan Cirahong, Minta Tambahan CCTV

Begini respons Ketua DPRD Kabupaten Ciamis setelah Dedi Mulyadi menghapus pungli di Jembatan Cirahong, soroti masih kurang satu hal, yaitu CCTV.
Polisi Koordinasi dengan UI Terkait Isi Chat Mesum dalam Grup Mahasiswa FH, Kumpulkan Barang Bukti

Polisi Koordinasi dengan UI Terkait Isi Chat Mesum dalam Grup Mahasiswa FH, Kumpulkan Barang Bukti

Polda Metro Jaya melakukan koordinasi dengan UI terkait isi chat viral belasan mahasiswa Fakultas Hukum (FH) yang diduga menjurus ke kasus pelecehan seksual.
Klasemen Final Four Proliga 2026, Putra: Samator Hancur Di Tangan LavAni, Jakarta Bhayangkara Presisi ke Grand Final

Klasemen Final Four Proliga 2026, Putra: Samator Hancur Di Tangan LavAni, Jakarta Bhayangkara Presisi ke Grand Final

Klasemen Final Four Proliga 2026 hari Kamis 16 April setelah pertandingan pembuka seri Semrang dari sektor putra antara LavAni menghadapi Surabaya Samator.
Erick Thohir Pastikan Belum Ada Tambahan Pemain Naturalisasi Baru untuk Timnas Indonesia, Nasib 2 Nama Ini Terkatung-katung

Erick Thohir Pastikan Belum Ada Tambahan Pemain Naturalisasi Baru untuk Timnas Indonesia, Nasib 2 Nama Ini Terkatung-katung

PSSI pastikan belum ada naturalisasi pemain baru untuk Timnas Indonesia. Erick Thohir sebut John Herdman fokus solidkan tim. Nasib dua pemain keturunan abu-abu.
Aktor Joong Archen Akan Kembali Datangi Jakarta Bulan Ini, Catat Informasi Selengkapnya Berikut

Aktor Joong Archen Akan Kembali Datangi Jakarta Bulan Ini, Catat Informasi Selengkapnya Berikut

Aktor Thailand besutan GMMTV, Joong Archen akan kembali mendatangi Indonesia tepatnya pada 29 April 2026

Trending

Jadwal Final Four Proliga 2026, Kamis 16 April: Gresik Phonska Berpeluang Tikung Megawati Hangestri Cs Untuk Lolos ke Grand Final

Jadwal Final Four Proliga 2026, Kamis 16 April: Gresik Phonska Berpeluang Tikung Megawati Hangestri Cs Untuk Lolos ke Grand Final

Jadwal Final Four Proliga 2026 pada 16 April, di mana Gresik Phonska Pupuk Plus Indonesia hari ini berpeluang menikung Megawati Hangestri dan skuad Jakarta Pertamina Enduro untuk lolos ke babak grand final.
Timnas Indonesia hingga Italia Nantikan Playoff Darurat, Presiden FIFA Minta Iran Tetap Bermain di Piala Dunia 2026

Timnas Indonesia hingga Italia Nantikan Playoff Darurat, Presiden FIFA Minta Iran Tetap Bermain di Piala Dunia 2026

Presiden FIFA, Gianni Infantino, mengharapkan Iran tetap mengikuti Piala Dunia 2026. Isu pencoretan Iran memunculkan potensi playoff darurat yang bisa diikuti oleh Timnas Indonesia hingga Italia.
Dua Kali Dipecat pada 2025, Shin Tae-yong Buka Peluang Latih Klub Super League: Saya Punya Dua Tawaran

Dua Kali Dipecat pada 2025, Shin Tae-yong Buka Peluang Latih Klub Super League: Saya Punya Dua Tawaran

Mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, mengaku tetap terbuka menerima tawaran melatih, termasuk dari klub Liga Indonesia, setelah dua kali dipecat.
Hitung-hitungan Jakarta Electric PLN Lolos ke Grand Final Proliga 2026: Peluangnya Kecil

Hitung-hitungan Jakarta Electric PLN Lolos ke Grand Final Proliga 2026: Peluangnya Kecil

Menilik hitung-hitungan tim voli putri Jakarta Electric PLN lolos ke babak grand final Proliga 2026. Ersandrina Devega dkk masih punya asa, namun peluangnya kecil.
16 Mahasiswa Terduga Pelaku Pelecehan Seksual Cuma Diskors, UI: Bukan Sanksi Akhir

16 Mahasiswa Terduga Pelaku Pelecehan Seksual Cuma Diskors, UI: Bukan Sanksi Akhir

Kampus menyebut kebijakan tersebut murni langkah administratif agar proses pemeriksaan berjalan maksimal.
Kelangkaan BBM di Sejumlah Desa Pacitan, Ini Penjelasan Pertamina Patra Niaga

Kelangkaan BBM di Sejumlah Desa Pacitan, Ini Penjelasan Pertamina Patra Niaga

Kondisi perekonomian masyarakat di sejumlah desa di Kabupaten Pacitan semakin dirasakan sulit. Setelah lebih dari sepekan, BBM jenis Pertalite mengalami kelangkaan.
Tanpa Megawati Hangestri dan Kim Yeon-koung, KOVO Catat Rekor Jumlah Penonton di Liga Voli Korea 2025-2026

Tanpa Megawati Hangestri dan Kim Yeon-koung, KOVO Catat Rekor Jumlah Penonton di Liga Voli Korea 2025-2026

Meski tak diramaikan oleh Megawati Hangestri hingga Kim Yeon-koung, namun nyatanya ajang Liga Voli Korea 2025-2026 telah mencatatkan rekor jumlah penonton.
Selengkapnya

Viral