News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

5 Tergugat Mangkir, Sidang Kasus Gagal Ginjal Akut Ditunda 3 Pekan, Keluarga Korban: Kasus Kami Dianggap Remeh

Sidang perdana gugatan class action kasus gagal ginjal akut pada anak di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat ditunda hingga Selasa (7/2/2023) mendatang.
Selasa, 17 Januari 2023 - 19:03 WIB
Kuasa Hukum Keluarga korban kasus Gagal Ginjal Akut Progresif Atipikal (GGAPA), Tegar Putu Hena
Sumber :
  • Tim tvOne/Rika Pangesti

Jakarta - Sidang perdana gugatan class action kasus gagal ginjal akut pada anak di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat ditunda hingga Selasa (7/2/2023) mendatang.

Hal tersebut lantaran banyak pihak tergugat yang tidak hadir serta dua ketua kelompok dari pihak penggugat tidak hadir.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pasalnya, dari sembilan pihak yang digugat keluarga korban, hanya empat saja yang menghadiri persidangan.

Di antaranya perwakilan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), PT Afi Farma Pharmaceutical Industry, dan PT Tirta Buana Kemindo.

Kuasa hukum keluarga korban gagal ginjal akut, Tegar Putu Hena mengungkapkan bahwa pihaknya merasa kecewa dengan penundaan sidang tersebut.

Dia mengaku kecewa lantaran pihak-pihak tergugat menganggap remeh kasus kejahatan luar biasa yang telah merenggut nyawa 300 lebih anak.

"Kami kecewa dengan proses ini, karena awalnya kami berpikir peristiwa gagal ginjal akut yang merenggut nyawa anak-anak tidak berdosa ini menjadi perhatian semua orang dan semua pihak, baik Kementerian maupun Swasta," ucap Tegar saat ditemui usai sidang di PN Jakarta Pusat, Selasa (17/1/2023).

Tegar kecewa karena ekspektasinya salah dan tidak sesuai harapan. Dia menjelaskan bahwa awalnya pihaknya mengira sidang perdana kasus ini akan mendapat sorotan perhatian darj banyak pihak baik Pemerintah maupun Swasta.

"Awalnya kami pikir sidang perdana ini akan dihadiri secara antusias oleh para pihak, tetapi rupanya sampai sidang dibuka dan ditutup lagi, para tergugat yang kami minta pertanggungjawabannya hanya hadir sedikit," kata dia.

Menurut dia, semestinya sidang gugatan ini tak perlu ditunda bila para tergugat hadir memenuhi panggilan sidang.

"Ini bisa cepat kalau BPOM, Kemenkes, dan pihak lainnya punya itikad baik. Yang kami lihat hari ini, tidak ada itikad baik," ujar Tegar.

"Ini barang tidak perlu ditunda lagi kalau BPOM datang kepalanya, bukan ngirim kroconya, begitupun dengan Kemenkes dan yang lain. Datang, ketemu korban, minta maaf," sambungnya.

Menurutnya, hal ini sangat mengiris hati para keluarga korban. Pasalnya, sikap tergugat yang demikian mengindikasikan ketidakpedulian terhadap para korban.

"Sepertinya orang-orang ini masih menganggap bahwa hilangnya nyawa anak-anak tidak berdosa ratusan orang itu sebagai peristiwa yang tidak terlalu luar biasa, sehingga tidak mendapatkan penanganan yang serius dari pihak-pihak terkait," kata Tegar.

Sebelumnya diberitakan, Ibu dari korban kasus gagal ginjal akut pada anak, Safitri (42) mendesak Pemerintah untuk menaikkan status kasus Gagal Ginjal Akut Progresif Atipikal (GGAPA) menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Safitri, perubahan status KLB ini akan sangat memengaruhi segala akses penanganan dari kasus ini menjadi lebih mudah dan diprioritaskan.

"Berharap sekali dengan naiknya status KLB ini akan mempermudah akses mereka  untuk mendapatkan akses perawatan yang selama ini masih mengikuti standar biasa," kata Safitri saat ditemui di Ruang Sidang Wirjono Projodikoro 2 PN Jakpus, Selasa (17/1/2023). (rpi/ebs)
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ratusan Rumah di Jakarta Barat Dipasang Stiker “Rumah Memilah”, Warga Kini Punya Tanggung Jawab Baru

Ratusan Rumah di Jakarta Barat Dipasang Stiker “Rumah Memilah”, Warga Kini Punya Tanggung Jawab Baru

Pemerintah Kota Jakarta Barat melalui Kelurahan Kembangan Selatan tengah menggalakkan gerakan sadar lingkungan dengan cara yang unik. 
Kesenjangan Digital Masih Jadi Tantangan, Bagaimana Sekolah Menyiapkan Siswa di Era Kecerdasan Buatan?

Kesenjangan Digital Masih Jadi Tantangan, Bagaimana Sekolah Menyiapkan Siswa di Era Kecerdasan Buatan?

AI mengubah dunia pendidikan. Literasi digital, kemampuan memeriksa informasi, berpikir kritis, dan penggunaan teknologi secara bertanggung jawab menjadi bekal
Sempat Terpuruk Gegara Cedera, Sahabat Megawati Hangestri Kini Bawa Kabar Baik untuk Red Sparks

Sempat Terpuruk Gegara Cedera, Sahabat Megawati Hangestri Kini Bawa Kabar Baik untuk Red Sparks

Sempat terpuruk akibat cedera dan menjalani operasi pada kedua lututnya, sahabat Megawati Hangestri, Yeum Hye-seon, kini membawa kabar baik bagi Red Sparks.
Temukan Beras SPHP Dioplos Jadi Premium, Mentan Amran: Ini Perbuatan Amoral, Tak Ada Kemanusiaan

Temukan Beras SPHP Dioplos Jadi Premium, Mentan Amran: Ini Perbuatan Amoral, Tak Ada Kemanusiaan

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, meluapkan amarahnya saat sidak terhadap dugaan praktik pengoplosan beras bersubsidi menjadi premium di Jakarta Timur.
Ketua RT Bongkar Sosok DBM Sebelum Kasus Mutilasi Ibu dan Anak Terungkap di Madiun

Ketua RT Bongkar Sosok DBM Sebelum Kasus Mutilasi Ibu dan Anak Terungkap di Madiun

Ketua RT di Jalan Kunir, Kota Madiun, Bibit, ungkap keseharian Dwi Bagus Martono (DBM), tersangka mutilasi istri siri dan anaknya. DBM dikenal sebagai sosok.
Ekonomi Jatim Tumbuh 5,72 Persen, Neraca Perdagangan Defisit USD 3,52 Miliar

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,72 Persen, Neraca Perdagangan Defisit USD 3,52 Miliar

Perekonomian Jawa Timur tumbuh 5,72 persen secara tahunan pada triwulan II 2026.

Trending

Alasan Tak Masuk Akal di Balik Siksaan Keji Satu Keluarga Malaysia terhadap ART Asal Banten

Alasan Tak Masuk Akal di Balik Siksaan Keji Satu Keluarga Malaysia terhadap ART Asal Banten

Nasib nahas menimpa ART asal Banten, SR. Ia ditemukan dalam kondisi mengenaskan usai dibuang majikannya di pinggir jalan, Selangor, Malaysia, pada 16 Oktober.
Temukan Beras SPHP Dioplos Jadi Premium, Mentan Amran: Ini Perbuatan Amoral, Tak Ada Kemanusiaan

Temukan Beras SPHP Dioplos Jadi Premium, Mentan Amran: Ini Perbuatan Amoral, Tak Ada Kemanusiaan

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, meluapkan amarahnya saat sidak terhadap dugaan praktik pengoplosan beras bersubsidi menjadi premium di Jakarta Timur.
Ekonomi Jatim Tumbuh 5,72 Persen, Neraca Perdagangan Defisit USD 3,52 Miliar

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,72 Persen, Neraca Perdagangan Defisit USD 3,52 Miliar

Perekonomian Jawa Timur tumbuh 5,72 persen secara tahunan pada triwulan II 2026.
Laga Berjalan Seperti Catur, Igor Tolic Ungkap Kunci Kemenangan Persib Atas Melbourne Victory

Laga Berjalan Seperti Catur, Igor Tolic Ungkap Kunci Kemenangan Persib Atas Melbourne Victory

Persib menang 2-0 atas Melbourne Victory lewat dua gol Balsa Sekulic. Igor Tolic mengibaratkan laga seperti catur dan mengungkap kunci kemenangan Maung Bandung.
Masih Tak Terima, Carlos Prates Ancam Pensiunkan Islam Makhachev usai Sang Juara Tolak Duel di UFC 336

Masih Tak Terima, Carlos Prates Ancam Pensiunkan Islam Makhachev usai Sang Juara Tolak Duel di UFC 336

Perseteruan Carlos Prates dan Islam Makhachev memanas usai sang juara disebut menolak bertarung di UFC 336. Prates pun melontarkan sindiran tajam ke Makhachev.
Komentar Balsa Sekulic Cetak Brace untuk Antarkan Persib Terus Berjaya di Asia

Komentar Balsa Sekulic Cetak Brace untuk Antarkan Persib Terus Berjaya di Asia

Cetak brace saat Persib mengalahkan Melbourne Victory 2-0, Balsa Sekulic akhirnya lepas dari paceklik gol dan menyoroti assist Berguinho serta Danijel Loncar.
Kesenjangan Digital Masih Jadi Tantangan, Bagaimana Sekolah Menyiapkan Siswa di Era Kecerdasan Buatan?

Kesenjangan Digital Masih Jadi Tantangan, Bagaimana Sekolah Menyiapkan Siswa di Era Kecerdasan Buatan?

AI mengubah dunia pendidikan. Literasi digital, kemampuan memeriksa informasi, berpikir kritis, dan penggunaan teknologi secara bertanggung jawab menjadi bekal
Selengkapnya

Viral