Asa Mencium Hajar Aswad di Sudut Ka'bah
- Istimewa
Oleh : Fikri Syaukani Abu Aqisya/ Pelancong Muslim
Makkah, Arab Saudi - Mencium Hajar Aswad merupakan dambaan hampir seluruh jemaah saat melangsungkan haji ataupun umrah. Batu hitam yang berada di salah satu sudut Ka'bah itu memiliki daya tarik luar biasa bagi jutaan umat Islam yang datang ke Baitullah. Rasanya, ibadah haji atau umrah terasa kurang lengkap jika belum berkesempatan menyentuh atau menciumnya. Bahkan, demi mewujudkan keinginan tersebut, tidak sedikit jemaah yang rela mengeluarkan biaya tambahan untuk menggunakan jasa joki.
Keinginan yang sama juga tumbuh dalam diri saya jauh sebelum berangkat ke Tanah Suci. Mimpi itu terasa semakin dekat ketika saya bersama 13 rekan lainnya yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) Gelombang I tiba dengan selamat di Jeddah, Arab Saudi.
Alhamdulillah.
Setelah tertahan lebih dari empat jam di terminal kedatangan haji bandara, kami pun langsung menuju Wisma Daker (Daerah Kerja) Jeddah untuk bersiap melaksanakan umrah wajib. Dan ketika memasuki kompleks Masjidil Haram untuk pertama kalinya, rasa takjub menyelimuti seluruh jiwa. Kaki ini pun langsung begetar seraya seluruh anggota badan mengikuti untuk bersujud dan bersyukur saat tiba di Rumah Allah.
Langkah kami kemudian memasuki Masjidil Haram melalui Gerbang King Abdul Aziz. Keindahan arsitektur masjid begitu memukau. Mata saya yang sedari tadi memandang ke berbagai arah akhirnya terpaku pada satu titik yang diselimuti kain hitam megah: Ka'bah.
Subhanallah.
Kami memulai thawaf bersama ribuan jemaah lainnya. Setiap kali melewati sudut Hajar Aswad, kami mengangkat tangan, mengecup kedua telapak tangan, lalu mengucapkan, “Bismillahi Allahu Akbar.”
Namun, perhatian saya terus tertuju pada sudut tempat Hajar Aswad berada. Di sana, ratusan orang berdesakan untuk mendapatkan kesempatan menyentuh dan menciumnya. Semakin lama, rasa penasaran dan keinginan untuk ikut mencium batu mulia itu semakin besar.
Setelah menyelesaikan thawaf dan shalat sunah di belakang Maqam Ibrahim, saya segera menuju sudut Hajar Aswad. Perlahan-lahan saya menerobos arus manusia yang sedang berthawaf hingga akhirnya tiba di dekat kerumunan.
Load more