Asa Mencium Hajar Aswad di Sudut Ka'bah
- Istimewa
Ketika giliran Pak Arsyad selesai, terdengar teriakan askar.
“Khalas! Khalas!”
Selesai.
Waktu yang diberikan memang sangat singkat, mungkin hanya tiga sampai lima detik.
Namun ketika giliran saya tiba, kesempatan itu tidak saya sia-siakan.
Saya mengecup Hajar Aswad berkali-kali. Saya merasakan permukaannya yang tidak rata, lalu mengusapnya dengan tangan. Setelah itu tangan saya usapkan ke wajah sambil menikmati aroma wangi yang masih menempel.
Saat itu saya hanya mampu berdoa:
“Ya Allah, terima kasih atas nikmat yang Engkau berikan kepada hamba-Mu ini.”
Ketika kembali ke kantor Daker Mekah, saya menceritakan pengalaman luar biasa itu kepada rekan-rekan MCH lainnya. Mereka bertanya mengapa saya tidak mengajak atau memberi tahu mereka.
Saya hanya bisa meminta maaf.
Dalam kebahagiaan yang begitu besar, saya lupa mengajak teman-teman yang lain. Saya lupa menjaga kebersamaan dan kekompakan yang selama ini kami bangun bersama.
Pada akhirnya, saya tidak ingin mengatakan bahwa mencium Hajar Aswad adalah sebuah keharusan. Namun pengalaman ini mengajarkan bahwa ketika seseorang memiliki tekad yang kuat, disertai ikhtiar dan doa yang sungguh-sungguh, maka Allah akan menunjukkan jalan terbaik menurut kehendak-Nya.
Setiap doa yang dipanjatkan, setiap tetes keringat yang dicurahkan, dan setiap langkah yang ditempuh tidak akan pernah sia-sia di hadapan Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Amin ya Rabbal 'Alamin.
— fis
Load more