News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Wali Kota Bandung Akui Antusiasme Tinggi Bobotoh Pada Konvoi Juara, Kepadatan Akibat Perbedaan Jalur

Ratusan ribu orang tumpah ke jalanan dari titik awal konvoi Persib juara di Gedung Sate hingga Pendopo Kota Bandung
Minggu, 24 Mei 2026 - 15:33 WIB
Wali Kota Bandung M Farhan
Sumber :
  • tvonenews

Jakarta, tvOnenews.com - Antusiasme Bobotoh atas konvoi juara Persib Bandung tak terbendung dengan jalan vital di Kota Bandung yang berubah menjadi lautan manusia pada Minggu (24/5/2026). 

Ratusan ribu orang tumpah ke jalanan dari titik awal konvoi Persib juara di Gedung Sate hingga Pendopo Kota Bandung. Bahkan lautan manusia itu sudah terjadi sejak pagi hari di mana Persib belum memulai perjalanan konvoi mereka. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tim didampingi oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turun memulai konvoi pada pukul 8 pagi. Dijadwalkan sampai pukul 11, Persib justru tiba secara terpisah pada pukul 1 siang bahkan baru lengkap satu jam kemudian. 

"Konvoi berawal dari Gedung Sate dan berakhir di Pendopo, memang agak tersendat, tadi kita target jam 12-1 sampai, tapi jam segini (jam 1) hanya baru sebagian yang masuk," kata Wali Kota Bandung, M Farhan usai konvoi. 

Farhan mengakui banyak Bobotoj yang justru melanggar lalu lintas dan bahkan meninggalkan kendaraannya di jalanan demi berbaur dengan suporter lain. 

Tingginya antusias bahkan terjadi ketika Persib terpaksa berjalan kaki karena kendaraan konvoi sudah tak bisa menembus lautan manusia di Jalan Asia Afrika. 

"Terpaksa agar semua lancar, kita masih awasi, untuk saat ini yang sudah hadirnya di sini adalah Persib Legend," kata Farhan. 

Farhan mengakui bahwa animo suporter sama seperti ketika Persib juara back to back musim lalu. Sayangnya, perpindahan jalur dari Gedung Sate ke Pendopo berimbas pada masyarakat yang turun ke jalanan. 

Hal ini berbeda dari konvoi juara tahun lalu di mana arah konvoi dimulai dari Balai Kota Bandung dan berakhir di Gedung Sate. Di mana Bobotoh bertumpuk di Gasibu sehingga jalan di sekitar Gedung Sate tidak mengalami kepadatan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tahun lalu ramai, penghuninya sama, hanya saja tahun lalu Gasibu masih dibuka dan semuanya bertumpuk di Gasibu sehingga di jalan tidak terlalu penuh," kata Farhan. 

"Kalau tahun ini kan jalan hanya satu pertiga dari Gasibu, jadi orang memenuhi sepanjang jalan . Akibatnya lebih lambat saja," kata Farhan. 

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

136 Siswa di Blora Diduga Keracunan MBG, Tempe Disimpan di Depan Toilet SPPG

136 Siswa di Blora Diduga Keracunan MBG, Tempe Disimpan di Depan Toilet SPPG

Para siswa mengalami sejumlah keluhan, mulai dari lemas, diare, muntah, mual hingga pusing.
Jadwal MotoGP San Marino 2026: Jorge Martin Dibayang-bayangi Kebangkitan Marc Marquez yang Siap Mengkudeta

Jadwal MotoGP San Marino 2026: Jorge Martin Dibayang-bayangi Kebangkitan Marc Marquez yang Siap Mengkudeta

Jadwal MotoGP San Marino 2026 yang menjadi momentum penting dalam perebutan gelar juara dunia antara Jorge Martin dan Marc Marquez.
Detik-detik Penumpang Kereta Panik Akibat Powerbank Terbakar Hingga Gerbong Dipenuhi Asap, KAI Beri Tanggapan

Detik-detik Penumpang Kereta Panik Akibat Powerbank Terbakar Hingga Gerbong Dipenuhi Asap, KAI Beri Tanggapan

Sebuah rekaman CCTV yang menampilkan suasana di dalam gerbong kereta yang diwarnai kepanikan akibat sebuah powerbank terbakar. PT KAI memberikan penjelasannya
Polisi Selidiki Dugaan Penipuan Lowongan Kerja di Jakut, Pelamar Diminta Isi Saldo Rp2 Juta

Polisi Selidiki Dugaan Penipuan Lowongan Kerja di Jakut, Pelamar Diminta Isi Saldo Rp2 Juta

Kanit Reskrim Polsek Kelapa Gading Iptu Rizki Ardiza Prawira mengatakan polisi turun ke lokasi setelah informasi mengenai dugaan penipuan tersebut ramai beredar di media sosial.
Soal Anggaran Rp 11 Triliun untuk Pembukaan Rekening Massal, Purbaya Ungkap Perhitungannya

Soal Anggaran Rp 11 Triliun untuk Pembukaan Rekening Massal, Purbaya Ungkap Perhitungannya

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, anggaran untuk rencana pembukaan rekening massal bagi masyarakat belum final karena penghitungannya belum rampung.
Sejajar Cristiano Ronaldo dan Lewandowski, Harry Kane Ukir Rekor Baru dan Perkuat Kans Ballon d'Or

Sejajar Cristiano Ronaldo dan Lewandowski, Harry Kane Ukir Rekor Baru dan Perkuat Kans Ballon d'Or

Harry Kane semakin memperkuat statusnya sebagai kandidat Ballon d'Or setelah kembali tampil gemilang bersama Bayern Munich. Satu gol dan satu assist ke gawang.

Trending

Seorang Peneliti Anthropic Mundur Karena Khawatir AI Dapat Musnahkan Umat Manusia

Seorang Peneliti Anthropic Mundur Karena Khawatir AI Dapat Musnahkan Umat Manusia

Seorang peneliti asal Inggris mengundurkan diri dari perusahaan pengembang kecerdasan buatan (AI) asal AS, Anthropic.
Indonesia dan 7 Negara Desak Dunia Ikuti Jejak Inggris Larang Impor dari Permukiman Israel Ilegal

Indonesia dan 7 Negara Desak Dunia Ikuti Jejak Inggris Larang Impor dari Permukiman Israel Ilegal

Indonesia bersama tujuh negara lainnya mendorong masyarakat internasional memperluas tekanan terhadap aktivitas permukiman Israel ilegal di Wilayah Pendudukan Palestina.
Sekda Muara Enim Diperiksa KPK Terkait Kasus Bupati Edison

Sekda Muara Enim Diperiksa KPK Terkait Kasus Bupati Edison

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Sekretaris Daerah (Sekda) Muara Enim, Yulius, Kamis (10/9/2026).
Seret Anggota Polri Terkait Kasus Suap Proyek di Bekasi, KPK Keluarkan Sprindik Baru

Seret Anggota Polri Terkait Kasus Suap Proyek di Bekasi, KPK Keluarkan Sprindik Baru

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeluarkan surat perintah penyidikan (sprindik) baru terkait kasus suap ijon proyek di Kabupaten Bekasi.
Kasus Suap di Kabupaten Bekasi, Anggota Polri Diperiksa KPK

Kasus Suap di Kabupaten Bekasi, Anggota Polri Diperiksa KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa seorang anggota Polisi bernama Yayat Sudrajat, Kamis (10/9/2026).
Bea Cukai Sumbagbar Musnahkan 44,6 Juta Batang Rokok Ilegal Senilai Rp68,8 Miliar

Bea Cukai Sumbagbar Musnahkan 44,6 Juta Batang Rokok Ilegal Senilai Rp68,8 Miliar

Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Sumatera Bagian Barat (Sumbagbar) & Bea Cukai Bandar Lampung musnahkan barang kena cukai (BKC) berupa 44.698.060 batang rokok
BAP Aliran Uang Rp40 Miliar Kasus TPPU Eks Jampidsus Dinilai Lemah Pembuktian

BAP Aliran Uang Rp40 Miliar Kasus TPPU Eks Jampidsus Dinilai Lemah Pembuktian

Isu terkait dugaan pemberian uang Rp40 miliar dari pengusaha properti Tan Kian kepada sejumlah pejabat di Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait dugaan TPPU yang menyeret eks Jampidsus, Febrie Adriansyah tengah menjadi sorotan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT