Sejumlah Klub Championship Bisa Mengawali Musim Depan dengan Poin Minus, Begini Pemaparan I.League
- tvOnenews-Ilham Giovani
Jakarta, tvOnenews.com - Direktur Operasional I.League, Asep Saputra mengungkap kemungkinan adanya sejumlah klub Championship yang akan memulai kompetisi musim depan dengan poin minus di klasemen. Sanksi tersebut diberikan karena klub-klub terkait belum memenuhi sejumlah aspek wajib dalam proses club licensing musim 2026-2027.
Hal itu ia sampaikan langsung dalam konferensi pers bersama awak media di Kantor I.League, Jakarta pada Rabu (13/5/2026).
Asep menjelaskan bahwa pengurangan poin akan diberlakukan kepada klub yang gagal memenuhi aspek kategori A dalam lisensi klub profesional. Menurutnya, keputusan tersebut sudah diterima oleh klub sehingga tinggal menunggu implementasi saat kompetisi dimulai.
“Klub yang gagal memenuhi aspek kategori A ada konsekuensi sanksi pengurangan poin. Klub sudah menerima keputusan tersebut, sehingga nantinya ada klub yang memulai musim dengan minus poin di klasemen,” ujar Asep.
Meski begitu, klub-klub yang belum memenuhi syarat masih memiliki kesempatan untuk mengajukan banding. Operator kompetisi memberikan tenggat waktu pengajuan banding hingga 22 Mei 2026.
Dalam pemaparan hasil national club licensing musim 2026/27, Asep menyebut hanya FC Bekasi City yang berhasil meraih status full granted untuk lisensi Championship. Sementara itu, 11 klub lainnya masih belum memenuhi persyaratan karena terdapat kekurangan pada aspek kategori A yang bersifat wajib.
Menurut Asep, penerapan sanksi tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme kompetisi sepak bola Indonesia. I.League ingin memastikan setiap klub memenuhi standar administrasi, infrastruktur, hingga tata kelola klub secara menyeluruh.
Selain membahas Championship, Asep juga memaparkan hasil lisensi untuk klub-klub Super League. Dari total 18 klub peserta musim ini, sebanyak 17 klub berhasil mendapatkan lisensi Super League.
Satu-satunya klub yang gagal memenuhi persyaratan lisensi adalah PSBS Biak. Klub tersebut dinilai belum mampu memenuhi beberapa poin wajib dalam kategori A yang menjadi syarat utama proses lisensi.
“Berdasarkan 18 klub Super League musim ini, ada 17 klub yang granted untuk lisensi Super League. Satu klub gagal mendapatkan lisensi karena ada beberapa poin pada kriteria kategori A yang wajib dijalankan namun tidak terpenuhi, yaitu PSBS Biak,” kata Asep.
Dari 17 klub yang lolos lisensi Super League, delapan klub berhasil meraih status full granted. Klub-klub tersebut adalah PSM Makassar, Dewa United Banten, Persebaya Surabaya, Persik Kediri, Borneo FC Samarinda, Persib Bandung, Persita Tangerang, dan Persija Jakarta.
Sementara itu, sembilan klub lainnya memperoleh status granted with sanction atau lolos dengan catatan sanksi administratif. Klub-klub tersebut yakni Bhayangkara Presisi Lampung FC, Bali United, Arema FC, Malut United, Semen Padang, Madura United, Persis Solo, dan Persijap Jepara.
Asep menegaskan bahwa seluruh klub promosi ke Super League wajib memiliki lisensi Super League. Aturan tersebut diterapkan demi menjaga standar profesionalisme kompetisi kasta tertinggi sepak bola nasional.
Dari kompetisi Championship, terdapat sembilan klub yang telah berhasil memenuhi lisensi Super League. Klub-klub tersebut adalah PSIM Yogyakarta, PSS Sleman, Persipura Jayapura, Deltras FC, PS Barito Putera, Adhyaksa FC Banten, PSMS Medan, PSPS Pekanbaru, dan Garudayaksa FC.
Dengan demikian, tiga klub promosi dipastikan aman secara administratif untuk tampil di Super League musim depan. Hal itu membuat klub promosi tidak lagi dibayangi persoalan lisensi menjelang bergulirnya kompetisi.
Asep juga menyoroti perkembangan klub-klub Liga Nusantara dalam proses menuju profesionalisme. Menurutnya, sejumlah klub mulai menunjukkan kemajuan positif dalam memenuhi standar lisensi nasional.
“Tiga klub promosi sudah mendapatkan lisensi, jadi posisi mereka aman. Sementara klub lain yang lolos lisensi meski tidak promosi tetap memiliki nilai tambah tersendiri,” ucap Asep.
“Ada empat klub dari Liga Nusantara yang sudah menjalani lisensi Championship dan tiga di antaranya granted. Ini menunjukkan arah pembinaan yang baik,” sambungnya.
Selain lisensi domestik, operator kompetisi juga mencatat peningkatan jumlah klub yang mengajukan lisensi level Asia. Sebanyak delapan klub berhasil mendapatkan lisensi AFC Champions League Two (ACL 2) dengan status full granted.
Delapan klub tersebut yakni PSM Makassar, Dewa United, Persebaya Surabaya, Persik Kediri, Borneo FC, Persib Bandung, Persija Jakarta, dan Persita Tangerang. Sementara delapan klub lainnya memperoleh status granted with sanction untuk lisensi ACL 2.
Dengan hasil tersebut, tiga klub teratas klasemen akhir Super League dipastikan aman secara administratif apabila berhak tampil di kompetisi Asia musim depan. Sementara itu, PSIM Yogyakarta memilih tidak mengajukan lisensi ACL 2 musim ini. (igp/hfp)
Load more