VIRAL! Pengakuan Ibu Rumah Tangga Nekat Jual Ginjal Rp500 Juta di Sosmed | tvOne
Lumajang, Jawa timur – Gara-gara terdesak kebutuhan ekonomi, seorang ibu rumah tangga nekat hendak menjual ginjalnya sendiri. Dia menawarkan organ tubuhnya itu seharga Rp500 juta di sosial media (Sosmed).
Keinginan jual Ginjal itu disampaikan oleh Parhiatun Haini, warga Kelurahan Ditotrunan, Lumajang, Jawa Timur melalui pesan singkat di grup percakapan komunikasi. Tawaran jual ginjal itu menyebar luas di Lumajang dan menjadi Viral.
Ibu tiga anak ini mengaku terpaksa menawarkan organ tubuhnya karena terhimpit kebutuhan ekonomi dan terlilit Utang sebesar Rp2 juta. Dia mengungkapkan utang ke teman sebesar itu untuk menutupi kebutuhan hidup sehari-hari.
Parhiatun mengaku terpaksa berutang karena usaha jasa cuci pakaian miliknya mengalami penurunan semenjak pandemi. Sedangkan penghasilan suami sebagai petugas keamanan juga tidak mencukupi.
“Karena bingung saja. Bingung mau bayar utang tidak punya uang. Coba pinjam sana-sini tidak ada yang meminjamkan. Mau jual peralatan laundry, sudah ditawarkan tidak ada yang mau. Enggak mikir macam-macam yang penting bisa bayar utang itu saja,” kata Parhiatun.
Bila ada yang membeli ginjalnya, Parhiatun mengaku akan menggunakannya untuk menutupi kebutuhan hidup keluarganya.
“Akhirnya saya kepepet, bingung mau gimana lagi sampai terbersit sehingga upload itu ke grup WhatsApp Kabar Warga Lumajang,” cerita Parhiatun kepada Andromeda Mercury dan Tysa Novenny di program Kabar Petang, Rabu, 24 Maret 2021.
“Rasanya kalau dua juta tidak sebanding dengan menjual ginjal. Kalau totalnya sendiri apakah sangat besar dan mendesak untuk dilunasi?” tanya Andro.
“Total semua Rp20 juta. Kalau bagi saya yang tidak punya uang ya besar sekali rasanya,” jawab Parhiatun.
“Suami tidak setuju saya jual organ. Tidak baik untuk kesehatan, katanya. Tetapi suami juga tidak berdaya karena enggak ada kemampuan untuk membayar,” kata ibu tiga anak ini.
Lurah setempat, Sudarwi, mengaku kaget ada warganya yang berencana menjual ginjal demi bayar utang.
“Sudah koordinasi dengan RT/RW. Kemungkinan ini tidak pernah komunikasi dengan RT/RW. Kan yang tahu RT/RW. Laporan (bantuan) sudah terkirim semuanya, tetapi kok ada yang belum dapat. Dia mau jual ginjalnya, saya kan sebagai lurah harus tahu masyarakatnya,” kata Sudarwi.
Parhiatun pun bersyukur masyarakat dan aparatur setempat mendukung untuk membantunya menyelesaikan masalah. (act)