AS Tetap Buka Opsi Diplomasi di Tengah Berlanjutnya Konflik dengan Iran
Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah Amerika Serikat menyatakan tetap membuka peluang penyelesaian diplomatik di tengah berlanjutnya operasi militer terhadap Iran. Hingga hari ke-10 konflik, Gedung Putih menegaskan jalur perundingan masih menjadi salah satu opsi meski serangan militer terus berlangsung.
Presiden Donald Trump menyebut operasi militer dilakukan sebagai respons atas serangan yang menewaskan tiga personel militer Amerika Serikat di Yordania dan Irak.
Menurut pemerintah AS, serangan tersebut menyasar sejumlah fasilitas militer strategis Iran sebagai upaya melemahkan kemampuan pertahanan negara itu.
Sejak konflik kembali memanas pada akhir Februari, tercatat sekitar 17 personel militer Amerika Serikat tewas dan lebih dari 100 lainnya mengalami luka-luka.
Kondisi tersebut turut menjadi salah satu faktor yang memicu perdebatan mengenai keberlanjutan operasi militer AS.
Di dalam negeri, kebijakan Gedung Putih menuai kritik dari sejumlah anggota Partai Demokrat di Kongres. Mereka menilai penggunaan kekuatan militer dilakukan tanpa persetujuan resmi Kongres sehingga dinilai bertentangan dengan ketentuan konstitusi.
Sementara itu, mayoritas anggota Partai Republik tetap memberikan dukungan terhadap langkah pemerintah.
Di tengah tekanan politik domestik, Gedung Putih menyatakan masih membuka ruang dialog untuk meredakan konflik.
Pemerintah juga mempertimbangkan besarnya biaya operasi militer, meningkatnya jumlah korban, serta pentingnya menjaga stabilitas kawasan dan kelancaran distribusi energi global, khususnya di Selat Hormuz.
Selain itu, laporan terbaru menyebut stok sejumlah persenjataan strategis Amerika Serikat, termasuk rudal jelajah dan sistem pertahanan udara, mengalami penurunan akibat intensitas operasi militer.
Kondisi tersebut diperkirakan membutuhkan waktu beberapa tahun untuk memulihkan persediaan, sehingga menjadi salah satu pertimbangan pemerintah AS untuk tetap mengedepankan peluang penyelesaian melalui jalur diplomasi di samping operasi militer yang masih berlangsung.