Reaksi Berkelas Gubernur Jabar Dedi Mulyadi soal Sorotan Media Inggris yang Sebut Dirinya Alternatif di Peta Pilpres 2029
- jabarprov.go.id
"Saya misalnya hari ini ada warga yang mengadu mungkin di Kota Tasik, dia perlu uang Rp19 juta untuk bayar obat virus mata yang tidak tercover BPJS, nah kan bisa bereaksi 'kok pemerintah tidak adil'. Saya langsung respons untuk langsung selesaikan," jelasnya.
Mantan Bupati Purwakarta ini menilai pola komunikasi melalui media sosial sangat penting. Hal tersebut bertujuan agar dirinya dapat langsung mengikuti dan mengetahui berbagai persoalan dialami masyarakat.
"Memang pola interaksi langsung pemimpin dengan masyarakat melalui media sosial hari ini memang di Jawa Barat sudah berjalan. Jadi, saya setiap hari melihat apa sih yang terjadi perkembangan di lingkungan," ucapnya.
Orang nomor satu di Jawa Barat ini mendapat pengalaman berharga. Melalui interaksi media sosial, semua persoalan dapat tuntas karena mereka bisa berkomunikasi dengan pihak yang bertanggung jawab.
"Saat bertemu Pak Kapolres, saya menanyakan, 'gimana tuh yang di Baleendah?'. Kapolrestabes langsung ngomong, 'sudah ditahan, Pak'," tuturnya.
KDM Ucapkan Terima Kasih kepada Pihak Termasuk yang Kritik
KDM kembali mengklaim dirinya tidak memikirkan peta politik nasional terkait Pilpres 2029 mendatang. Ia jusutru hanya ingin fokus memimpin Provinsi Jabar.
"Kami pahami itu setiap hari. Jadi, kami memberikan yang terbaik saja deh bagi masyarakat," katanya.
Ia juga menyampaikan ungkapan terima kasihnya kepada seluruh pihak. Ia bahkan mengapresiasi para pengkritik sebagai pemantik dirinya semakin lebih semangat melayani masyarakat Jabar.
"Kami mengucapkan terima kasih pada yang mengapresiasi. Saya juga bukan hanya yang mengapresiasi, yang mengkritik saya tiap hari juga ngucapin terima kasih," tukasnya.
(hap)
Load more