News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kekeringan Masih Berlanjut di Pati, 91 Desa Krisis Air Bersih

Sepekan terakhir ini, hujan sudah mulai turun di wilayah Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Namun, hal itu belum membut Pati terbebas dari kekeringan.
Minggu, 5 November 2023 - 22:39 WIB
Warga Desa Klayusiwalan, Kec. Batangan, Pati, Jateng, mengantre bantuan air bersih.
Sumber :
  • tim tvOne - Abdul Rohim

Pati, tvOnenews.com – Sepekan terakhir ini, hujan sudah mulai turun di wilayah Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Namun, hal itu belum membut Pati terbebas dari kekeringan.

Seperti yang dialami warga Desa Klayusiwalan, Kecamatan Batangan. Warga yang sudah dilanda kekeringan selama dua bulan terakhir ini langsung menyerbu bantuan air bersih dari salah satu anggota legislatif yang datang ke desa mereka.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Warga sangat antusias dan saling berebut air karena takut tidak kebagian. Bahkan, hanya dalam waktu 1,5 jam, air bersih sebanyak 5.000 liter ludes diserbu warga.

Salah satu warga, Agung menuturkan, di Desa Klayusiwalan sudah dua bulan ini dilanda kekeringan. Sumur serta embung atau waduk kecil penampung air saat musim penghujan yang selama ini menjadi andalan warga untuk mendapatkan air bersih sudah mengering. 

“Kekeringan sudah 2 bulan lebih, sumur-sumur warga dan embung desa sudah kering semua,” tutur Agung, Minggu (5/11/2023).

Untuk keperluan sehari hari, warga kini hanya mengandalkan bantuan air bersih. Jika tidak ada bantuan, warga terpaksa merogoh koceknya hingga Rp 200 ribu setiap minggunya untuk membeli air tangki.

“Selama ini, mengandalkan bantuan air bersih. Kalau nggak ada bantuan, untuk kebutuhan air sehari-hari ya beli satu tangki Rp200 ribu,” keluhnya.

Kepala Desa Klayusiwalan, Siswanto menyebutkan, akibat kemarau panjang, ada 3.000 lebih warganya yang dilanda kekeringan. Ia berharap ada solusi dari pemerintah agar embung di desanya bisa ditambah atau embung yang sudah ada dilebarkan guna membantu warga saat kekeringan melanda.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kisaran ada 3000 warga kami yang terdampak kekeringan. Harapan kami kepada Pemkab (Pati) agar embung di Desa Klayusiwalan bisa dilebarkan sehingga bisa bermanfaat untuk semua warga Klayusiwalan,” ungkapnya.

Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, hingga Kamis (2/11/2023), sebanyak 91 desa yang tersebar di 11 Kecamatan di Kabupaten Pati masih dilanda kekeringan. Kesebelas Kecamatan tersebut adalah Kecamatan Jakenan (15 desa), Pucakwangi (15 desa), Gabus (11 desa), Jaken (10 desa), Winong (10 desa), Tambakromo (9 desa), Kayen (8 desa), Batangan (6 desa), Sukolilo (3 desa), Tayu (3 desa) dan Kecamatan Dukuhseti (1 desa). (Arm/Ard)

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Tembus 5,61 Persen, Pemerintah Siapkan Obligasi Panda Bonds di China Lawan Tekanan Global

Tembus 5,61 Persen, Pemerintah Siapkan Obligasi Panda Bonds di China Lawan Tekanan Global

Data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan kenaikan ini memperkuat narasi pemerintah bahwa kombinasi kebijakan fiskal dan moneter mulai membuahkan hasil,
Ketua OJK Friderica: Dana Asing Kabur Bukan Salah RI, Tapi Efek Geopolitik dan Ekonomi Dunia

Ketua OJK Friderica: Dana Asing Kabur Bukan Salah RI, Tapi Efek Geopolitik dan Ekonomi Dunia

Serangkaian reformasi struktural digencarkan untuk memperkuat kepercayaan investor global dan meningkatkan kualitas pasar.
Airlangga Bongkar Biang Kerok Modal Asing Kabur dari RI

Airlangga Bongkar Biang Kerok Modal Asing Kabur dari RI

Airlangga menegaskan bahwa fenomena capital outflow kini menjadi perhatian utama pemerintah di tengah tekanan ekonomi global yang belum mereda.
Awalnya Ogah Masuk Politik, Ini Kisah Sherly Tjoanda Jadi Gubernur Malut Diiringi Tangis Usai Suami Meninggal

Awalnya Ogah Masuk Politik, Ini Kisah Sherly Tjoanda Jadi Gubernur Malut Diiringi Tangis Usai Suami Meninggal

Sherly Tjoanda mengaku awalnya menolak terjun ke dunia politik setelah tragedi yang merenggut nyawa sang suami, Benny Laos. Namun, di tengah duka dan tekanan.
Jalanan Provinsi Jadi Konsen Dedi Mulyadi: Banyak Ditemukan Banner Dipaku di Pohon hingga Pohon Menghitam Karena Penggorengan Tahu, Langsung Ditertibkan

Jalanan Provinsi Jadi Konsen Dedi Mulyadi: Banyak Ditemukan Banner Dipaku di Pohon hingga Pohon Menghitam Karena Penggorengan Tahu, Langsung Ditertibkan

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi memanfaatkan kegiatan Milangkala Tatar Sunda yang digelar pada Sabtu (2/5/2026) lalu sebagai momen monitoring dan evaluasi pembangunan.
Harga Emas Pegadaian Ambles, Antam Turun ke Rp2,871 Juta per Gram

Harga Emas Pegadaian Ambles, Antam Turun ke Rp2,871 Juta per Gram

Berikut rincian harga emas di Sahabat Pegadaian pada Rabu 6 Mei 2026

Trending

Demi Pulangkan Megawati Hangestri ke Korea, Pelatih Hillstate Sanggupi Ajakan Makan Pecel dan Rempeyek

Demi Pulangkan Megawati Hangestri ke Korea, Pelatih Hillstate Sanggupi Ajakan Makan Pecel dan Rempeyek

Pelatih Hillstate Kang Sung-hyung sanggupi ajakan makan pecel dan rempeyek khas jawa setelah menyaksikan pertandungan Megawati Hangestri di final Proliga 2026.
Ditraktir Makanan Korea oleh Pelatih Hillstate, Megawati Hangestri Semringah: Semoga Ini Pertemuan yang Baik

Ditraktir Makanan Korea oleh Pelatih Hillstate, Megawati Hangestri Semringah: Semoga Ini Pertemuan yang Baik

Megawati Hangestri berbinar-binar setelah ditraktir makan siang ala Korea oleh pelatih Hillstate Kang Sung-hyung setelah datang ke final Proliga 2026 silam.
Penahanan Dokter Richard Lee Resmi Diperpanjang hingga Juni 2026, Polda Metro Jaya Ungkap Alasannya

Penahanan Dokter Richard Lee Resmi Diperpanjang hingga Juni 2026, Polda Metro Jaya Ungkap Alasannya

Penahanan dokter Richard Lee resmi diperpanjang hingga Juni 2026, Polda Metro Jaya beberkan alasannya.
Klarifikasi Koh Hanny usai Diduga Cabut Sertifikat Mualaf Dokter Richard Lee karena Marah: Jadi Kayak Fitnah

Klarifikasi Koh Hanny usai Diduga Cabut Sertifikat Mualaf Dokter Richard Lee karena Marah: Jadi Kayak Fitnah

Klarifikasi Koh Hanny Kristianto usai diduga cabut sertifikat mualaf Dokter Richard Lee karena marah, langsung telepon tim kreatif dr Richard: Jadi kayak fitnah
Kata-Kata Berkelas Kurniawan Dwi Yulianto usai Timnas Indonesia U-17 Kalahkan China di Piala Asia U-17 2026

Kata-Kata Berkelas Kurniawan Dwi Yulianto usai Timnas Indonesia U-17 Kalahkan China di Piala Asia U-17 2026

Pelatih Timnas Indonesia U-17, Kurniawan Dwi Yulianto, menyampaikan pernyataannya setelah berhasil meraih kemenangan 1-0 atas China. Garuda Asia berhasil merengkuh tiga poin penuh dalam pertandingan di Piala Asia U-17 2026.
Bertemu Kakek Lansia yang Usia Istrinya 40 Tahun Lebih Muda, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Speechless: Bagi Tipsnya

Bertemu Kakek Lansia yang Usia Istrinya 40 Tahun Lebih Muda, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Speechless: Bagi Tipsnya

Gubernur Malut Sherly Tjoanda kehabisan kata-kata ketika tahu ada warganya yang istrinya berusia 40 tahun lebih muda saat kunjungan atau sidak ke masyarakat.
Kurniawan Dwi Yulianto Bungkam Para Peragu, Timnas Indonesia U-17 Awali Piala Asia U-17 2026 dengan Sensasional

Kurniawan Dwi Yulianto Bungkam Para Peragu, Timnas Indonesia U-17 Awali Piala Asia U-17 2026 dengan Sensasional

Timnas Indonesia U-17 berhasil mengawali Piala Asia U-17 2026 dengan raihan yang positif. Hal ini seakan membungkam keraguan yang sempat disematkan kepada pelatih Kurniawan Dwi Yulianto.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT