GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Gus Muda Jatim Soroti Gelar Gus, Lora, Habib, Laris Manis Dijual dalam Kancah Politik Praktis

Memasuki tahun politik beragam cara dan strategi gencar dilakukan oleh para calon legislatif maupun partai politik untuk meraup suara simpatisan dan pemilih sebesar-besarnya
Jumat, 10 Maret 2023 - 17:16 WIB
Wakil Bendahara Rabithah Ma’ahid Al Islamiyah (RMI) NU Jawa Timur, Gus Fawait
Sumber :
  • tvOne - zainal azkhari

SurabayatvOnenews.com - Memasuki tahun politik beragam cara dan strategi gencar dilakukan oleh para calon legislatif maupun partai politik untuk meraup suara simpatisan dan pemilih sebesar-besarnya, salah satunya dengan menggunakan nama depan Gus, Lora bahkan Habib.

Wakil Bendahara Rabithah Ma’ahid Al Islamiyah (RMI) NU Jawa Timur, Gus Fawait menyoroti maraknya sejumlah oknum yang mengatasnamakan diri sebagai ulama, kiai dan gus dalam aksi dukung mendukung kandidat yang turut meramaikan pemilu 2024 mendatang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Saya ingat apa yang disampaikan ketum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf bahwa warga nahdliyin harus menghindari politik identitas,” kata pria asal Jember saat dikonfirmasi, Kamis (9/3).

Diakui Gus Fawait, sekarang ini orang begitu mudahnya mengklaim dirinya sebagai ulama, kiai, gus maupun lora hingga kerap menimbulkan keresahan di masyarakat.

“Ulama itu simbol agama dan pewaris para nabi. Ini ada hadistnya lagi, sehingga tak bisa dibuat main-main,” tegas Presiden Laskar Sholawat Nusantara (LSN) ini.

Menjadi ulama itu, kata Gus Fawait, harus jelas sanad keilmuan maupun gurunya. “Kalau sanad ilmunya tak jelas, maka tidak bisa dengan seenaknya mengatasnamakan diri ulama,” dalih pria asal Jember ini.

Begitu juga dengan sebutan gus atau lora, kata Gus Fawait, sebetulnya hanyalah sebutan untuk penghargaan atau penghormatan kepada putera seorang ulama ataupun kiai oleh masyarakat setempat.

“Jangan sampai hanya bermodalkan sorban, gamis dan sebagainya lalu mengaku ulama. Lalu orang bisa mengobati penyakit lalu menyebut gus. Tentunya, harus jelas latar belakangnya atau nasabnya dan tidak seenaknya disematkan itu,” tambah Gus Fawait.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jika seenaknya menyematkan atau menambahkan kata kiai dan gus pada seseorang, maka hal tersebut bisa merugikan ulama dan gus yang sebenarnya alias yang asli.

“Tentunya sebagai santri tidak akan terima kalau sebutan kiai dan gus digunakan sembarangan ke hal-hal yang tak bisa dipertanggungjawabkan,” tegas anak angkat pengasuh ponpes Al Qodiri Jember ini. (zaz/gol)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Genjot Business Matching di Inabuyer 2026, UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis hingga Rp10,6 Miliar

Genjot Business Matching di Inabuyer 2026, UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis hingga Rp10,6 Miliar

Inabuyer B2B2G Expo 2026 dijadikan ruang bagi UMKM binaan Pertamina untuk memaksimalkan peluang business matching dan masuk ke ekosistem rantai pasok nasional.
Bangkit di Sesi Latihan, Marco Bezzecchi Ungkap Strategi Hadapi MotoGP Prancis 2026 Akhir Pekan Ini

Bangkit di Sesi Latihan, Marco Bezzecchi Ungkap Strategi Hadapi MotoGP Prancis 2026 Akhir Pekan Ini

Pemuncak klasemen, Marco Bezzecchi, menunjukkan respons cepat pada latihan Jumat di Sirkuit Le Mans. Ia mengamankan tiket langsung ke Q2.
DPR Soroti Penghapusan Guru Honorer pada 2027, Ingatkan Ancaman Krisis Pengajar hingga Nasib Non-ASN

DPR Soroti Penghapusan Guru Honorer pada 2027, Ingatkan Ancaman Krisis Pengajar hingga Nasib Non-ASN

Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih, meminta pemerintah segera menyiapkan skema komprehensif agar kebijakan penghapusan guru honorer pada 2027.
Tak Main-main, Polda Sumut Dalami Pengakuan 2 Polisi yang Viral Dugem Libatkan Kompol DK

Tak Main-main, Polda Sumut Dalami Pengakuan 2 Polisi yang Viral Dugem Libatkan Kompol DK

Polda Sumut tak main-main tangani kasus 2 polisi yang viralnya di medisos terkait video dugem hingga berjoget. Bahkan, kabarnya aksi itu melibatkan Kompol DK
Tolak Mentah-mentah PSV, Bek Berdarah Indonesia Ini Pilih Susul Maarten Paes Pindah ke Ajax Amsterdam

Tolak Mentah-mentah PSV, Bek Berdarah Indonesia Ini Pilih Susul Maarten Paes Pindah ke Ajax Amsterdam

Pemain berdarah Indonesia berpotensi satu tim dengan kiper Timnas Garuda, Maarten Paes di Ajax Amsterdam usai tolak tawaran PSV musim panas ini.
TRENDING: Hasil Pertemuan Tertutup Agen Megawati Hangestri, Bung Ropan Curiga dengan Nova Arianto, FIFA Beri Kabar Bahagia

TRENDING: Hasil Pertemuan Tertutup Agen Megawati Hangestri, Bung Ropan Curiga dengan Nova Arianto, FIFA Beri Kabar Bahagia

Dunia olahraga Indonesia tengah diramaikan sejumlah kabar besar. Mulai soal rumor Megawati Hangestri hingga Timnas indonesia. Berikut rangkuman lengkapnya.

Trending

Hasil Pertemuan Tertutup Manajemen Hyundai Hillstate dengan Agen Megawati Hangestri: Keputusan Ada di Mega

Hasil Pertemuan Tertutup Manajemen Hyundai Hillstate dengan Agen Megawati Hangestri: Keputusan Ada di Mega

Keputusan akhir diserahkan kepada Megawati Hangestri setelah agennya mengadakan pertemuan tertutup dengan Hillstate, termasuk sang pelatih Kang Sung-hyung.
Terbaru Igor Sanders, Ini Daftar 5 Pemain Diaspora yang Kabarnya Dipanggil ke Timnas Indonesia untuk Piala AFF U-19 2026

Terbaru Igor Sanders, Ini Daftar 5 Pemain Diaspora yang Kabarnya Dipanggil ke Timnas Indonesia untuk Piala AFF U-19 2026

Timnas Indonesia U-19 mulai mematangkan persiapan jelang ajang Piala AFF U-19 2026. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memanggil sejumlah pemain diaspora.
Akui Keturunan Indonesia di Hadapan FIFA, Gelandang Serie A yang Pernah Jebol Gawang Juventus Ini Tak Bisa Dinaturalisasi dan Bela Garuda

Akui Keturunan Indonesia di Hadapan FIFA, Gelandang Serie A yang Pernah Jebol Gawang Juventus Ini Tak Bisa Dinaturalisasi dan Bela Garuda

Meski akui punya garis keturunan Indonesia di hadapan FIFA, gelandang klub Serie A Liga Italia ini dipastikan tidak bisa dinaturalisasi untuk membela Timnas.
Siswa SMA Ngadu ke Gubernur Malut karena Gurunya Jarang Masuk Kelas, Sherly Tjoanda: Kamu Curhat ke Orang yang Tepat

Siswa SMA Ngadu ke Gubernur Malut karena Gurunya Jarang Masuk Kelas, Sherly Tjoanda: Kamu Curhat ke Orang yang Tepat

Sikap tegas ditunjukkan Gubernur Malut Sherly Tjoanda ketika siswa-siswi SMAN 1 Morotai melapor kepadanya perihal guru yang jarang masuk kelas untuk mengajar.
Update Garuda Calling: 1 Diaspora Baru Dikabarkan Gabung Timnas Indonesia untuk Piala AFF U-19 2026, Penjebol Gawang Ajax OTW Bela Merah Putih

Update Garuda Calling: 1 Diaspora Baru Dikabarkan Gabung Timnas Indonesia untuk Piala AFF U-19 2026, Penjebol Gawang Ajax OTW Bela Merah Putih

Persiapan Timnas Indonesia menuju Piala AFF U-19 2026 menunjukkan perkembangan. Di tengah fokus TC, muncul kabar mengenai pemanggilan pemain diaspora baru.
Malam Ini Timnas Indonesia U-17 Berpeluang Cetak Rekor Baru: Hat-trick Lolos Piala Dunia

Malam Ini Timnas Indonesia U-17 Berpeluang Cetak Rekor Baru: Hat-trick Lolos Piala Dunia

Asa Timnas Indonesia U-17 untuk kembali menggetarkan panggung dunia kini terbuka lebar. Skuad Garuda Muda memiliki kesempatan emas untuk lolos ke Piala Dunia ..
Hatinya Tersentuh Lihat Pemuda 31 Tahun Menganggur, Sherly Tjoanda Tawarkan Pekerjaan: Jadi Guru Olahraga Mau?

Hatinya Tersentuh Lihat Pemuda 31 Tahun Menganggur, Sherly Tjoanda Tawarkan Pekerjaan: Jadi Guru Olahraga Mau?

Bertemu pemuda 31 tahun yang tengah bantu ibunya perbaiki rumah di Ternate, Gubernur Malut Sherly Tjoanda tawarkan pria itu pekerjaan jadi guru olahraga SMA.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT