Gubernur Khofifah Dukung Peluncuran Aplikasi Socio Forest dan Panen Kopi di Bondowoso
- Tim tvone - Sinto sofiadin
"Kekuatan ini jangan disia-siakan dan bangun sinergitas serta jejaring seluas mungkin agar bisa meningkatkan pasar ekspor kopi melalui komunal branding," lanjutnya.
Inovasi socio forest tidak sekadar mempermudah cara kerja serta meningkatkan komunikasi, akan tetapi juga akan berdampak pada produksi kopi di Kabupaten Bondowoso baik di pasar nasional hingga internasional.
Menurutnya, Kabupaten Bondowoso merupakan salah satu daerah penghasil kopi terbesar di Jawa Timur. Sebanyak 60% Kopi Arabika di Jawa Timur dihasilkan dari pegunungan Ijen – Raung dengan luas lahan saat ini 68,73 ha.
"Kopi Arabika Bondowoso merupakan satu-satunya produk Kopi Spesialis (Kopi Blue Mountain) di Jawa Timur yang telah mendapatkan Sertifikat Perlindungan Hak Indikasi-Geografis pada tahun 2013. Cita rasa khas inilah menyebabkan produk Kopi Arabika memiliki daya jual dan daya saing yang tinggi di Pasar Kopi Internasional," ungkap Gubernur Khofifah.
Besarnya potensi kopi di pasaran memiliki tren pertumbuhan yang positif dalam urusan ekspor, terutama dalam tiga tahun terakhir. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2020-2021 Jawa Timur menjadi provinsi dengan nilai ekspor kopi terbesar ketiga nasional setelah Lampung dan Sumatera Utara.
Rincian nilai ekspor pada tahun 2020 sebesar US$103,4 juta dan pada tahun 2021 sebesar US$133 juta. Pada Oktober 2022, kinerja ekspor kopi dari Jawa timur berhasil mencapai 81.495.107 kg atau dengan nilai ekspor mencapai US$186,22 juta.
Bahkan, lanjut Khofifah, pada November 2022, kopi agroforestry Jawa Timur dengan merek Javeast Coffee melalui hasil komunal branding berhasil di ekspor secara perdana ke negara Mesir secara bertahap hingga 200 ton dengan total nilai ekspor lebih dari Rp 6,2 miliar.
"Dalam lawatan kami ke Mesir pada November 2022, kopi Jawa Timur mampu mencatat kontrak ekpor untuk tahun 2023 sebesar US$6 juta. Communal branding juga menjadi pintu pembuka pasar ekspor yang harus ditumbuhkan," tukasnya.
Di sisi lain, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022 luas areal tanaman perkebunan kopi di Jawa Timur seluas 113.148 ha. Yang mana 25.730,13 ha atau setara 22,63% diantaranya merupakan pemanfaatan kawasan hutan yang dikelola Perum Perhutani melalui pola agroforestri.
Load more