News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

LPG 3 Kg di Magetan Langka, Warga Rela Antre di Agen

Dampak kelangkaan gas LPG ukuran 3 kg di sejumlah daerah di Magetan, ada antrean warga di depan agen LPG yang mulai menjadi hal biasa, sejak tiga hari terakhir.
Rabu, 26 Juli 2023 - 13:35 WIB
LPG 3 kg di Magetan Langka, warga antre di agen
Sumber :
  • tim tvone - miftakhul erfan

Magetan, tvOnenews.com - Dampak kelangkaan gas LPG ukuran 3 kg di sejumlah daerah di Magetan, ada antrean warga di depan agen LPG yang mulai menjadi hal biasa, sejak tiga hari terakhir. 

Seperti yang terjadi di agen LPG di jalan raya Magetan-Sarangan, di kelurahan Selosari, Kecamatan-Kabupaten Magetan, Rabu (26/7). Lebih dari 20 warga, mulai dari ibu rumah tangga hingga pedagang kaki lima, dan pemilik warung makan antre menunggu pasokan datang. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tri Ratnawati (45) ibu rumah tangga warga setempat mengaku antre sejak pagi di depan agen, menunggu sampai pasokan dari Pertamina datang membawa gas LPG 3 kilogram. 

“Sudah sejak pagi mas, sudah nyari kemana-mana hingga keluar desa tapi semua kosong. Ya terpaksa nunggu di sini sampai pasokan datang,” Kata Tri Ratnawati sambil duduk lesehan di depan agen.

Menurutnya, sudah hampir sepekan terakhir banyak toko di desanya yang sudah tidak memiliki gas LPG karena memang belum mendapat kiriman dari agen. Adapun toko yang masih menyediakan gas melon, namun harganya mahal.

“Kalau di agen ini kan harganya murah mas, 16 ribu rupiah kalau di toko-toko itu seumpama ada harganya ya mahal. Di dekat rumah saya sudah 20-22 ribu rupiah per tabung, malah ada di desa lain itu saya dengan sampai 32 ribu rupiah per tabung,” tandasnya.

Bahkan, menurut Wati (30), banyaknya pembeli, pihak agen membuat aturan wajib membawa KTP dan membawa kupon antrean yang disediakan agen, agar bisa membeli. Sehingga warga dari luar desa sudah tidak bisa beli di agen. 

“Sekarang wajib bawa KTP sama kupon antrean jika beli di agen sini mas, katanya biar merata. Jadi satu KTP hanya dapat satu tabung,” ujar Wati.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Yang lebih memprihatinkan lagi, sambung Wati untuk makan sehari-hari saja dirinya sudah dua hari ini terpaksa beli nasi, lauk dan sayur matang ke warung, karena mau masak tak ada gas di rumah. 

Terpisah Adi Santoso (26) salah satu pedagang sembako yang menyediakan gas LPG 3 kilogram mengaku sudah dua pekan pengiriman dari Pertamina selalu telat. Jika ada, belum 30 menit sudah habis dibeli warga. 

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

KPK OTT Pejabat Pajak di Kalimantan Selatan

KPK OTT Pejabat Pajak di Kalimantan Selatan

KPK kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Kali ini KPK menjaring pejabat pajak di wilayah Kalimantan Selatan.
IZI Terima Sertifikasi ISO dari TÜV NORD, Perkuat Tata Kelola di Tengah Tantangan Global

IZI Terima Sertifikasi ISO dari TÜV NORD, Perkuat Tata Kelola di Tengah Tantangan Global

Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola dan integritas lembaga melalui penerimaan sertifikasi ISO dari TÜV NORD.
Berjasa Selama Hidupnya, Kapolri Usul Meri Hoegeng Dianugerahi Bintang Bhayangkara

Berjasa Selama Hidupnya, Kapolri Usul Meri Hoegeng Dianugerahi Bintang Bhayangkara

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan usulan supaya almarhumah istri Jenderal Hoegeng, Meriyati Hoegeng diberi Bintang Bhayangkara karena jasanya.
Jadwal Siaran Langsung Proliga 2026 Seri Malang: Mulai Besok! Big Match LavAni vs Jakarta Bhayangkara Presisi Jadi Pembuka

Jadwal Siaran Langsung Proliga 2026 Seri Malang: Mulai Besok! Big Match LavAni vs Jakarta Bhayangkara Presisi Jadi Pembuka

Jadwal siaran langsung Proliga 2026 Seri Malang, yang akan langsung diramaikan oleh big match di sektor putra antara LavAni vs Jakarta Bhayangkara Presisi. 
Prabowo Mau Tambah Polisi Hutan Jadi 70.000 Personel: Upaya Lindungi Hutan dan Taman Nasional

Prabowo Mau Tambah Polisi Hutan Jadi 70.000 Personel: Upaya Lindungi Hutan dan Taman Nasional

Hashim menyebut penambahan personel ini sebagai langkah kecil namun sangat signifikan dalam upaya penyelamatan lingkungan hidup.
Dituding Sama Seperti Denada, Ressa Siap Digugat dan Singgung Tindakan Amoral Mantan Istri

Dituding Sama Seperti Denada, Ressa Siap Digugat dan Singgung Tindakan Amoral Mantan Istri

Ressa akhirnya buka suara soal tudingan tak nafkahi anak dan disamakan dengan Denada. Ia siap digugat dan menyinggung tindakan amoral sang mantan istri.

Trending

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Merespons hal tersebut, Hetifah menegaskan negara harus memberikan perhatian serius untuk peristiwa tersebut. Ia menilai tak ada negara manapun yang bisa menerima peristiwa tragis tersebut.
Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis pakai bahasa Bajawa, anak kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berpesan agar sang ibu untuk tak mencarinya.
Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Begini isi surat memilukan yang ditulis bocah SD di NTT yang nekat bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena. Surat tersebut ditujukan untuk ibunya.
Terang-terangan 3 Pemain Asing dan Keturunan Ini Nyatakan Ingin Bela Timnas Indonesia

Terang-terangan 3 Pemain Asing dan Keturunan Ini Nyatakan Ingin Bela Timnas Indonesia

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman membuka peluang hadirnya tambahan pemain naturalisasi guna memperkuat Skuad Garuda. Di era kepemimpinannya, sejumlah ... -
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT