News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Polsek Delta Ungkap Sederet Nama Geng Motor di Kalangan Pelajar di Medan, Ini Datanya

Polsek Deli Tua masih mendalami pemeriksaan terhadap puluhan pelajar SMA dan SMK yang diamankan. Dari pemeriksaan tersebut diketahui ada sejumlah nama kelompok
Kamis, 17 Agustus 2023 - 18:53 WIB
Salah satu pelajar diamankan membawa stik baseball
Sumber :
  • Tim tvOne/Yoga Syahputera

Medan, tvOnenews.com - Polsek Deli Tua masih mendalami pemeriksaan terhadap puluhan pelajar SMA dan SMK yang diamankan. Dari pemeriksaan tersebut diketahui ada sejumlah nama kelompok geng motor yang masih eksis di masing-masing sekolah yang ada di bawah naungan Disdik Pemrov Sumut itu. 

Tim Penyidik Sat Reskrim Polsek Delitua tengah mendata asal usul sekolah dari puluhan pelajar yang diamankan saat konvoi liar di sejumlah jalanan di HUT ke-78 RI.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari pemeriksaan tercatat bahwa pelajar tersebut diduga bersekolah di SMKN 5, SMA Negeri 13 Medan dan Yaspen Nurussolih Medan. Mereka diamankan di Simpang Pos, Jalan Tritura, dan Jalan STM ujung. 

Kemudian dari penjelasan para siswa terungkap bahwa ada sederet nama kelompok geng motor yang eksis diikuti pelajar sekolah yang menjadi anggotanya. "Saya siswa SMK Negeri 5 kami punya kumpulan geng motor Pak Iyan Brotherhood,” ujar SM. 

Kemudian dari pengakuan pelajar lainnya berinisial KT, menyebutkan anggota Gemot SL. Bahkan saat ditanya, para pelajar ini sempat beralibi membuat cerita bahwa mereka tidak ada membawa benda seperti batu, stik baseball dan stik golf.

Mereka membantah bahwa alat itu dibawa rekan mereka yang lari dan benda tersebut dibuang temannya kepada mereka saat penangkapan. 

Kanit Reskrim Polsek Delitua, AKP Irwanta Sembiring ketika dijumpai di lokasi penangkapan membenarkan ada yang diamankan. 

“Iya, ada sejumlah pelajar sekolah kita amankan tim kita bersama Sat Samampta Polrestabes Medan. Dan sekarang masih kita data dulu ya , rekan-rekan. Sabar nanti kita update informasinya,” kata Irwanta. 

Sementara itu, Kadisdik Pemprovsu, Asren Nasution ketika dikonfirmasi terkait adanya kejadian anak didik sekolah di dalam komplotan geng motor memberikan penjelasan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Segera kita lakukan, semua kepala cabang dinas pada masing wilayah kita perintahkan untuk segera lakukan rapat koordinasi dengan lintas instansi terkait,” kata Asren.

"Ya, sebagaimana tradisi kita, setiap ada kejadian yang terkait prilaku negatif pelajar baik terjadi di dalam lingkungan sekolah maupun terjadi di luar sekolah, tentu menjadi bahan evaluasi kita. kita akan kumpulkan para kepala sekolah dan unsur terkait lainnya untuk mengkaji latar belakang dan langkah-langkah pencegahannya. tentu kita akan undang juga unsur-unsur terkait dari berbagai pihak,” tutup Asren, Kamis (17/8/2023). (ysa/wna)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Detik-detik Kecelakaan Maut di Andara Jaksel, Pemotor Tewas Usai Tabrak Mikrotrans JakLingko

Detik-detik Kecelakaan Maut di Andara Jaksel, Pemotor Tewas Usai Tabrak Mikrotrans JakLingko

Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Andara Raya, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu dini hari, 4 Februari 2026.
Abu Dhabi Open 2026: Perjuangan Janice Tjen Terhenti di Babak Kedua Nomor Tunggal Usai Tumbang dari Petenis Unggulan

Abu Dhabi Open 2026: Perjuangan Janice Tjen Terhenti di Babak Kedua Nomor Tunggal Usai Tumbang dari Petenis Unggulan

Petenis Indonesia, Janice Tjen dipaksa gigit jari usai menelan kekalahan dari pemain unggulan, Liudmila Samsonova di babak kedua Abu Dhabi Open 2026.
Disorot KPK! Dana Perjalanan dan Aset Ridwan Kamil Saat Menjabat Gubernur Jabar Ditelusuri

Disorot KPK! Dana Perjalanan dan Aset Ridwan Kamil Saat Menjabat Gubernur Jabar Ditelusuri

Selain menelusuri pembiayaan kegiatan, KPK juga mendalami sumber penghasilan Ridwan Kamil selama menjabat sebagai orang nomor satu di Jawa Barat.
Gubernur Khofifah Penuhi Undangan Presiden Prabowo bersama Pimpinan Ormas Islam Indonesia di Istana Negara

Gubernur Khofifah Penuhi Undangan Presiden Prabowo bersama Pimpinan Ormas Islam Indonesia di Istana Negara

Gubernur Khofifah penuhi undangan Presiden Prabowo bersama para pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam.
Rapat Pleno Komisi Kajian Ketatanegaraan 2026, Ibas Singgung Pentingnya Kajian Ketatanegaraan

Rapat Pleno Komisi Kajian Ketatanegaraan 2026, Ibas Singgung Pentingnya Kajian Ketatanegaraan

Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) membuka Rapat Pleno Komisi Kajian Ketatanegaraan 2026 dengan semangat optimisme untuk terus memperkuat sistem ketatanegaraan Indonesia.
Motif Sementara Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Kekecewaan Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Konselor Dampingi Keluarga

Motif Sementara Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Kekecewaan Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Konselor Dampingi Keluarga

Motif sementara anak kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu mulai digali pihak kepolisian.

Trending

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis pakai bahasa Bajawa, anak kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berpesan agar sang ibu untuk tak mencarinya.
Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Begini isi surat memilukan yang ditulis bocah SD di NTT yang nekat bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena. Surat tersebut ditujukan untuk ibunya.
Terang-terangan 3 Pemain Asing dan Keturunan Ini Nyatakan Ingin Bela Timnas Indonesia

Terang-terangan 3 Pemain Asing dan Keturunan Ini Nyatakan Ingin Bela Timnas Indonesia

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman membuka peluang hadirnya tambahan pemain naturalisasi guna memperkuat Skuad Garuda. Di era kepemimpinannya, sejumlah ... -
Heboh Pengakuan Artis Denada Akui Ressa sebagai Anak, Ingatkan Ceramah Buya Yahya Ada Orang Tua Zalim

Heboh Pengakuan Artis Denada Akui Ressa sebagai Anak, Ingatkan Ceramah Buya Yahya Ada Orang Tua Zalim

Kasus dugaan penelantaran anak yang menyeret nama artis Denada menjadi sorotan publik. Kini sudah mengakui Ressa sebagai anak.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT