News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pembangunan Gedung Rawat Inap RSUD Cut Nyak Dhien Aceh Barat Diduga Mangkrak, Wakil Rakyat Desak Ditindak

Pembangunan gedung rawat inap RSUD Cut Nyak Dhien tak kunjung rampung. Padahal kontrak dengan pagu anggaran 11 miliar dari APBD Aceh Barat Tahun 2021 sudah habis
  • Reporter :
  • Editor :
Jumat, 28 Januari 2022 - 09:58 WIB
Gedung rawat inap RSUD CND diduga mangkarak
Sumber :
  • Chaidir Azhar

Aceh Barat, Aceh -  Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat, melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Nyak Dhien (CND) Meulaboh. 

Kedatangan wakil rakyat ini terkait dugaan mangkraknya pembangunan gedung rawat inap yang tidak kunjung selesai. Padahal kontrak dengan pagu anggaran 11 miliar lebih bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Aceh Barat Tahun 2021 sudah habis.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tujuan sidak dilakukan untuk meninjau langsung pembangunan gedung rawat inap pasien yang dikabarkan belum rampung meski jadwal kontrak sudah berakhir. 

Wakil rakyat datang untuk menyidak pusat layanan kesehatan tersebut. Ada beberapa hal yang menjadi catatan dan temuan  sejumlah kejanggalan terhadap rehabilitas pembangunan gedung rawat inap, termaksud gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang sudah dibangun sejak 2021, tetapi masih belum bisa difungsikan hingga akhir Januari 2022.

Saat DPRK memasuki dalam gedung 3 lantai yang baru dibangun tersebut, terlihat beberapa bagian seperti plafon yang belum tuntas dipasang, material besi dan bahan bahan bangunan serta peralatan tukang juga masih ada yang tertumpuk di sudut ruangan. Di areal pembangunan juga tidak terdapat palang atau papan nama proyek yang seharusnya menjadi kewajiban rekanan untuk memasangnya.

Wakil Ketua I DPRK Aceh Barat, Ramli, SE mengatakan, proyek Rehabilitas Pembangunan Ruang Rawat Inap RSUD CND Meulaboh, dengan pagu anggaran sebesar Rp 11 miliar lebih, bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Aceh Barat Tahun 2021, dengan pagu anggaran mencapai Rp 11 miliar lebih, di bawah satuan kerja Dinas Kesehatan (Dinkes) daerah setempat tidak selesai dibangun dan masa kontrak kerja sudah berakhir.

”Rumah sakit ini seharusnya digunakan untuk memberikan pelayanan bagi warga, jadi kok belum selesai? Kontrak kerjanya kan sudah berkahir tahun 2021, kenapa dinas kesehatan belum menyerahkan kepada direktur rumah sakit agar dapat segera difungsikan? Waktu saya mengunjungi rumah sakit beberapa hari lalu ada pihak masyarakat yang mengeluh karena banyak kamar tidak ada, dinas menjawab alasannya belum siap finishing,” kata Ramli, Jumat (28/1/2022).

Dia menjelaskan, penjelasan dinas setempat cukup ambigu baginya, pasalnya penandatangan kontrak dilakukan pada bulan Juli 2021, sementara saat ini sudah lebih dari masa kerja untuk menyelesaikan pembangunan. Ramli merasa heran dengan hal tersebut.

”Kalau kita lihat kontrak kerja waktunya sudah habis masa pengerjaan, bahkan perpanjangan 50 hari masih belum siap. Jika tidak selesai seharusnya putuskan kontrak, tetapi ini masih dilanjut, ini yang jadi pertanyaan saya. Makanya kita ke lapangan ternyata benar apa yang dilaporkan oleh masyarakat,” jelasnya.

Ramli melihat cukup banyak yang belum tuntas dikerjakan, seperti AC yang sangat krusial dibutuhkan untuk ruang inap, ditambah plafon belum diselesaikan. Pihaknya menduga ada indikasi tertentu, yang disebabkan masa kerja sudah habis, tetapi masih belum tuntas dikerjakan.

”Kok sampai sekarang belum siap, ada juga temuan lain kita di sini, hari ini juga kita lihat papan nama proyek juga tidak ada, seharusnya itu wajib dipasang,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebab itu, Ramli mendesak dinas terkait untuk segera menyelesaikan percepatan agar segera difungsikan. Apalagi banyak keluhan masyarakat yang kekurangan kamar dan terpaksa dirujuk ke Nagan Raya karena fasilitas yang tidak cukup di RSUD CND Meulaboh.

”Kita juga meminta aparat penegak hukum Kejaksaan Negeri Aceh Barat, untuk mendalami soal pembangunan gedung yang diduga sudah habis masa kerja tersebut, dan ini akan saya kawal terus menerus,” pungkasnya.(Chaidir Azhar/act)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Industri Film Nasional Mulai Adaptasi dengan Dunia Kripto dan Teknologi AI, Apa Dampaknya?

Industri Film Nasional Mulai Adaptasi dengan Dunia Kripto dan Teknologi AI, Apa Dampaknya?

Industri perfilman Indonesia mulai memasuki fase baru seiring munculnya teknologi blockchain dan kecerdasan buatan (AI) dalam ekosistem hiburan digital.
Kepribadian Taufik Hidayat Diungkap Polda Jabar, Ingatkan Cerita Mantan Istrinya

Kepribadian Taufik Hidayat Diungkap Polda Jabar, Ingatkan Cerita Mantan Istrinya

Sebelum ini mantan istri Taufik Hidayat menceritakan sifat mantan suami ke KDM. Polda Jabar pun mengungkapkan.
Mengapa Banyak Orang Terkejut dan Kecewa dengan Korea Selatan usai Tak Mampu Auto Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026?

Mengapa Banyak Orang Terkejut dan Kecewa dengan Korea Selatan usai Tak Mampu Auto Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026?

Banyak pihak yang sama sekali tidak menyangka bahkan kecewa berat melihat Korea Selatan tampil melempem di babak penyisihan grup Piala Dunia 2026 ini. Mengapa?
PAN Kerap Diplesetkan Partai Artis Nasional, Zulhas Contohkan Eko Patrio dan Uya Kuya yang Punya Talenta Luar Biasa

PAN Kerap Diplesetkan Partai Artis Nasional, Zulhas Contohkan Eko Patrio dan Uya Kuya yang Punya Talenta Luar Biasa

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, menyinggung soal partainya kerap dikaitkan dengan singkatan Partai Artis Nasional.
Kekeringan Landa Tiga Kabupaten di Jawa Tengah, BNPB Minta Warga Hemat Air

Kekeringan Landa Tiga Kabupaten di Jawa Tengah, BNPB Minta Warga Hemat Air

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa sejumlah wilayah di Jawa Tengah kini mulai merasakan dampak kekeringan akibat masuknya musim kemarau. 
Terungkap Identitas Pelaku Penganiayaan Caddy Golf di Tangerang, Apakah Pejabat Publik? Ini Fakta Sebenarnya

Terungkap Identitas Pelaku Penganiayaan Caddy Golf di Tangerang, Apakah Pejabat Publik? Ini Fakta Sebenarnya

Kasi Humas Polres Metro Tangerang Kota, AKP Iwan Heristiawan mengungkap pelaku penganiayaan terhadap caddy golf bukan pejabat publik, tetapi pekerja wiraswasta.

Trending

Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkembangan layanan keuangan digital yang semakin pesat membuka banyak kemudahan bagi masyarakat.
Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Timnas Iran gagal amankan kemenangan dramatis dan harus puas bermain imbang 1-1 melawan Mesir pada laga terakhir Grup G Piala Dunia 2026, Sabtu (27/6/2026).
Ketum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Akui Diteror, Laporkan Dugaan Perusakan Kendaraan ke Polisi

Ketum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Akui Diteror, Laporkan Dugaan Perusakan Kendaraan ke Polisi

Ketua Umum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam (GAMIS) Indonesia, Fahri Salim, secara resmi melaporkan dugaan tindak pidana perusakan terhadap kendaraan miliknya ke Polres Metro Jakarta Timur pada Jumat (26/6)
Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Ironis, nasib seorang anak 6 SD di Tangerang, Banten. Pasalnya, anak itu dijual ibu kandungnya sendiri, yakni berinisial N (36). Modus Ibu kandung jual anak
Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Ketua LPSK Achmadi menjelaskan bahwa pemberian pelindungan Darurat atas pertimbangan adanya situasi khusus sebagaimana diatur dalam Pasal 5 ayat (4) UU Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelindungan Saksi dan Korban.
Deretan Fakta Misteri Kasus Kematian Tragis ASN Pemkab Bangkalan di Bandara Juanda

Deretan Fakta Misteri Kasus Kematian Tragis ASN Pemkab Bangkalan di Bandara Juanda

RYS (50) aparatur sipil negara (ASN) sebagai Sekretaris Dinas PRKP Kabupaten Bangkalan ditemukan tewas membusuk dalam mobil dinas di area parkir Bandara Juanda.
Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Tingkat kepercayaan publik terhadap Polri meningkat melalui hasil survei yang dikeluarkan oleh Litbang Kompas.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT