GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

BKSDA Sanksi Tiga Tahun Bagi Pemandu Liar Gunung Marapi Sumbar

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menjatuhkan sanksi kepada dua pemandu pendaki liar Gunung Marapi berupa larangan pen
Sabtu, 1 Februari 2025 - 20:38 WIB
Tangkapan layar dua pemandu liar Gunung Marapi (baju hitam) menyampaikan permohonan maaf kepada publik di Kantor BKSDA Provinsi Sumbar.
Sumber :
  • Tim tvOne/Antara

Padang, tvOnenews.com - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menjatuhkan sanksi kepada dua pemandu pendaki liar Gunung Marapi berupa larangan pendakian gunung yang berada di bawah naungan instansi itu selama tiga tahun ke depan.

"BKSDA menjatuhkan sanksi berupa larangan pendakian gunung selama tiga tahun kepada dua pemandu atas nama Roni dan Karim," kata Kepala Sub Bagian Tata Usaha BKSDA Sumbar Dian Indriati, Sabtu (1/2/2025).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia mengatakan sanksi tersebut berlaku efektif apabila nantinya empat gunung yang berada dalam kewenangan BKSDA, yakni Gunung Marapi, Gunung Singgalang, Gunung Tandikat dan Gunung Sago Malintang, kembali dibuka untuk umum.

Sanksi terhadap dua pemandu tersebut lebih berat dari tujuh pendaki liar lainnya yang dijatuhi hukuman larangan pendakian selama satu tahun. Salah satu pertimbangan BKSDA, keduanya dinilai sengaja bahkan mengutip uang senilai Rp250 ribu kepada enam pendaki liar untuk sampai puncak Gunung Marapi.

BKSDA menyayangkan tindakan dua pemandu tersebut karena secara nyata membahayakan keselamatan jiwa. Apalagi, satu dari dua pemandu tersebut turut berperan mengevakuasi korban-korban erupsi Gunung Marapi pada 3 Desember 2023. Artinya, pemandu itu sudah memahami tingkat risiko dari aktivitas kegunungapian namun justru memfasilitasi pendakian liar.

"Roni ini dulu turut membantu penyelamatan korban saat erupsi Gunung Marapi 3 Desember 2023, tapi justru tetap memfasilitasi orang untuk naik ke atas gunung," kata dia.

Dia mengatakan sembilan pendaki liar tersebut telah mendatangi Kantor BKSDA Provinsi Sumbar. Seluruhnya mengakui menaiki gunung api aktif itu pada 19 Januari 2025, dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada publik.

BKSDA berharap sanksi kepada para pendaki liar termasuk dua pemandu menjadi efek jera bagi siapa saja yang ingin menaiki Gunung Marapi yang saat ini masih berstatus waspada dan telah ditutup permanen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, pemandu liar ke Gunung Marapi Karim mengakui perbuatannya telah memfasilitasi enam pendaki liar pada 19 Januari 2025 serta menyampaikan permohonan maaf.

"Kami pemandu pendakian liar ke Gunung Marapi mengakui kesalahan kami dan menyampaikan permohonan maaf ke BKSDA, masyarakat, pecinta alam serta pihak terkait," tutup dia. (Ant/wna)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Media Italia Ungkap Data Mencengangkan Jay Idzes, Lini Pertahanan Sassuolo Kocar-kacir Tanpa Bek Timnas Indonesia

Media Italia Ungkap Data Mencengangkan Jay Idzes, Lini Pertahanan Sassuolo Kocar-kacir Tanpa Bek Timnas Indonesia

Media Italia menyoroti dampak besar Jay Idzes di Sassuolo. Tanpa kapten Timnas Indonesia itu, pertahanan Neroverdi langsung rapuh dan mudah kebobolan lawan.
Demo di Depan DPR, Ribuan Guru Madrasah Ibtidaiyah Tuntut Pemerintah Permudah Jadi PPPK

Demo di Depan DPR, Ribuan Guru Madrasah Ibtidaiyah Tuntut Pemerintah Permudah Jadi PPPK

Ribuan guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) dari berbagai daerah melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, pada Rabu (20/5/2026).
Sherly Tjoanda Wanti-wanti Nelayan soal Utang Piutang di Bank hingga Pinjol: Saya Tidak Bisa Bantu

Sherly Tjoanda Wanti-wanti Nelayan soal Utang Piutang di Bank hingga Pinjol: Saya Tidak Bisa Bantu

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menegaskan bahwa pihak pemprov tak bisa membantu menyelesaikan utang piutang pribadi para nelayan ke bank maupun pinjol.
Lihat Crash Johann Zarco di Depan Matanya Langsung, Luca Marini Akui Dirinya Teringat Insidennya saat di Suzuka

Lihat Crash Johann Zarco di Depan Matanya Langsung, Luca Marini Akui Dirinya Teringat Insidennya saat di Suzuka

Insiden mengerikan melibatkan Johann Zarco saat restart pertama MotoGP Catalunya 2026 akhir pekan kemarin.
Transisi Energi Nasional Mulai Dipacu, Pemerintah Didorong Fokus Eksekusi Proyek Strategis

Transisi Energi Nasional Mulai Dipacu, Pemerintah Didorong Fokus Eksekusi Proyek Strategis

Pemerintah mempercepat transisi energi nasional melalui proyek EBT, dedieselisasi, hingga PLTA. Eksekusi proyek dinilai jadi kunci utama.
Tanpa Basa-basi! Media Korea Ini Terang-terang Akui Megawati Hangestri Sebagai Salah Satu Pemain Papan Atas di V League

Tanpa Basa-basi! Media Korea Ini Terang-terang Akui Megawati Hangestri Sebagai Salah Satu Pemain Papan Atas di V League

Bintang voli Indonesia, Megawati Hangestri, dipastikan akan kembali Korea Selatan dam berlaga di gelaran V League 2026/2027.

Trending

News Terpopuler: Nasib Josepha Alexandra Usai ‘Dicurangi’ Juri LCC Kalbar, hingga Sanksi dari MPR untuk Dewan Juri

News Terpopuler: Nasib Josepha Alexandra Usai ‘Dicurangi’ Juri LCC Kalbar, hingga Sanksi dari MPR untuk Dewan Juri

Nasib Josepha Alexandra setelah jawabannya dianulir Juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) MPR di Kalimantan Barat. pernyataan MPR mengenai sanksi kepada dewan juri
TRENDING: Mahkota Binokasih Bukan Klenik, Dedi Mulyadi Semprot Kadis, Sherly Tjoanda Kirim 100 Ekor Sapi

TRENDING: Mahkota Binokasih Bukan Klenik, Dedi Mulyadi Semprot Kadis, Sherly Tjoanda Kirim 100 Ekor Sapi

Berikut rangkuman berita trending hari ini. Mulai dari langkah Dedi Mulyadi luruskan stigma mistis Mahkota Binokasih hingga kabar baik dari Sherly Tjoanda.
Dedi Mulyadi Tak Habis Pikir, Pekerja Reboisasi di Puncak Malah Dialihkan Urus Proyek Kopi oleh Kadis Kehutanan

Dedi Mulyadi Tak Habis Pikir, Pekerja Reboisasi di Puncak Malah Dialihkan Urus Proyek Kopi oleh Kadis Kehutanan

Saat touring di kawasan Cipanas, Cianjur, Dedi Mulyadi mendadak menghentikan kendaraannya untuk melakukan inspeksi langsung di area penataan eks Hibisc Fantasy.
Agen Pemain Voli Korea Akui Red Sparks Sempat Hubungi Megawati Hangestri Sebelum Dibajak Hillstate

Agen Pemain Voli Korea Akui Red Sparks Sempat Hubungi Megawati Hangestri Sebelum Dibajak Hillstate

Menurut penuturan agen Chris Kim, Red Sparks ternyata sudah menghubungi Megawati Hangestri lebih awal sebelum tawaran dari Hillstate datang pada Januari silam.
Agen Korea Ungkap Red Sparks Sempat Dekati Megawati Hangestri Sebelum Direbut Hyundai Hillstate

Agen Korea Ungkap Red Sparks Sempat Dekati Megawati Hangestri Sebelum Direbut Hyundai Hillstate

Kepindahan Megawati Hangestri ke Hyundai Hillstate ternyata menyimpan cerita menarik. Sang agen mengungkap bahwa Red Sparks sempat lebih dulu minat ke Megatron.
Beda Nasib Dua MC Cerdas Cermat MPR Usai Viral: Shindy Lutfiana Menderita Dihujat, Said Akhmad Justru Asyik Lakukan Ini

Beda Nasib Dua MC Cerdas Cermat MPR Usai Viral: Shindy Lutfiana Menderita Dihujat, Said Akhmad Justru Asyik Lakukan Ini

Josepha Alexandra menilai jawaban yang ia sampaikan sama dengan jawaban milik Regu B dari SMA Negeri 1 Sambas yang justru dianggap benar oleh juri.
Meski Diperkuat Megawati Hangestri, Hyundai Hillstate Masih Punya Satu Kelemahan Ini Menurut Sang Agen

Meski Diperkuat Megawati Hangestri, Hyundai Hillstate Masih Punya Satu Kelemahan Ini Menurut Sang Agen

Kehadiran Megawati Hangestri di Hyundai Hillstate memang menambah kekuatan, namun tim tersebut masih memiliki sejumlah kelemahan yang perlu dibenahi jika ingin.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT