Bisnis Sampah Sumut Naik Kelas, Berhasil Pangkas 5.070 Ton Emisi CO2
- tim tvOne/tim tvOne
Menurutnya, capaian pengelolaan sampah plastik tersebut melampaui target yang ditetapkan. Total capaian disebut mencapai sekitar 4.000 ton, dengan salah satu penerima manfaat, Warama, turut memberikan kontribusi terhadap capaian tersebut.
“Target ketercapaian pengelolaan sampah itu 3.000 ton plastik. Selama 13 bulan, para penerima manfaat bekerja keras memanfaatkan dukungan yang didapatkan dari program untuk mengembangkan usaha sekaligus mengumpulkan sampah plastik. Totalnya kita mendapatkan sekitar 4.000 ton, sehingga ketercapaiannya mencapai 137 persen,” ujarnya.
Capaian tersebut menjadi salah satu hal yang membanggakan dalam pelaksanaan program. Para pelaku usaha terus berupaya menjalankan aktivitas pengelolaan sampah meskipun menghadapi berbagai tantangan di lapangan.
Selain mendorong peningkatan volume sampah yang dikelola, SULE-WM juga memberikan perhatian pada penguatan kapasitas pelaku usaha dan pekerja di sektor informal.
Pelatihan menjadi salah satu bentuk dukungan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan para pihak yang terlibat dalam rantai pengelolaan sampah.
Program ini juga mendorong penguatan hubungan bisnis antara perusahaan pengelola sampah atau waste management enterprise (WAE) dengan mitra usaha, termasuk kontraktor dan pelanggan.
Ia menjelaskan, kesepakatan bisnis yang saling menguntungkan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan usaha pengolahan sampah.
Dengan hubungan kerja sama yang lebih kuat, pelaku usaha diharapkan dapat membangun rantai pasok dan pasar yang lebih stabil.
“Melalui rangkaian asesmen, pelatihan, pendampingan, dukungan pengembangan bisnis, dan penguatan jejaring, Program SULE-WM diharapkan mampu membantu usaha pengolahan sampah lokal tumbuh secara mandiri,” katanya.
Program SULE-WM merupakan inisiatif akselerasi bagi perusahaan dan entitas bisnis pengelolaan sampah terpilih dari lima wilayah di Indonesia, yakni Sumatera Utara, DKI Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, dan Bali.
Program ini merupakan kolaborasi Yayasan Unilever Indonesia, Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) Indonesia, Ecoxyztem, dan Greeneration Foundation.
Melalui program tersebut, pelaku usaha pengelolaan sampah lokal didorong untuk memperkuat kapasitas bisnis melalui pendampingan para ahli dan penerapan model bisnis yang dapat berkembang serta menjawab kebutuhan industri pengelolaan sampah di Indonesia.
Secara keseluruhan, program ini telah berkontribusi pada pengumpulan lebih dari 3.000 ton sampah plastik dan menghasilkan penghematan emisi sebesar 5.070 ton CO₂ ekuivalen.
Load more