News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pemda DIY Suntikan Dana Rp500 juta Untuk Biaya Hidup 1,5 Bulan Mahasiswa Terdampak Bencana Aceh - Sumatera

Pemerintah Daerah (Pemda) DI Yogyakarta memperpanjang program bantuan living cost bagi mahasiswa terdampak bencana alam di wilayah Aceh dan Sumatera. 
Selasa, 13 Januari 2026 - 19:47 WIB
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X (no 2 dari kanan) di kompleks Kepatihan Yogyakarta, Selasa (13/1/2026).
Sumber :
  • Tim tvOne - Sri Cahyani Putri

Yogyakarta, tvOnenews.com - Pemerintah Daerah (Pemda) DI Yogyakarta memperpanjang program bantuan living cost bagi mahasiswa terdampak bencana alam di wilayah Aceh dan Sumatera

Dalam kebijakan lanjutan tersebut, Pemda DI Yogyakarta mengalokasikan tambahan anggaran sebesar Rp500 juta sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlanjutan studi para mahasiswa perantau.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perpanjangan bantuan diberikan bagi mahasiswa yang berasal dari Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat yang tengah menempuh pendidikan di Yogyakarta. Setidaknya ada 1.296 mahasiswa yang berasal dari tiga provinsi tersebut.

"Bantuan living cost diberikan agar jangan sampai 1.296 mahasiwa drop out (DO) karena orangtuanya tidak mampu mengirim uang sehingga putus kuliah," kata Sri Sultan Hamengku Buwono X, Gubernur DIY seusai menerima Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) dan Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) DIY di kompleks Kepatihan Yogyakarta, Selasa (13/1/2026).

Dalam tahap ini, sektor perbankan yang tergabung dalam BMPD dan FKIJK DIY menyuntikkan tambahan dana sebesar Rp500 juta.

Dana tersebut diproyeksikan untuk menutup kebutuhan biaya hidup mahasiswa 1,5 bulan ke depan, sebelum nantinya bantuan akan diteruskan secara penuh melalui anggaran Pemda DIY.

"Nanti akan disambung dari Pemda selama 6 bulan, dengan harapan dalam waktu 6 bulan tersebut orang tua sudah bisa membantu kembali. Terpenting, mahasiswa menerima living cost untuk mengurangi beban orang tua," jelas Sri Sultan.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY, Sri Darmadi Sudibyo menambahkan, bantuan living cost ini kelanjutan dari fase pertama yang telah direncanakan berjalan selama 6 bulan.

Dengan adanya penambahan durasi dari sektor perbankan ini, diharapkan para orangtua mahasiswa di daerah terdampak bencana memiliki waktu yang cukup untuk memulihkan kondisi ekonomi keluarga.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Setiap mahasiswa yang terdata akan menerima bantuan sebesar kurang lebih Rp300.000 per bulan yang disalurkan melalui kelompok-kelompok mahasiswa di bawah pengelolaan BPD DIY. 

"Sinergi ini mempertegas posisi Yogyakarta yang tidak hanya sekadar tempat menuntut ilmu, tetapi juga ekosistem yang melindungi hak pendidikan para pelajarnya di masa sulit," ucap Sudarmadi. (scp/buz)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Mandi di Air Terjun Dini Hari, Seorang Pemuda Meninggal Dunia 

Mandi di Air Terjun Dini Hari, Seorang Pemuda Meninggal Dunia 

Seorang pemuda bernama Hendi (23), warga Talang Pagar Agung Kecamatan Pajar Bulan Kabupaten Lahat, dilaporkan tenggelam pada Rabu (22/4/2026) pukul 03.30 WIB
Pemerintah Butuh Investor Asing untuk Wujudkan Proyek Kereta Api Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi

Pemerintah Butuh Investor Asing untuk Wujudkan Proyek Kereta Api Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi

Menko AHY mengatakan biaya yang dibutuhkan untuk membangun jalur sepanjang 14.000 kilometer tidak cukup hanya mengandalkan APBN dan Danantara.
Pemuda Katolik Sarankan Agar Klarifikasi Pak JK Efektif dan Efisien

Pemuda Katolik Sarankan Agar Klarifikasi Pak JK Efektif dan Efisien

Pemuda Katolik turut menanggapi dua kali konferensi pers yang disampaikan oleh Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia pada hari Sabtu 18 April 2026, dan Selasa hari ini 21 April 2026.
Kisah Kelam John Kei: Dari Hidup Miskin hingga Dijuluki “The Godfather”

Kisah Kelam John Kei: Dari Hidup Miskin hingga Dijuluki “The Godfather”

Kasus pembunuhan Nus Kei kembali menyeret perhatian publik pada sosok John Kei, preman legendaris yang dikenal luas. Di balik reputasinya yang menyeramkan.
Selesaikan SV League 2026, VC Nagano Tridents Lepas Farhan Halim

Selesaikan SV League 2026, VC Nagano Tridents Lepas Farhan Halim

Tak hanya Farhan Halim, VC Nagano Tridents turut melepas tujuh pemain yang memperkuat tim sepanjang musim 2025-2026 ini. 
Pelajar Tewas Dikeroyok di Bantul, Terungkap Dipicu Konflik Geng!

Pelajar Tewas Dikeroyok di Bantul, Terungkap Dipicu Konflik Geng!

Kasus pengeroyokan brutal yang menewaskan pelajar SMA, Ilham Dwi Saputra (16), di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mulai menemui titik terang. Polisi mengungkap, aksi kekerasan tersebut diduga dipicu konflik antargeng

Trending

Sejalan dengan Dedi Mulyadi, Kadisdik Jawa Barat akan Beri Sanksi Selama 3 Bulan pada Siswa SMAN 1 Purwakarta

Sejalan dengan Dedi Mulyadi, Kadisdik Jawa Barat akan Beri Sanksi Selama 3 Bulan pada Siswa SMAN 1 Purwakarta

Gubernur Dedi Mulyadi ikut menyoroti kasus siswa SMAN 1 Purwakarta waktu lalu. Siswanya acung jari tengah ke guru
Hasil Bursa Transfer Pemain FA Liga Voli Korea 2026-2027: Jung Ho-young Satu-satunya Pemain yang Pindah Klub, Yeum Hye-seon Bertahan di Red Sparks

Hasil Bursa Transfer Pemain FA Liga Voli Korea 2026-2027: Jung Ho-young Satu-satunya Pemain yang Pindah Klub, Yeum Hye-seon Bertahan di Red Sparks

Berikut hasil bursa transfer pemain agen bebas (Free Agent/FA) untuk Liga Voli Korea 2026-2027, di mana Yeum Hye-seon bertahan di Red Sparks sedangkan Jung Ho-young satu-satunya pemain yang pindah klub secara resmi.
Alasan Megawati Hangestri Putuskan Kembali ke V-League Korea Selatan Musim 2026-2027, Megatron Pulih Cedera

Alasan Megawati Hangestri Putuskan Kembali ke V-League Korea Selatan Musim 2026-2027, Megatron Pulih Cedera

Kabar gembira datang bagi para pecinta voli Indonesia. Megawati Hangestri Pertiwi, bintang voli kebanggaan tanah air, resmi memutuskan untuk kembali berkarier -
Ogah Bela Timnas Indonesia Demi Mimpi Belanda, Bek Keturunan Rp312 Miliar Kini Jadi Incaran Raksasa Prancis

Ogah Bela Timnas Indonesia Demi Mimpi Belanda, Bek Keturunan Rp312 Miliar Kini Jadi Incaran Raksasa Prancis

Nama Jayden Oosterwolde mendadak jadi sorotan setelah dikabarkan masuk radar raksasa Prancis, Paris Saint-Germain (PSG). Ia pernah tolak bela Timnas Indonesia.
Tak Mainkan Ole Romeny, Oxford United Selangkah Lagi Susul Leicester City Degradasi ke Kasta Ketiga Liga Inggris

Tak Mainkan Ole Romeny, Oxford United Selangkah Lagi Susul Leicester City Degradasi ke Kasta Ketiga Liga Inggris

Oxford United selangkah lagi menyusul Leicester City terdegradasi ke kasta ketiga Liga Inggris, League One. Hal ini terjadi setelah kekalahan dari Wrexham, ketika Ole Romeny tak dimainkan sama sekali.
Seusai Dedi Mulyadi Periksa Siswa SMAN 1 Purwakarta yang Disanksi, KDM Justru Lakukan Hal Tak Terduga

Seusai Dedi Mulyadi Periksa Siswa SMAN 1 Purwakarta yang Disanksi, KDM Justru Lakukan Hal Tak Terduga

​​​​​​​Dedi Mulyadi periksa siswa SMAN 1 Purwakarta yang disanksi, lalu ambil langkah tak terduga dengan mengganti AC kelas jadi 2 PK demi kenyamanan belajar.
Masih Ingat Herman Dzumafo Epandi? Legenda Persib yang Sudah Dinaturalisasi, tapi Tak Pernah Dipanggil ke Timnas Indonesia

Masih Ingat Herman Dzumafo Epandi? Legenda Persib yang Sudah Dinaturalisasi, tapi Tak Pernah Dipanggil ke Timnas Indonesia

Herman Dzumafo lahir di Douala, Kamerun. Meski sudah memegang paspor Indonesia, setelah dinaturalisasi pada 2017, ia tak pernah dipanggil ke Timnas Indonesia.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT