ADVERTISEMENT

LIVESTREAM
img_title
tutup
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali
Mahfud MD buka-bukaan soal kuatnya mafia di tambang emas ilegal Sangihe, Sulawesi Utara.
Sumber :
  • tvOnenews.com

Mahfud Buka Kasus Tambang Emas Ilegal Sangihe Sulut, Kirim Jenderal Bintang 2 hingga Lapor Bahlil Tetap Tak Mempan: Aparat Tak Berdaya Lawan Mafia

Mahfud MD blak-blakan soal sulitnya memberantas mafia tambang di Indonesia yang melibatkan oknum aparat. Contohnya adalah kasus tambang emas ilegal Sangihe.
Senin, 17 Juni 2024 - 03:57 WIB

Jakarta, tvOnenews.com - Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD belum lama ini buka-bukaan soal Indonesia di bawah cengkeraman mafia tambang.

Salah satu bukti kuatnya mafia pertambangan, Mahfud contohkan dalam kasus tambang emas ilegal di Sangihe, Sulawesi Utara (Sulut).

Mantan cawapres 2024 itu blak-blakan betapa sulitnya penertiban tambang ilegal karena dalangnya dilindungi oleh oknum pemerintah dan aparat.

“Betapa mafia itu begitu berkuasa, menyebabkan aparat penegak hukum tidak berdaya karena ada di dalam cengkramannya, menyebabkan aparat yang berwenang juga tidak berdaya, kasus mafia penambangan emas di Sangihe,” kata Mahfud dikutip dari YouTube Mahfud MD Official, Senin (17/6/2024).

Dalam podcast bertajuk Terus Terang tersebut, Mahfud mengungkap betapa dirinya saat menjadi Menko Polhukam harus turun tangan langsung menangani aduan kasus tambang emas liar di Sangihe.tvonenews

Mahfud membeberkan, kasus penambangan emas liar di Pulau Sangihe berakar pada izin usaha pertambangan (IUP) yang tidak memenuhi syarat.

Baca Juga

Namun, IUP perusahaan yang melakukannya saat itu ternyata sempat tidak bisa dicabut meski sudah ada putusan Mahkamah Agung (MA) pada Februari 2022 untuk membatalkan IUP-nya.

"Februari tahun 2022, ada putusan pengadilan bahwa IUP penambangan di Sangihe itu harus dicabut. Pada Juni 2023, saya mendapat laporan terjadi penambangan emas di Sangihe, Pemerintah diam, Kodim diam, Polisi diam semua," tutur Mahfud.

"Kenapa? Saya tanya itu kan sudah dibatalkan sama Mahkamah Agung? Lalu, alasannya dibatalkan, tapi belum dicabut (IUP-nya) oleh Kementerian ESDM," tambahnya.

Bahkan, Mahfud saat itu sampai mengirim tim khusus beserta dua orang jenderal bintang dua untuk memeriksa langsung aktivitas penambangan liar di Sangihe.

Benar saja, Mahfud mendapatkan bukti laporan lengkap dengan foto-foto terkait adanya aktivitas tambang ilegal tersebut.

Sayangnya, pemerintah daerah setempat, Kodim hingga Polisi bungkam dengan aktivitas penambangan ilegal tersebut dengan dalih, perlu ada pencabutan izin oleh Kementerian Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM).

Lantas, Mahfud memanggil Kementerian ESDM untuk menanyakan perihal pencabutan izin yang tidak kunjung keluar meski putusan MA sudah keluar satu setengah tahun sebelumnya.

“Lalu biro hukumnya Kementerian ESDM katakan, 'Oh ya Pak ini sudah selesai kok besok masuk nih ke meja Pak Menteri ESDM, kami kira-kira paling seminggu sudah keluar’,” kata Mahfud.

Namun setelah dua minggu berselang, surat pencabutan IUP tersebut juga tidak kunjung keluar.

Saat dikonfirmasi lagi, Biro Hukum Kementerian ESDM mengatakan bahwa untuk pencabutan IUP kini menjadi kewenangan Menteri Investasi.

Mahfud Telpon Bahlil, Tapi Dilempar Lagi ke ESDM

Setelah itu, Mahfud menuturkan bahwa dirinya langsung menghubungi Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia.

Sayangnya, Bahlil menyebut bahwa surat permintaan pencabutan IUP ternyata juga belum sampai ke mejanya.

“Terus dia (Bahlil) bilang, ‘Abangda kalau itu ada hari ini juga saya tandatangani, katanya, ndak mungkin juga saya menunda itu."

"Terus habis itu saya telpon lagi beberapa jam, 'ada ndak di mejamu?’. (Dijawab) ‘Ndak ada sudah saya urus, ndak ada masuk ke tempat kami, berarti masih di ESDM’,” ceritanya.

Setelahnya, Mahfud langsung menghubungi Menteri ESDM Arifin Tasrif untuk menanyakan langsung perihal surat pencabutan IUP tersebut.

Namun, Menteri ESDM juga bahkan mengaku pada Mahfud bahwa tidak mengetahui kasus di Sangihe tersebut.

Usut punya usut, Mahfud mengatakan bahwa Arifin Tasrif mengaku berkas pencabutan yang seharusnya ditandatangani tersebut masih tertahan di anak buahnya.

"Coba bayangkan, harus sampai begitu untuk melaksanakan putusan pengadilan, sementara penambangan liarnya terus berjalan," ujar Mahfud.

Pada 8 September 2023 lalu, Kementerian ESDM akhirnya resmi mencabut izin operasi produksi perusahaan tambang PT Tambang Mas Sangihe (TMS) melalui Surat Keputusan (SK) KESDM nomor 13.K/MB.04/DJB.M/2023.

Kendati sudah ada surat pencabutan, Mahfud menyebut bahwa belakangan kasus penambangan emas ilegal di Sangihe masih berlangsung.

"Saya buka-buka lagi di Google, belum lama ini itu masih berjalan. Padahal suratnya sudah dikeluarkan oleh Menteri ESDM. Itu gila, dan saya masih punya banyak catatan kasus lagi yang terjadi di mana-mana," ujar Mahfud.

Berdasarkan laporan BBC pada 7 Maret 2024, PT TMS yang sebelumnya memegang IUP ilegal membantah keterlibatannya dalam aktivitas tambang emas ilegal di Pulau Sangihe yang masih terjadi sampai saat ini.

Terkait hal tersebut, Mahfud menegaskan bahwa hal tersebut adalah bukti bahwa aparat pemerintah dan penegak hukum sangat tidak kompak dalam menangani kasus mafia tambang. (rpi)tvonenews

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Tiga Wakil Absen, Indonesia Tetap Turunkan 13 Nama di Japan Open 2025

Tiga Wakil Absen, Indonesia Tetap Turunkan 13 Nama di Japan Open 2025

Tiga pasangan wakil Indonesia dipastikan tidak akan ambil bagian dalam turnamen bulu tangkis BWF World Tour Super 750 Japan Open 2025 yang akan digelar di Tokyo Metropolitan Gymnasium, Jepang, pada 15–20 Juli mendatang.
Jumpa Presiden FIFA Gianni Infantino, VFF Punya Permintaan Khusus Buat Vietnam di Masa Depan, Apa Itu?

Jumpa Presiden FIFA Gianni Infantino, VFF Punya Permintaan Khusus Buat Vietnam di Masa Depan, Apa Itu?

Presiden Federasi Sepak Bola Vietnam (VFF) Tran Quoc Tuan dan Sekretaris Jenderal Nguyen Van Phu menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Sepak Bola FIFA.
Rafael Struick Mesti Bersabar, Bali United Lebih Pilih Bek Brasil untuk Perkuat Lini Pertahanan di Liga 1 Indonesia

Rafael Struick Mesti Bersabar, Bali United Lebih Pilih Bek Brasil untuk Perkuat Lini Pertahanan di Liga 1 Indonesia

Bali United resmi mengumumkan perekrutan bek tengah asal Brasil, Joao Ferrari, sebagai pemain asing pertama mereka untuk mengarungi kompetisi Liga 1 Indonesia.
Inter Milan Pasang Badan! Bek Andalan Ini Resmi Tak Dijual Meski Diminati Klub Spanyol

Inter Milan Pasang Badan! Bek Andalan Ini Resmi Tak Dijual Meski Diminati Klub Spanyol

Inter Milan dipastikan tidak akan melepas bek kiri andalan mereka, Carlos Augusto, pada bursa transfer musim panas ini meskipun mendapat minat serius dari klub La Liga Spanyol, Atletico Madrid.
Langkah Pasti! Arsenal Siap Datangkan Bintang Chelsea ke Emirates Stadium

Langkah Pasti! Arsenal Siap Datangkan Bintang Chelsea ke Emirates Stadium

Arsenal dikabarkan tinggal selangkah lagi menyelesaikan proses transfer penjaga gawang Kepa Arrizabalaga dari rival sesama Liga Inggris, Chelsea, pada bursa transfer musim panas ini.
Bobotoh Perlu Sabar! Persib Bandung Siapkan Kejutan Rahasia Pemain Asing untuk Musim 2025/26

Bobotoh Perlu Sabar! Persib Bandung Siapkan Kejutan Rahasia Pemain Asing untuk Musim 2025/26

Persib Bandung terus menyiapkan langkah strategis dalam menyambut musim kompetisi Liga 1 Indonesia 2025/26.

Trending

Detik-detik Mengerikan Ledakan Tabung Gas Hancurkan Rumah 3 Lantai di Makassar

Detik-detik Mengerikan Ledakan Tabung Gas Hancurkan Rumah 3 Lantai di Makassar

Baru-baru ini warga Makassar dikejutkan dengan kabar soal detik-detik mengerikan ledakan tabung gas. Pasalnya, ledakan itu hancurkan rumah 3 lanatai. 
Dibandingkan Era Shin Tae-yong, Media Korea Selatan Klaim Fans Timnas Indonesia Kecewa dengan Kualitas Patrick Kluivert: Tak Sesuai Harapan

Dibandingkan Era Shin Tae-yong, Media Korea Selatan Klaim Fans Timnas Indonesia Kecewa dengan Kualitas Patrick Kluivert: Tak Sesuai Harapan

Meski membawa Timnas Indonesia lolos ke putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026, pelatih Patrick Kluivert tetap mendapat kritik dari sejumlah media asing.
Resmi! Malut United Tetap Gunakan Pelatih Lokal, Rahmad Darmawan Jadi Kandidat Kuat?

Resmi! Malut United Tetap Gunakan Pelatih Lokal, Rahmad Darmawan Jadi Kandidat Kuat?

Manajemen Malut United menegaskan komitmennya untuk menggunakan jasa pelatih lokal dalam menghadapi kompetisi Liga 1 Indonesia musim 2025/2026.
Marc Marquez Jadi Public Enemy di Sirkuit Mugello hingga Dicemooh Penonton, Bos Ducati Pasang Badan

Marc Marquez Jadi Public Enemy di Sirkuit Mugello hingga Dicemooh Penonton, Bos Ducati Pasang Badan

Marc Marquez enyapu bersih posisi terdepan sejak sesi kualifikasi, sprint race hingga balapan utama MotoGP Italia 2025 yang berlangsung di Sirkuit Mugello akhir pekan kemarin.
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025 Jadi Ajang Kampanye Pengelolaan Sampah Plastik

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025 Jadi Ajang Kampanye Pengelolaan Sampah Plastik

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq membuka pameran Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025 yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC) pada 22-24 Juni 2025.
Hadiri Forum Urbanisasi BRICS, AHY Komitmen untuk Pembangunan Kota

Hadiri Forum Urbanisasi BRICS, AHY Komitmen untuk Pembangunan Kota

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menghadiri Forum Urbanisasi BRICS ke-4 di Istana Itamaraty,
Prabowo Panggil Ketum PBNU Gus Yahya ke Istana, Ada Apa?

Prabowo Panggil Ketum PBNU Gus Yahya ke Istana, Ada Apa?

Presiden RI Prabowo Subianto memanggil Ketua Umum PB Nahdlatul Ulama Yahya Cholil Staquf atau yang akrab disapa Gus Yahya
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT