THR Lebaran Sebaiknya Ditabung atau Diinvestasikan? Ini Pilihan yang Bisa Bikin Duit Makin Beranak Pinak!
- Unsplash
Jakarta, tvOnenews.com - Lebaran selalu identik dengan THR, momen di mana sebagian besar orang mendapatkan tambahan uang dari perusahaan tempat mereka bekerja atau dari anggota keluarga.
Biasanya, uang THR ini cepat habis untuk berbagai kebutuhan seperti belanja baju baru, makanan khas Lebaran, hingga oleh-oleh untuk sanak saudara.
Namun, pernahkah Anda berpikir bagaimana caranya agar THR ini tidak hanya sekadar mampir di dompet, tetapi juga bisa berkembang dan memberi manfaat jangka panjang?
Alih-alih menghabiskan seluruh THR untuk konsumsi, mengalokasikan sebagian untuk investasi adalah langkah cerdas.
Dengan strategi yang tepat, uang THR bisa bertumbuh dan memberikan keuntungan di masa depan. Lantas, investasi apa yang paling cocok untuk menjaga dan menumbuhkan uang THR? Simak perbandingannya berikut ini!
1. Reksa Dana: Pilihan Fleksibel untuk Pemula
Jika Anda baru mulai berinvestasi, reksa dana bisa jadi opsi terbaik. Modal kecil, dikelola oleh manajer investasi, dan bisa dipilih sesuai tingkat risiko.
-
Reksa Dana Pasar Uang: Mirip deposito, risiko rendah, dan likuid.
-
Reksa Dana Pendapatan Tetap: Return lebih stabil dengan keuntungan lebih besar.
-
Reksa Dana Saham: Risiko tinggi, tapi potensi cuan jangka panjang besar.
Mana yang lebih oke? Jika ingin fleksibilitas dan modal kecil, Reksa Dana Pasar Uang paling aman. Jika ingin cuan lebih tinggi dalam jangka panjang, Reksa Dana Saham bisa dipertimbangkan.
2. SBN: Investasi Aman dengan Return Stabil
Surat Berharga Negara (SBN) cocok bagi yang ingin keuntungan stabil dengan risiko rendah. Dijamin pemerintah, bunga lebih tinggi dari deposito, dan cocok untuk investasi jangka menengah hingga panjang (2–10 tahun).
Mana yang lebih oke? Jika mencari investasi paling aman dan stabil, SBN adalah pilihan terbaik dibandingkan dengan reksa dana yang nilainya bisa fluktuatif.
3. Obligasi Korporasi: Alternatif dengan Return Lebih Tinggi
Serupa dengan SBN, tetapi diterbitkan oleh perusahaan. Return lebih tinggi, bisa mencapai 6–10% per tahun, tapi ada risiko gagal bayar.
Mana yang lebih oke? Jika ingin cuan lebih besar dari SBN dan siap dengan risiko perusahaan, Obligasi Korporasi bisa dipertimbangkan. Namun, untuk keamanan, SBN tetap lebih unggul.
4. Saham: Potensi Cuan Besar, Tapi Hati-hati!
Saham adalah pilihan bagi Anda yang berani ambil risiko. Potensi keuntungan lebih dari 10% per tahun, tetapi harga bisa naik-turun drastis. Diperlukan pemahaman analisis fundamental dan teknikal agar tidak salah langkah.
Mana yang lebih oke? Jika siap menghadapi fluktuasi harga dan mengincar keuntungan besar dalam jangka panjang, saham bisa jadi pilihan terbaik. Namun, jika ingin lebih aman, SBN dan reksa dana lebih direkomendasikan.
Kesimpulan: Mana yang Cocok untuk Anda?
-
Mau aman dan tetap berkembang? Pilih SBN atau Reksa Dana Pendapatan Tetap.
-
Mau fleksibel dan mudah dicairkan? Pilih Reksa Dana Pasar Uang.
-
Mau return tinggi dan siap risiko? Pilih Saham atau Reksa Dana Saham.
Kalau THR akan digunakan dalam waktu dekat (kurang dari 1 tahun), lebih baik memilih Reksa Dana Pasar Uang atau SBN yang bisa dicairkan sebelum jatuh tempo.
Untuk masa depan jangka panjang, campuran SBN, Reksa Dana Saham, dan Saham bisa menjadi strategi terbaik. Jangan biarkan THR hanya menguap begitu saja, pilih investasi yang tepat dan biarkan uang Anda terus berkembang! (nsp)
Load more