News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Harga Minyak Goreng Terus Melambung, Kok Bisa?

Minyak goreng masih menjadi barang mahal. Sejak akhir 2021 hingga April 2022, harganya masih tinggi. Kini harga migor kemasan berada di kisaran Rp 26.800 per liter
Selasa, 19 April 2022 - 20:15 WIB
Pedagang jajakan minyak goreng curah di pasar tradisional
Sumber :
  • tvOnenews

Jakarta, Indonesia - Tingginya harga minyak goreng sudah telanjur lama terjadi di Indonesia. Kondisi ini sangat menyulitkan terutama bagi masyarakat kelas ekonomi menengah ke bawah.
 
Terhitung semenjak akhir 2021 sampai dengan 2022, harga minyak goreng terus meroket. 

Berdasarkan data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), harga minyak sempat stabil pada bulan Februari dan Maret 2022, kemudian melambung pada bulan April. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Harga minyak goreng curah pada awal Januari 2022 menyentuh harga Rp 18.550 per kilogram, kemudian pada awal Februari stabil di angka Rp 18.500 per kg, lalu turun pada awal Maret di angka Rp 16.950, kemudian pada saat ini kembali melambung dengan menyentuh angka Rp 19.850.

Selanjutnya harga minyak goreng kemasan merek 2, pada awal Januari berada di harga Rp 20.200 per kg, kemudian pada awal Februari turun di angka Rp 19.300 per kg, lalu turun lagi pada awal Maret di angka 18.300, sampai saat ini harga minyak goreng kemasan merek 2 melambung jauh di angka Rp 26.100.

Terakhir, harga minyak goreng kemasan merek 1, pada awal Januari berada di harga Rp 20.700 per kg, selanjutnya pada awal Februari stabil di angka Rp 20.500 per kg, di bulan Maret turun di angka Rp 19.450, lalu pada saat ini melambung jauh pada angka Rp 27.000.

Mengapa Harga Minyak Goreng Mahal?

Berdasarkan keterangan dari Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan, kenaikan harga minyak goreng lebih dikarenakan harga internasional yang naik cukup tajam. 

Selain itu, harga minyak di Indonesia menjadi mahal dikarenakan turunnya harga sawit pada semester dua, yang kemudian membuat suplai Crude Palm Oil (CPO) menjadi terbatas dan menyebabkan gangguan pada rantai distribusi (supply chain) industri minyak goreng.

Faktor ketiga yang menyebabkan kenaikan harga minyak goreng yang signifikan yakni adanya kenaikan permintaan CPO untuk pemenuhan industri biodiesel seiring dengan penerapan kebijakan B30.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Faktor terakhir ialah dampak dari pandemi Covid-19, yang mengakibatkan logistik menjadi terganggu, seperti berkurangnya jumlah kontainer dan kapal.

Menanggapi hal ini, Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebutkan kendala dari kurangnya pasokan minyak goreng di dalam negeri, terletak di lapangan atau di level pendistribusian produk ke pasar ritel. 

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Disorot KPK! Dana Perjalanan dan Aset Ridwan Kamil Saat Menjabat Gubernur Jabar Ditelusuri

Disorot KPK! Dana Perjalanan dan Aset Ridwan Kamil Saat Menjabat Gubernur Jabar Ditelusuri

Selain menelusuri pembiayaan kegiatan, KPK juga mendalami sumber penghasilan Ridwan Kamil selama menjabat sebagai orang nomor satu di Jawa Barat.
Gubernur Khofifah Penuhi Undangan Presiden Prabowo bersama Pimpinan Ormas Islam Indonesia di Istana Negara

Gubernur Khofifah Penuhi Undangan Presiden Prabowo bersama Pimpinan Ormas Islam Indonesia di Istana Negara

Gubernur Khofifah penuhi undangan Presiden Prabowo bersama para pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam.
Rapat Pleno Komisi Kajian Ketatanegaraan 2026, Ibas Singgung Pentingnya Kajian Ketatanegaraan

Rapat Pleno Komisi Kajian Ketatanegaraan 2026, Ibas Singgung Pentingnya Kajian Ketatanegaraan

Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) membuka Rapat Pleno Komisi Kajian Ketatanegaraan 2026 dengan semangat optimisme untuk terus memperkuat sistem ketatanegaraan Indonesia.
Motif Sementara Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Kekecewaan Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Konselor Dampingi Keluarga

Motif Sementara Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Kekecewaan Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Konselor Dampingi Keluarga

Motif sementara anak kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu mulai digali pihak kepolisian.
Hasil Kejuaraan Beregu Asia 2026: Thalita Ramadhani Gagal Buka Kemenangan, Indonesia 0-1 Hong Kong

Hasil Kejuaraan Beregu Asia 2026: Thalita Ramadhani Gagal Buka Kemenangan, Indonesia 0-1 Hong Kong

Hasil Kejuaraan Beregu Asia 2026, di mana Thalita Ramadhani Wiryawan gagal meraih kemenangan di laga debutnya sehingga Indonesia kini tertinggal 0-1 dari Hong Kong.
Bareskrim Polri Naikkan Kasus Dugaan Kayu Gelondongan di Aceh ke Tahap Penyidikan

Bareskrim Polri Naikkan Kasus Dugaan Kayu Gelondongan di Aceh ke Tahap Penyidikan

Hal ini dibenarkan oleh Dittipidter Bareskrim Polri, Brigjen Moh. Irhamni, saat memberikan keterangan kepada wartawan, Rabu (4/2/2026).

Trending

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis pakai bahasa Bajawa, anak kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berpesan agar sang ibu untuk tak mencarinya.
Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Begini isi surat memilukan yang ditulis bocah SD di NTT yang nekat bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena. Surat tersebut ditujukan untuk ibunya.
Terang-terangan 3 Pemain Asing dan Keturunan Ini Nyatakan Ingin Bela Timnas Indonesia

Terang-terangan 3 Pemain Asing dan Keturunan Ini Nyatakan Ingin Bela Timnas Indonesia

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman membuka peluang hadirnya tambahan pemain naturalisasi guna memperkuat Skuad Garuda. Di era kepemimpinannya, sejumlah ... -
Heboh Pengakuan Artis Denada Akui Ressa sebagai Anak, Ingatkan Ceramah Buya Yahya Ada Orang Tua Zalim

Heboh Pengakuan Artis Denada Akui Ressa sebagai Anak, Ingatkan Ceramah Buya Yahya Ada Orang Tua Zalim

Kasus dugaan penelantaran anak yang menyeret nama artis Denada menjadi sorotan publik. Kini sudah mengakui Ressa sebagai anak.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT