GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Penanaman Sawit di di Perbukitan Cirebon Seluas Enam Hektare Jadi Polemik, Dinas Pertanian Buka Suara

Penanaman kelapa sawit di kawasan perbukitan Desa Cigobang Kecamatan Pasaleman yang menuai sorotan publik karena dinilai tidak sesuai dengan karakteristik wilayah mengundang Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat turun tangan
Kamis, 1 Januari 2026 - 14:58 WIB
Kondisi salah satu bibit pohon sawit yang ditanam di Cirebon, Jawa Barat.
Sumber :
  • ANTARA

Kabupaten Cirebon, tvOnenews.com-Penanaman kelapa sawit di kawasan perbukitan Desa Cigobang Kecamatan Pasaleman yang menuai sorotan publik karena dinilai tidak sesuai dengan karakteristik wilayah mengundang Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat turun tangan. Disstan segera melakukan inventarisasi dan kajian terhadap penanaman kepala sawit di perbukitan tersebut. 

Kepala Bidang Hortikultura dan Perkebunan Distan Kabupaten Cirebon Durahman di Cirebon, Rabu (31/12), mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui secara rinci kronologis munculnya kebun kelapa sawit di desa tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menyebutkan penanaman sawit di lahan seluas sekitar 6,5 hektare tersebut, berada di luar komoditas unggulan yang selama ini dikembangkan di Kabupaten Cirebon.

“Kelapa sawit bukan merupakan komoditas strategis maupun unggulan di Kabupaten Cirebon,” katanya.

Selain itu, kata dia, Distan Kabupaten Cirebon baru menerima Surat Edaran (SE) Gubernur Jawa Barat terkait kebijakan pengelolaan tanaman kelapa sawit di wilayah provinsi tersebut.

Dalam SE itu, ia mengatakan pemerintah daerah diminta menindaklanjuti keberadaan areal kelapa sawit yang telah ditanam di luar peruntukan komoditas unggulan daerah.

Ia menuturkan SE tersebut pun mengamanatkan agar areal kelapa sawit dilakukan penggantian atau alih komoditas secara bertahap dengan tanaman perkebunan daerah setempat.

“Proses alih komoditas harus disesuaikan dengan kondisi agroekologi, daya dukung lingkungan, serta karakteristik wilayah,” katanya.

Menurut dia, kebijakan tersebut juga diarahkan untuk menjaga fungsi ekologis, konservasi tanah dan air, serta mengurangi potensi kerusakan lingkungan.

Selain itu, ia menyampaikan pemerintah kabupaten/kota diminta melakukan inventarisasi dan pemetaan seluruh areal kelapa sawit di wilayah masing-masing.

“Pekan depan kami melakukan inventarisasi ulang tanaman sawit di Desa Cigobang, sekaligus menyiapkan pendampingan agar dapat dialihkan ke komoditas yang sesuai,” ujarnya.

Durahman menambahkan, penggantian komoditas akan diarahkan pada varietas tanaman yang sesuai dengan agroekologi wilayah dan menjadi komoditas utama daerah.

Ia menegaskan, untuk sementara waktu tidak diperbolehkan adanya aktivitas lanjutan di lahan yang telah ditanami kelapa sawit di Desa Cigobang hingga proses kajian dan inventarisasi selesai dilakukan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Pengelolaan lahan pertanian maupun perkebunan, harus sesuai dengan prinsip keberlanjutan lingkungan,” ucap dia.(ant)

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jangan Lagi Korek Telinga saat Puasa Ramadhan, Buya Yahya Ingatkan ini Sebelum Menyesal

Jangan Lagi Korek Telinga saat Puasa Ramadhan, Buya Yahya Ingatkan ini Sebelum Menyesal

Kita sudah memasuki bulan ramadhan 2026. Namun ada kebiasaan sehari-hari perlu dipertimbangkan, seperti korek telinga
Cara Baru Pemkab Tangerang Tranformasi Pelayanan Pajak dan Publik

Cara Baru Pemkab Tangerang Tranformasi Pelayanan Pajak dan Publik

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang terus bertransformasi dalam pelayanan publik dan pajak.
Mengenal Tjiam Si, Ritual Mengintip Nasib Masa Depan Bagi Warga Tionghoa

Mengenal Tjiam Si, Ritual Mengintip Nasib Masa Depan Bagi Warga Tionghoa

Tjiam Si namanya, ritual tradisional untuk mengintip nasib masa depan. Ritual ini dilakukan warga Tionghoa ketika bersembahyang di kelenteng atau vihara.
Kagum Lihat Perubahan Marc Marquez di Ducati, Jorge Lorenzo: Ini Versi Paling Berbahaya

Kagum Lihat Perubahan Marc Marquez di Ducati, Jorge Lorenzo: Ini Versi Paling Berbahaya

Perubahan gaya balap Marc Marquez bersama Ducati tak luput dari sorotan mantan rival sengitnya, Jorge Lorenzo. 
Ramalan Zodiak Besok, 19 Februari 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

Ramalan Zodiak Besok, 19 Februari 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

Ramalan zodiak besok, 19 Februari 2026 untuk Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces. Simak prediksi cinta, karier, dan keuangan hari ini.
Akui Terima Ancaman Kematian Gegara Drama Derby d'Italia, Bastoni Langsung Minta Maaf

Akui Terima Ancaman Kematian Gegara Drama Derby d'Italia, Bastoni Langsung Minta Maaf

Bek Inter Milan, Alessandro Bastoni, akhirnya buka suara terkait kontroversi kartu merah Pierre Kalulu dalam Derby d’Italia melawan Juventus akhir pekan lalu.

Trending

Jelang Lawan Como, Pulisic Diragukan! Pelatih Milan Allegri Justru Soroti Tajam Inter

Jelang Lawan Como, Pulisic Diragukan! Pelatih Milan Allegri Justru Soroti Tajam Inter

Pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri, mengungkapkan Christian Pulisic masih diragukan tampil saat Rossoneri menghadapi Como dalam lanjutan Liga Italia, Rabu (18/2/2026).
Jangan Makan 2 Bahan Ini saat Sahur dan Berbuka! dr Zaidul Akbar Sebut Biang Kerok Masalah Kesehatan

Jangan Makan 2 Bahan Ini saat Sahur dan Berbuka! dr Zaidul Akbar Sebut Biang Kerok Masalah Kesehatan

Jangan makan dua bahan ini saat sahur dan berbuka, dr Zaidul Akbar sebut biang kerok masalah kesehatan. Bahan apa saja yang dimaksud?
Comeback-nya Ronaldo Sukses Pecahkan Rekor Baru dalam Sejarah Liga Pro Saudi, Apa Itu?

Comeback-nya Ronaldo Sukses Pecahkan Rekor Baru dalam Sejarah Liga Pro Saudi, Apa Itu?

Berkat gol di laga melawan Al Fateh tersebut, Ronaldo resmi memecahkan rekor terbaru dalam sejarah sepak bola Arab Saudi. Apa itu?
Simak Alasan Pemerintah Menetapkan Ramadhan 2026 pada Kamis 19 Februari

Simak Alasan Pemerintah Menetapkan Ramadhan 2026 pada Kamis 19 Februari

Berikut ini penjelasan, alasan penetapan ramadhan 2026 di Indonesia berbeda antara Muhadi dan NU.
Kabar Baik untuk Arsenal! Riccardo Calafiori Pulih Jelang Lawan Wolves di Liga Inggris

Kabar Baik untuk Arsenal! Riccardo Calafiori Pulih Jelang Lawan Wolves di Liga Inggris

Bek Arsenal Riccardo Calafiori dipastikan siap tampil menghadapi Wolverhampton Wanderers pada laga lanjutan Liga Inggris, Kamis (19/2/2026)
Terbentur Hukum Adat, 6 Korban Inses di Ngada NTT Tak Bisa Kembali Pulang ke Tempat Tinggalnya

Terbentur Hukum Adat, 6 Korban Inses di Ngada NTT Tak Bisa Kembali Pulang ke Tempat Tinggalnya

Kasus kekerasan seksual sedarah (inses) di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, tengah menjadi sorotan. Pasalnya, penanganan kasus ini menghadapi tantangan
Ditanya Terkait Perbedaan Awal Puasa Ramadan 1447 H Berbeda, Menag: Jadikanlah Perbedaan Konfigurasi Indah

Ditanya Terkait Perbedaan Awal Puasa Ramadan 1447 H Berbeda, Menag: Jadikanlah Perbedaan Konfigurasi Indah

Pemerintah menetapkan awal puasa atau 1 Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi jatuh pada Kamis (19/2/2026). Namun, sebagian menetapkan awal puasa tidak sama
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT