Prabowo Tegas Jaga Disiplin Fiskal, Batas Defisit 3 Persen Tak Akan Diutak-atik Kecuali Krisis Besar
- tvOnenews/Abdul Gani Siregar
Jakarta, tvOnenews.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk tetap menjaga disiplin fiskal dengan mempertahankan batas defisit anggaran maksimal 3 persen dari produk domestik bruto (PDB).
Aturan tersebut disebut sebagai pilar penting dalam menjaga stabilitas keuangan negara.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam wawancara eksklusif dengan Bloomberg yang dimuat dalam artikel berjudul “Prabowo Open to Breach Indonesia Deficit Cap Only During Crisis.”
Dalam wawancara tersebut, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak memiliki rencana untuk mengubah batas defisit tersebut, kecuali jika Indonesia menghadapi kondisi darurat besar seperti pandemi.
“Batas defisit itu adalah alat yang baik untuk mendisiplinkan diri kita. Kami tidak punya rencana untuk mengubahnya kecuali ada keadaan darurat yang sangat besar seperti COVID-19,” kata Prabowo, dalam keterangan tertulis, Senin (16/3/2026).
“Saya berharap kita tidak perlu mengubahnya,” tambahnya.
Indonesia sendiri telah menerapkan batas defisit maksimal 3 persen dari PDB sejak awal dekade 2000-an setelah mengalami dampak berat dari Krisis Keuangan Asia 1997. Aturan tersebut selama ini dipandang sebagai salah satu fondasi utama dalam menjaga kredibilitas fiskal Indonesia di mata investor global.
Selain menekankan disiplin pengelolaan anggaran, Prabowo juga menyoroti kekuatan sumber daya alam Indonesia yang dinilai dapat menopang ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Ia menyebut komoditas seperti Minyak Sawit dan Batu Bara masih menjadi penopang penting karena relatif murah dan melimpah.
Di sisi lain, pemerintah juga berupaya mempercepat pengembangan sumber energi alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada pasokan luar negeri. Beberapa sektor yang akan didorong antara lain Energi Panas Bumi, Tenaga Surya, Tenaga Air, serta Biofuel.
“Kalau kita bisa melewati ini, dalam dua tahun kita akan menjadi sangat efisien. Kita akan sangat, sangat tidak bergantung pada sumber dari luar,” ujar dia.
Prabowo juga menyinggung bahwa batas defisit fiskal Indonesia awalnya terinspirasi dari aturan yang pernah diterapkan oleh negara-negara Uni Eropa yang membatasi defisit maksimal 3 persen dari PDB. Namun, menurutnya, banyak negara di kawasan tersebut kini tidak lagi mematuhi aturan itu secara ketat.
Load more