Pasar Otomotif Lesu, MPMX Catat Kenaikan Laba Meski Pendapatan Turun di Awal 2026
- MPMX
Jakarta, tvOnenews.com - Emiten yang terafiliasi dengan Grup Saratoga, PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), mencatat kinerja kuartal I/2026 yang masih tertekan akibat lesunya pasar otomotif domestik.
Group CFO MPMX Beatrice Kartika mengungkapkan, industri otomotif nasional sepanjang tiga bulan pertama 2026 masih menghadapi tekanan seiring pemulihan ekonomi yang belum optimal.
“Tantangan dari perlambatan ekonomi masih terasa di sektor otomotif hingga kuartal I tahun ini. Meski demikian, fokus Perseroan dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan kualitas, berhasil mendorong efisiensi operasional, memperkuat profitabilitas, serta menerapkan disiplin dalam pengelolaan risiko, khususnya pada segmen pembiayaan. Kami optimis MPMX dapat terus menjaga ketahanan kinerja secara berkelanjutan," ujarnya dikutip Selasa (5/5/2026).
Pada periode tersebut, perusahaan membukukan pendapatan bersih sebesar Rp4,0 triliun, turun 4 persen secara tahunan, lantaran penyesuaian di sejumlah lini bisnis.
Meski pendapatan menurun, profitabilitas tetap terjaga. Laba kotor tercatat naik 3 persen secara tahunan menjadi Rp365 miliar, dengan margin meningkat menjadi 9,1 persen dari sebelumnya 8,5 persen.
Kinerja operasional juga menunjukkan perbaikan. Laba usaha tumbuh 6 persen menjadi Rp193 miliar, dengan margin meningkat menjadi 4,8 persen dari 4,3 persen. Sementara itu, laba bersih naik 8 persen menjadi Rp173 miliar, dengan margin meningkat menjadi 4,3 persen dari 3,8 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari sisi segmen usaha, kinerja perseroan menunjukkan variasi dengan fokus pada peningkatan kualitas pendapatan dan efisiensi.
Pada lini distribusi dan ritel kendaraan roda dua melalui MPMulia, penjualan mengalami dinamika. Penurunan pada bisnis distribusi sebagian tertopang oleh pertumbuhan di ritel serta stabilnya pendapatan purna jual.
Pendapatan dari distribusi sepeda motor turun 5 persen, sedangkan pendapatan purna jual naik 4 persen. Di sisi ritel, penjualan meningkat 3 persen, meskipun pendapatan purna jual turun tipis 2 persen.
Secara keseluruhan, pendapatan bersih segmen ini turun 3 persen menjadi Rp3.797 miliar. Namun, laba kotor masih tumbuh 2 persen menjadi Rp321 miliar dengan margin meningkat menjadi 8,5 persen dari 8,0 persen, mencerminkan efisiensi biaya dan kontribusi yang lebih baik dari ritel serta layanan purna jual.
Pada segmen asuransi melalui MPMInsurance, pendapatan turun 17 persen menjadi Rp204 miliar, terutama akibat penurunan kontribusi dari lini kendaraan bermotor dan properti. Meski demikian, efisiensi biaya mendorong perbaikan kinerja operasional, terlihat dari penurunan biaya pendapatan sebesar 22 persen yang meningkatkan hasil layanan asuransi 10 persen menjadi Rp44 miliar.
Selain itu, hasil investasi naik 34 persen menjadi Rp12 miliar, didukung peningkatan pendapatan lain.
Di segmen penyewaan kendaraan, MPMRent mencatat pendapatan turun 4 persen menjadi Rp368 miliar. Namun, laba kotor meningkat 9 persen menjadi Rp83 miliar, dengan margin naik signifikan menjadi 22,6 persen dari 19,9 persen.
Peningkatan tersebut didorong oleh efisiensi biaya, perbaikan profitabilitas bisnis rental, serta kontribusi penjualan mobil bekas.
Sementara itu, pada bisnis pembiayaan melalui JACCS MPMFinance Indonesia, pendapatan turun 43 persen sejalan dengan strategi yang lebih selektif dan berfokus pada kualitas aset.
Langkah tersebut diikuti penurunan beban operasional sebesar 40 persen menjadi Rp160 miliar serta penurunan biaya provisi dan aset terkait, sehingga rugi bersih dapat ditekan 23 persen menjadi Rp38 miliar. (rpi)
Load more