Pakar Perkotaan UI: Perlu Strategi Dekarbonisasi untuk Kurangi Emisi Karbon di Sektor Pelayaran
- Istimewa
Selama ini kapal internasional yang melintasi perairan Indonesia telah diberikan hak melintas secra damai. Namun demikian, ujar Idris, mereka berkewajiban juga untuk tidak melakukan aktivitas ilegal yang dapat merusak lingkungan dan ekosistem laut, termasuk pencemaran akibat emisi kapal.
Strategi menyeluruh yang dibahas dalam diskusi disebutkan melalui empat tahapan utama yang saling berkaitan untuk mengurangi emisi karbon dari kapal internasional yang melintasi Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI).
Pertama dengan eliminasi, yakni mencegah munculnya emisi karbon sejak awal proses operasional kapal. Strategi ini dilakukan dengan mengurangi atau menghilangkan aktivitas yang menyebabkan pembakaran bahan bakar fosil secara tidak perlu.
Selanjutnya dengan mereduksi, yakni efisiensi energi dan penghematan bahan bakar, termasuk menggantikan penggunaan bahan bakar fosil dengan sumber energi yang lebih ramah lingkungan dan rendah karbon.
Terpenting dan yang harus segera dilakukan adalah strategi kompensasi, yakni mengimbangi sisa emisi karbon yang masih belum dapat dihilangkan sepenuhnya. Strategi ini dilakukan melalui mekanisme offset karbon, penerapan pajak karbon, pengembangan pasar karbon, serta konservasi ekosistem pesisir yang mampu menyerap karbon secara alami.
Jika strategi dekarbonisasi diterapkan dengan konsisten di pelayaran Indonesia berpotensi mengurangi emisi karbon dari kapal di ALKI hingga mendekati 1% dari total emisi gas rumah kaca global, setara dengan lebih dari 3 juta ton CO₂ di ALKI II saja, serta potensi 5 juta ton di ALKI I dan ALKI III secara gabungan.
“Pengurangan emisi ini juga sejalan dengan upaya global untuk menurunkan emisi karbon dari pelayaran internasional sebagaimana ditargetkan oleh IMO,” pungkas Idris Hadi. (bwo)
Load more