Rombak Total Tata Niaga SDA, Ekspor Batubara hingga Sawit Mulai Besok Lewat PT DSI
- tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar
Pemerintah menilai kebijakan tersebut sangat strategis mengingat tiga komoditas yang akan dikelola melalui sistem baru itu memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional.
Airlangga menyebut nilai ekspor gabungan batubara, CPO, dan ferroalloy pada 2025 mencapai US$66,13 miliar atau setara 23,4 persen dari total ekspor nasional.
“Ketiga komoditas strategis ini menyumbang nilainya di tahun 2025 sebesar US$66,13 miliar atau sebesar 23,4 persen dari total ekspor nasional,” ujarnya.
Menurut dia, ketiga komoditas tersebut juga menjadi penopang utama surplus neraca perdagangan Indonesia yang telah berlangsung selama 71 bulan berturut-turut.
“Dan ini adalah penopang surplus neraca perdagangan yang terjadi selama 71 bulan berturut-turut, dan dengan gambaran nilai ekspor batubara sekitar US$24,48 miliar, kemudian kelapa sawit CPO dan sebesar US$24,42 miliar, kemudian terkait dengan ferro alloy atau besi paduan sebesar US$16,49 miliar,” kata Airlangga.
Melalui skema baru ini, pemerintah berharap pengelolaan ekspor sumber daya alam tidak hanya menghasilkan devisa yang lebih optimal, tetapi juga memperkuat kontrol negara terhadap komoditas strategis yang selama ini menjadi andalan ekonomi nasional. (agr/rpi)
Load more