Berani Protes Keputusan Juri Lomba Cerdas Cermat MPR RI, Siswi SMAN 1 Pontianak Dipuji Melanie Subono: Smart Is Cantik
- Kolase Instagram/@melaniesubono & Tangkapan layar YouTube MPRGOID
Dari ajang ini, seorang siswa sekolah mengerti betapa pentingnya keadilan. Siswi kelas XI itu berani bersuara untuk meluruskan keputusan yang dilayangkan oleh dewan juri.
"Salah satu yang membuat kita respect adalah pada saat kita berani speak up. Banyak ketidakadilan yang terjadi makin merajalela karena pembiaran dari kita diam," terangnya.
Sentil Keangkuhan Dewan Juri Final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Kalbar
- Kolase tvOnenews.com/ Tangkapan Layar YouTube MPRGOID
Ia menambahkan, aksi protes tersebut tidak mudah. Ocha berjuang sendirian merubah suasana sunyi melalui perlawanan terhadap keputusan juri.
Ditambah, Ocha melawan sosok orang penting. Dewan juri dalam acara tersebut merupakan memiliki jabatan kuat di MPR RI.
Adapun dewan juri terseret dalam polemik ini, antara lain Dyastasita Widya Budi, Kepala Biro Pengkajian Sekretariat Jenderal (Setjen) MPR RI dan Indri Wahyuni, Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR RI.
Melanie menyoroti sikap kaku dari dewan juri tersebut. Ia menilai biasanya orang yang mempunyai jabatan penting sulit mengakui kesalahan di depan anak-anak.
Ia mencontohkan keangkuhan didapatkan dari polemik ini. Dewan juri enggan berminta maaf karena merasa paling jago dalam urusan pengetahuan.
Ironisnya, dewan juri mempunyai alasan menganulir jawaban Ocha. Sementara, mereka membenarkan jawaban dari Regu B SMAN 1 Sambas yang seharusnya serupa diucap oleh Regu C.
Kedua dewan juri tersebut menganggap adanya kendala teknis berupa sound. Suara dari peserta tidak begitu terdengar yang menyebabkan mereka mengurangi lima poin untuk Regu C.
"Gue tau nih nggak gampang, apalagi kalau di depan lo itu ada orang-orang yang merasa 'Ah, gue lebih tahu'. Mereka nggak berani mengakui 'Ah oke, gue emang salah, speakernya salah'," tuturnya sambil sentil secara menohok.
Melanie menyampaikan pesan tajamnya kepada pihak penyelenggara dan dewan juri. Ke depannya, mereka diharapkan agar belajar menunjukkan integritas dengan cara mengakui kesalahannya.
"Kalau punya salah ngakuin. 'Oh iya, saya emang salah, saya enggak mendengar, say sorry'. Stop blaming things," harap dia.
Load more